D U A P U L U H L I M A

1871 Words

Kanya masih terlelap setelah aku menerima panggilan dari kantor. Kuusap kepalanya lembut dan kukecup keningnya. Dia sudah terlalu lelah berjuang hidup dan mati. Sementara Ara yang berbaring di sebelahnya masih sangat imut meski bibitnya sedikit terbuka. Dia mirip denganku ketika tidur. "Mau sampai kapan ngelihatin orang tidur?" Tanya Kanya masih dalam lelap tidurnya. Dia mungkin memejamkan mata tapi dia tahu ada yang selalu memperhatikan tanpa pernah mengalihkan. Aku tersenyum tipis. "Jam berapa?" "Jangan pedulikan waktu untuk sementara, istirahatlah yang cukup," ucapku kembali memebelai kepalanya. Dia tak membuka mata sama sekali, hanya menghela napas dan tak mengatakan apapun lagi. "Emmmm," lenguh Ara ketika dia merenggangkan kedua tangannya. Semacam orang telah pulih dan bebas dar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD