BAB 12 [21+]- Puing Jiwa dan Deklarasi Perang

1600 Words

Sarah mencengkeram kartu debit di tangannya seolah benda plastik itu adalah duri yang menusuk telapak tangannya. Dengan sisa-sisa martabat yang hancur lebur, ia menarik napas tajam dan menutup pintu unitnya dengan bantingan keras yang menggema di seluruh koridor sunyi lantai tiga puluh empat. Suara dentuman itu adalah jeritan batinnya yang tak mampu ia suarakan. Ia meninggalkan Maxime yang masih berdiri mematung, menolak menatap pria itu karena rasa malu yang meluap hingga ke ujung kepala. Langkahnya goyah saat ia beringsut menuju lift pribadi. Ia bisa merasakan kehadiran Maxime di belakangnya, bayangan pria itu mengekor seperti pelindung yang tak diinginkan. Begitu pintu lift terbuka, Sarah masuk dan menekan tombol lobi dengan gerakan kasar. Maxime masuk tepat sebelum pintu tertutup, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD