bc

A LITTLE TIME SPENT WITH YOU

book_age18+
256
FOLLOW
1.2K
READ
love-triangle
goodgirl
popstar
drama
sweet
Writing Challenge
bxg
female lead
office/work place
first love
like
intro-logo
Blurb

“Keraguan telah menghilang dari kepalanya saat ini. Saat ini hatinya hanya dipenuhi dengan keyakinan dirinya akan seorang gadis bernama Allyson. Ia menyentuhkan bibirnya dengan lembut ke bibir merah muda milik Allyson.”

Allyson Agatha, seorang gadis keturunan Asia yang meniti karir di salah satu perusahaan ternama di Los Angeles. Pekerjaan yang membawa dirinya pada sebuah perkenalan kecil dengan dua orang laki-laki, Alex Adelard, pemilik perusahaan keamanan besar di Los Angeles, dan Jeon In Ho, seorang idol internasional dari negeri gingseng.

Alex Adelard, diidamkan oleh banyak gadis karena ketampanannya dan kematangannya dalam hal materi. Ia telah lama memendam perasaannya pada Allyson. Tapi Alex memilih untuk mendapatkan Allyson dengan tidak terburu-buru.

Jeon In Ho, seorang idol K-pop yang sedang melejitkan namanya di dunia Internasional. Memiliki kharisma dan kepercayaan diri yang tinggi terhadap apapun yang ingin ia dapatkan.

Akankah Alex terus bertahan dengan caranya mendapatkan Allyson setelah In Ho datang diantara Alex dan Allyson?

Sampai suatu ketika Allyson menyesali pertemuannya dengan salah satu diantara mereka.

Lalu akankah In Ho menyerah pada gadis yang membuat perasaannya naik dan turun?

