Data pribadi

267 Words
“Daisy, bagaimana dengan sekolahmu?” Pertanyaan yang selalu kudapatkan setiap hari dari Matilda Gilles, nenekku. Dia memang sangat perhatian dengan pendidikanku, dia juga selalu menanyakan apakah aku merasa nyaman, apakah ada yang kubutuhkan. Semua kebaikannya tentu saja kusambut dengan baik tetapi tetap saja aku merasa tidak nyaman. Instingku berkata ada sesuatu yang mereka inginkan dariku tetapi aku belum menemukan jawabannya dan juga terlalu malas untuk mencari tahu apa yang mereka inginkan dariku. “Baik nenek, hanya saja seperti biasa anak yatim piatu sepertiku ini selalu mendapatkan kasih sayang yang berlebihan. Aku sendiri bertanya-tanya, darimana mereka mengetahui jika aku dibesarkan di panti asuhan.” Aku menundukkan kepalaku tetapi mataku melirik ke arah Brandon dan Mary yang memasang wajah tegang mereka. Menarik, sangat menarik. Jika mereka ingin bermain-main denganku, akan kuberikan permainan yang membuat mereka mejadi senang. “Mungkin saja dari data kepindahanmu.” sahut bibiku dengan tenang sambil mengiris roti lapis berisi daging asap miliknya. “Berarti dari pihak sekolah?,” gumamku dengan nada sedikit keras hingga mereka semua yang berada di meja makan pagi ini menganggukkan kepala mereka, “paman sepertinya aku akan meminjam telepon rumah untuk menghubungi Miss Hurley, kebocoran data pribadi sangat rentan untuk disalah gunakan dan aku tidak mau data-dataku disalah gunakan.” Pria itu hampir tersedak makanannya. Aku tentu saja tidak sekedar menggertak, tidak mengapa jika aku disebut berlebihan tetapi aku tidak suka jika data pribadiku dibocorkan begitu saja. Antara berlebihan dan tegas itu memiliki perbedaan yang cukup tipis dalam kasusku. “Jangan sebut aku berlebihan, bagaimana jika ada yang mencuri data Mary dan tiba-tiba mengaku-aku jika dirinya adalah Mariana Young.”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD