Kedua jari Maira saling bertautan, gugup. Maira tetap tidak percaya sampai akhirnya Jonathan membelikan beberapa alat tes kehamilan dan surat pemeriksaan Dokter yang disimpan Jonathan sejak beberapa hari lalu, saat Maira tidak sadarkan diri. Sejujurnya Jonathan ingin mengatakannya lebih awal, tapi melihat kondisi Maira yang tidak memungkinkan, juga karena hubungan mereka saat ini yang membuat Jonathan enggan untuk berkata jujur. Tapi seakan tidak memiliki pilihan lain, Jonathan pun akhirnya mengatakan fakta yang sebenarnya. "Aku hamil?" Tanya Maira untuk yang kesekian kalinya. "Kenapa harus hamil?" Air matanya kembali luruh membasahi wajahnya yang semakin pucat. Jonathan benar-benar tidak tega meninggalkannya sendirian di rumah, atau bersama Asti. Kondisi kesehatan Maira memang mengkha