chap-preview
Free preview
Part 1
Los Angeles 6.00 am Rrrrrrriiiiiinnnngggg........ Jam weker berbunyi nyaring membangunkan seorang gadis berambut coklat gelap, panjang, dan bergelombang. Allyson Agatha menjulurkan tangannya untuk mematikan bunyi jam weker tersebut. Ia meregangkan tubuhnya setelah bangun dari mimpinya. Seperti rutinitas biasanya, hal yang pertama dilakukannya setelah membuka mata dan mengumpulkan kesadarannya adalah membereskan ranjangnya. Seorang Allyson sangat menjunjung tinggi kebersihan diri dan lingkungannya. Hal itu telah iajarkan oleh orang tuanya sejak kecil. Maklum saja, karena Allyson berasal dari keluarga timur. Ya, Allyson adalah gadis keturunan Asia. Setelah kesadarannya sudah terkumpul, Allyson langsung bergegas pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke kantor. Ia teringat hari ini ada rapat bersama Jackson Luther, pemilik perusahaan tempat ia bekerja. Allyson merupakan salah satu supervisor  di Luther Corporation, perusahaan besar yang bergerak di bidang entertainment, bahkan Luther Corporation sudah memiliki label fashion sendiri. Luther Corp yang berpusat di Los Angeles tersebut sudah memiliki cabang di Asia dan Eropa. Setelah rutinitas mandinya selesai barulah Allyson mengecek notifikasi yang ada di handphonenya, "kau tidak boleh terlambat hari ini, karena kau akan mencintaiku setelah rapat hari ini Ally.. JL", Allyson hanya memutar bola matanya setelah membaca pesan dari Jackson. Ia memang terbiasa suka melebih-lebihkan banyak hal. Allyson memasukan semua yang dibutuhkan ke dalam tas kantornya, mengambil coat sepanjang lutut dari dalam lemari dan disampirkan ke lengannya. Allyson bergegas keluar kamar dan beranjak ke dapur untuk melihat isi kulkas dan memeriksa apa yang bisa ia jadikan sarapan untuk pagi ini. Akhirnya Allyson memanaskan sandwich ke dalam oven untuk mengganjal perutnya pagi ini. Segera setelah menghabiskan sandwich, Allyson bergegas keluar apartemen untuk mengejar kereta tercepat. Beruntung apartemennya tidak jauh dari stasiun, sehingga hanya membutuhkan waktu sepuluh menit untuk sampai ke stasiun jika berjalan kaki dengan santai. Allyson sampai di kantornya tepat pukul 9.00 am. "Allyson..", seseorang berteriak memanggil namanya saat ia berjalan menuju lift di loby, matanya mencari ke sumber suara dan menemukan pria berambut pirang sedang berjalan ke arahnya. Allyson tersenyum dan melambaikan tangannya ke arah Sam. "Sepertinya akan ada proyek besar di meeting kali ini, Jackson terlihat sangat bersemangat", sahut Sam saat sudah sampai di Samping Allyson sambil menunggu pintu lift terbuka "Kau tau kan setiap tender yang ia menangkan adalah proyek besar menurutunya", balas Allyson sambil menghembuskan napas, dan Sam menjawabnya dengan tawa nyinyir. Sam atau Samuel adalah satu-satunya sahabat pria yang paling dekat dengan Allyson di kota besar ini, mereka langsung akrab saat pertama kali Allyson magang dan bekerja di kantor itu. Ding.. Pintu lift terbuka, dan mereka masuk kemudian Sam menekan tombol angka 5, lantai dimana ruang kerja mereka berada. Ding.. Angka di dalam lift menunjukkan angka 5, dan mereka berdua turun dari lift bersama-sama "Sam.. Allyson.. Kalian sudah datang? Mau kubuatkan kopi?", ucap seorang gadis mungil berambut pirang bernama Calie. "tidak Calie, terimakasih atas tawarannya, but coffee is not my style", ucap Allyson sambil mengecup pipi Calie sebagai sapaan paginya, Allyson selalu melakukan itu untuk memperakrab dirinya dan teman-temannya. Ya, bagi Allyson temannya adalah keluarganya di negara yang asing ini. "tapi aku tidak menolak untuk segelas kopi", ucap Sam sambil tersenyum manis ke arah Calie. "buat sendiri kopimu, Sam", ucap Allyson sambil menepuk bahu Sam. Mereka berjalan bersama ke arah wing kanan lantai 5, yang merupakan tempat mereka bekerja. Lorong itu menuju sebuah ruangan berdinding kaca, sehingga membuat yang ada di dalam ruangan tersebut terlihat jelas. Sebelum pintu menuju ruangan kaca tersebut terdapat sebuah meja tempat wanita berambut pirang panjang yang dikuncir kuda sedang duduk membaca-baca suatu berkas. "pagi Leigh", sapa Allyson ramah sambil tersenyum "pagi semua..", balas Leigh memperlihatkan giginya. "Leigh, ada kabar dari Jackson soal rapat hari ini?", tanya Calie "rapat pukul 10.00 di ruang meeting utama Cal, undangannya