Daisy
Daisy
Give me, your answer do..
I'm half crazy
For all the love of you..
Suara sumbang Michael Ardall kembali terdengar ditelingaku, dia mengayuh sepedanya melewati diriku yang juga sedang mengayuh sepedaku dengan santai dan senyumku mengembang saat melihatnya berboncengan dengan Bianca Perez.
Bianca melambaikan tangannya padaku dan tentu saja aku membalasnya, kami bertemu kembali diparkiran sekolah dan berjalan memasuki sekolah bersama-sama.
Rasanya sungguh aneh dan janggal, biasanya hanya ada aku dan Michael tetapi saat ini ada orang lain di antara kami, mengapa aku jadi merasa begitu menyedihkan berada diantara diantara dua orang yang sedang di mabuk cinta.
Kemudian aku teringat kata-kata Michael bagaimana rasanya jatuh cinta dan aku segera menutup mulutku, terkejut dengan diriku sendiri.
Aku jatuh cinta!
Aku jatuh cinta!
Aku jatuh cinta pada orang yang sama sekali tidak kukenal selain namanya.
Aku bahkan tidak tahu nama tengah atau belakangnya.
Aku jatuh cinta pada seseorang yang begitu misterius.
Itu semua bisa menjelaskan kejadian bodoh semalam, kejadian yang membuatku menikmati ciuman pertamaku, ciuman keduaku dan entah berapa kali kami berciuman.
“Sial!” aku menabrakkan keningku pada pintu loker yang tidak bersalah.
“Hei Daisy, apa kamu baik-baik saja?” tanya Michael dengan nada khawatirnya.
“Aku baik-baik saja.”
Tidak mungkin aku menceritakan kebodohanku pada Michael, apalagi bercerita jika aku jatuh cinta pada pria misterius.