Tiga bulan berlalu dan aku benar-benar tinggal dikamar bekas pelayan, disebelah kamarku juga ada kamar pelayan lainnya yang akhirnya terisi oleh satu orang pelayan yang usianya tidak terpaut jauh denganku dan juga sepupu laki-lakiku. Pelayan perempuan bernama Grace yang membantu membersihkan rumah ini, sementara aku tentu saja menolak membersihkan rumah ini apalagi harus membantu mencuci pakaian mereka. Jangan pernah bermimpi aku akan melakukannya.
“Bukankah kamu yatim piatu?” tanya Grace dengan nada yang terdengar merendahkan diriku.
Aku menatap wajahnya dengan seksama.
“Lantas kenapa?” tanyaku sambil memotong kurma, plum kering dan anggur kering untuk kucampur bersama oatmeal dan s**u sebelum menyimpannya kedalam lemari pendingin.
Makanan itu adalah menu sarapanku di pagi hari tidak setiap hari karena selama tinggal di panti menu sarapan kami juga selalu berubah-ubah.
“Kamu tinggal disini karena belas kasihan, kenapa bergaya melebihi Nona Mary.” jawabnya dengan nada yang kali ini terdengar begitu lancang di pendengaranku.
“Aku tidak tinggal karena belas kasihan, aku membayar sendiri uang sekolahku, bahkan aku membeli sendiri bahan makanan yang aku suka. Jika ingin adu nasib denganku dan mengatakan kita setara, anda salah Nona Hummer.”
Sebuah senyuman sinis kulayangkan padanya yang terlihat begitu tegang.
“Tetap saja kamu menumpang dirumah ini.” protesnya yang membuatku mendengus kesal.
Aku menumpang?
Aku bahkan dengan senang hati meninggalkan rumah ini tetapi keluarga Young seperti menahanku untuk pergi. Bagaimanapun juga mereka adalah perwalianku selama tinggal di kota ini.
Mereka bahkan berniat untuk mengurus surat perwalianku di pengadilan tetapi entah bagaimana ceritanya, karena aku hanyalah gadis berusia enam belas tahun yang buta akan hukum permohonan mereka untuk menjadi wali hidupku ditolak oleh pengadilan.
Mereka hanya berhak membantuku dalam urusan administrasi sekolah.
Dan tentu saja aku tidak begitu peduli, dua tahun lagi aku akan bebas dari perwalian. Saat usia dewasa, aku akan keluar dari rumah ini dan tinggal di apartement mewahku. Seperti itulah cita-citaku untuk saat ini, tumbuh dari gadis remaja menjadi perempuan dewasa.