sudah kuletakan di meja kalia masing-masing", balas Leigh Setelah mengucapkan terimaksih, Allyson berjalan duluan memasuki ruang kaca berukuran besar, dan menuju mejanya. Meja Sam berada di samping meja Allyson. Sedangkan meja Calie berada di seberang meja Allyson. Tiga meja lainnya masih terlihat kosong pagi ini. Allyson membuka undangan di atas mejanya, yang merupakan undangan rapat yang dimaksud oleh Leigh tadi. Setelah selesai membacanya, ia berganti membaca berkas-berkas yang lain. "Calie, apa Jackson tidak memberitahumu soal rapat hari ini?", Tanya Allyson "Tidak sama sekali", jawab Calie, dan Allyson mengangguk mendengar jawaban itu. Pukul 9.50 Leigh melongokkan kepalanya ke dalam pintu ruangan kaca, "sudah saatnya..", Allyson menjawab dengan anggukan dan senyuman. Sam, Calie,dan Allyson beranjak dari meja dan berjalan menuju ruang meeting utama. Mereka duduk menyebar di dalam ruang meeting yang di dalamnya berisi meja bundar dengan dikelilingi beberapa bangku. Seorang pria berjas abu-abu, berambut tipis, dan berkacamata memasuki ruangan dan diikuti oleh Leigh dibelakangnya yang membawa beberapa berkas. Jackson menyapa dengan ramah, dan mulai mengaktifkan bahan presentasinya hari ini. Slide pertama yang muncul adalah sekelompok pria Asia yang tampan dengan wajah mulus, dan dengan berbagai macam warna rambut. "kalian tau siapa mereka?", tanya Jackson dengan semangat dan memperlihatkan gigi ratanya. Ruang itu hening sesaat, orang-orang di dalam ruangan tersebut hanya saling menatap bergantian dengan bingung. Percayalah, Allyson bukanlah tipe gadis yang suka mengikuti perkembangan berita di televisi, internet, ataupun sosial media, terkecuali berita tersebut adalah tentang fashion. "bukankah mereka adalah salah satu boygroup korea yang paling terkenal saat ini?", suara Calie memecah keheningan. "kau memang yang terbaik Calie sayang... Mereka adalah BT1, the biggest boyband in the world right now. Mereka akan ada di Amerika selama dua bulan penuh, untuk menghadiri acara penghargaan, diundang ke beberapa acara talkshow, dan mengadakan konser di stadion Rose Bowl. Aku memenangkan proyek ini untuk mengurus segala perihal kebutuhan mereka selama disini. Kalian tahu? Menjadi orang tua mereka kurang lebih." Jackson menjelaskan dengan mata berbinar-binar. Allyson masih menatap slide sambil bertopang dagu, tidak setertarik seperti Jackson. "oh ayolah Allyson, mengapa kau tidak bersemangat? Kau tau ini akan menjadi batu loncatan bagi cabang kita di Asia, dunia hiburan mereka saat ini sedang dilirik oleh panggung internasional. Aku mendapatkan proyek ini dengan susah payah. Mereka sangat perfeksionis dalam segala hal", ucap Jackson. "Berapa lama waktu yang diberikan kepada kami untuk menyiapkan segalanya?", tanya Sam "kurang lebih lima bulan. Dan aku menunjuk Allyson sebagai kepala proyek ini. Kau tau, karena kau juga dari Asia jadi ku anggap kau tidak akan shocking culture jika berhadapan dengan mereka" "apa Jacks??", Allyson terkejut, karena ia belum pernah memimpin proyek sebelumnya, dan Allyson memang tidak terlalu menginginkan memimpin suatu proyek. "kali ini aku tidak mendengar penolakan" tambah Jackson. "Jackson benar, Ally.. Kau lah yang sangat cocok untuk membawahi proyek ini, aku akan membantumu. Kau lihat mereka? Mereka semua sangat tampan, lucu, dan menarik. Aku pernah melihat music video dan beberapa konser mereka. Proyek ini akan sangat berbeda dengan yang sebelum-sebelumnya", ucap Calie dengan senyum semangat, namun wajah Allyson masih terlihat khawatir. Allyson menebak Calie memang sudah memperhatikan boygroup ini sebelum proyek ini. Allyson berpikir sejenak sambil meletakkan ujung jari telunjuknya di bibir mulut, "lima bulan.. Apa aku bisa?", ucapnya dalam hati. "baiklah Jacks.. Beri aku satu minggu untuk mempelajari soal mereka, meracik timku, dan meminta meeting berikutnya", tegas Allyson sambil mencoret-coret note di depannya "that's my Ally", ucap Sam sambil menunjuk Allyson dengan senyuman lebar. Tbc

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Long Road

read
156.1K
bc

DIA UNTUK KAMU

read
41.5K
bc

Ex-Wife

read
78.2K
bc

Hati Seorang Perempuan

read
141.0K
bc

Om Tampan Mencari Cinta

read
409.8K
bc

Hello Wife

read
1.4M
bc

Om Bule Suamiku

read
8.9M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook