BAB 9 - Dekapan Asing yang Familiar

1014 Words

"Kalau aku berkata, aku menyesal melihat keadaanmu sekarang, kau percaya?" Maxime mengucapkan kalimat itu dengan suara yang tidak lebih dari bisikan lirih. Getaran dalam nadanya begitu nyata, seolah-olah kata-katanya sedang berusaha menyeberangi lautan luka yang menyakitkan. Sarah tidak menjawab. Ia justru memalingkan muka, menatap ke arah tirai putih rumah sakit yang tidak menawarkan pandangan apa pun. “Lebih dari menyesal,” Maxime menjawab pertanyaannya sendiri, kali ini dengan suara yang pecah. “Aku merasa ikut hancur, Sarah.” Sarah terdiam. Di dalam benaknya, kalimat Maxime barusan seperti sebuah belati yang mengiris sisa-sisa pertahanan yang ia bangun selama enam tahun. "Sebenarnya apa yang terjadi padamu, Sarah? Apa... Wilson menyakitimu?" Pertanyaan itu meluncur begitu saja, sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD