D U A P U L U H E M P A T

2063 Words

Kakiku masih gemetar di dekat pintu menuju ruangan Kanya. Yang tertangkap oleh mataku adalah Kanya yang tengah berbaring dalam keadaan lemas dan menangis. Ditemani Mama yang menggenggam tangannya, dia begitu lemas. Menurut perhitungan waktu memang belum waktunya tapi tidak akan bahaya melahirkan dihari ini, dalam usia kandungan semacam ini. Lantas mengapa Kanya bisa selemas ini dan dia pun butuh banyak darah lagi? "Mohon maaf, Pak. Kecuali pasien dan satu orang pendamping dilarang masuk. Dengan seragam sekeren ini saya rasa Bapak bisa membaca petunjuk yang sudah kami tempelkan di dinding," tegur seorang perawat dengan tegasnya sambil tersenyum ramah. Tersenyum tipis. "Istri saya di dalam," kataku langsung mendekati Mama dan Kanya dengan mantap. "Kamu sudah datang?" Tanya Mama yang lang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD