Saudara tanpa ikatan darah

327 Words
Musim berganti, saat ini kota Finnest dalam keadaan dingin, sangat dingin tetapi tidak keadaan di dalam panti asuhan yang juga menjadi rumahku. Suasana begitu hangat, liburan musim dingin kali ini sama seperti pada liburan musim dingin lainnya, kami tidak akan kemana-mana selain menghabiskan waktu bermain ice skating di danau Finnest yang membeku. Lyodra, salah satu penghuni panti yang usianya dua tahun dibawahku bahkan mewakili kota Finnest dalam olimpiade dan berhasil meraih medali perak, prestasi yang membanggakan. Tidak hanya Lyodra tetapi yang lainnya juga tidak kalah membanggakan bahkan Ludwig yang berada tiga tahun diatasku, pria bertubuh tinggi besar itu sekarang memang sudah tidak berada di panti asuhan karena dia berada dalam pasukan angkatan udara. Ludwig berjanji akan menjadi guru penerbanganku, dia akan mengajariku mengendalikan helikopter dan pesawat kecil. Fiona yang paling kecil dan saat ini berusia sebelas tahun, akan bersiap-siap keluar dari panti asuhan untuk masuk dalam asrama sekolah keputrian karena nilai-nilai sekolahnya yang sempurna. Aku baru menyebutkan tiga penghuni panti yang merupakan teman dan juga saudaraku. Semua dibesarkan oleh ibuku dan tiga pengasuh panti, setelah Fiona tidak ada lagi anak yang masuk ke dalam panti asuhan kami karena ibu sendiri juga memutuskan untuk tidak melanjutkan pengelolaan panti asuhan, dia ingin menjadi panti asuhan kami menjadi rumah untuk bernaung. Tidak ada lagi pelakat panti asuhan, kami semua adalah saudara kata ibuku. Jangan kalian pikir fasilitas panti asuhan yang juga menjadi rumahku dan rumah mereka sama seperti pada panti asuhan lainnya yang membutuhkan aliran dana dari pihak luar untuk bertahan, kami tidak membutuhkan uluran tangan pihak luar. Ibuku benar-benar orang yang hebat dalam merencanakan sesuatu. Bahkan si kecil Fiona tidak akan putus sekolah hingga dia bisa menyelesaikan bangku sekolahnya, bahkan jika ingin kuliah dana itu akan dipersiapkan. Tidak ada kekurangan karena itu kami hidup penuh kebahagiaan. Tidak ada kasur keras dan kamar yang dingin di musim dingin. Semua yang berada disini hidup dalam kebahagiaan, berbagi kasih, berbagi cerita dan sudah pasti kami semua adalah saudara meskipun tanpa ikatan darah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD