Old Lady

1235 Words

Ketika aku masuk ke rumah setelah bertemu Moirai, Levine sedang duduk di sofanya di  ruang tengah dengan kaki terlipat sambil mengusap dagu. Dia melihatku. “Kenapa lama sekali pulangnya?” tanyanya dengan nada kesal. Dahiku mengerut. “Moirai menjemputku dan kami makan malam bersama.” Dia mengangguk-angguk. Aku menyeret kaki ke lorong dan lelaki itu kembali memanggil. “Miss Shane, erm ....” Levine berucap dengan ragu. Tumben sekali dia memanggil dengan nama dan formalitas. Aku berdiri di sana, menunggunya melanjutkan ucapan sambil mengingat perkataan Moirai tadi. Wanita itu tidak memaksaku. Namun, tetap saja aku merasa tidak enak menghiraukannya. “Aku ada permintaan kecil.” “Ya?” ucapku. “Maukah kau menjadi perantaraku untuk sekali saja?” Aku mengerjap. “Perantara?” “Seperti yang kau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD