Levine menaruh tusuk konde ke dalam kotak persegi panjang tanpa penutup dari plastik bening. Bagian dalam kotak seketika mengabur, seperti ada yang menaruh es krim di dalamnya. “Dadaku hampir beku karena benda itu,” ujar Levine, menaruhnya di atas meja lalu duduk di sofa kesayangannya sambil menyesap pipa rokok. Aku duduk di sofa panjang tak jauh darinya, memperhatikan udara dingin yang keluar dari tusuk konde itu. “Apa yang akan kau lakukan dengan benda ini?” “Karena dia terlanjur menjadi kuat, aku tidak ada pilihan lain untuk mengobrol dengannya dan menawarkan solusi cepat.” Alisku mengerut. “Kenapa tidak segera membasminya?” “Dengan apa? Jangan kira dia sama seperti kelinci dari lukisan beberapa waktu lalu. Arwah ini kuat karena dendam. Akan sulit membuatnya solid dengan rasa benci

