Head Pin

1102 Words

Selepas pengusiran itu, aku dan Levine berhenti membeli roti isi ala Turki di toko bernama Chads’s di sisi jalan raya menuju rumah. Laki-laki itu nampak tidak mempermasalahkan kemeja dan jasnya yang basah karena teh, dia makan dengan santai satu meja denganku. Dia memesan roti isi smoked almond dengan perasan lemon, sementara aku memakai smoke ham salad. Gelegar suara Nenek Welshstorm masih mendengung di telingaku. Ternyata usia tidak menghalanginya untuk berteriak kencang. Jujur saja, aku sendiri ogah meladeni nenek-nenek rempong begitu. Semoga aku tidak kualat berkata begini. “Bagaimana kau tau ada arwah perempuan di tusuk konde itu?” tanyaku di sela kunyahan. Rambut rapi Levine sudah sirna. Kini mata kirinya kembali tertutupi poni yang agak bergelombang. Manik kanannya melirik sekita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD