Part 2

1923 Words
"Aku sudah mengirimkan jadwal mereka selama dua bulan melalui email. Kau juga perlu berhubungan dengan tim manajerial mereka, dan aku sudah mengirimkan kontaknya padamu juga. JL", pesan singkat yang dikirimkan oleh Jackson. "laksanakan, Sir", balas Allyson singkat. Allyson langsung mengecek inbox emailnya dan mulai bekerja di dalam apartemennya. Ia bekerja di depan laptopnya untuk mempelajari tentang boygroup yang akan ia urus lima bulan mendatang. Allyson mengamati soal gaya berbusana, genre musiknya, seperti apa karakter saat mereka mendatangi acara talkshow. Allyson mengamati detail sampai ke masing-masing personal member. "benar apa kata Calie, mereka tampan dan juga lucu" senyum Allyson mengembang saat melihat mereka di salah satu acara talkshow di Korea yang Allyson tidak tau judulnya. Allyson seperti tersihir melihat masing-masing member boygroup tersebut. Masing-masing memiliki ciri khas suara dan fashion yang unik. Mungkin hal tersebut yang membuat Allyson menyetujui untuk memimpin proyek tersebut. Allyson memang belum pernah memimpin suatu proyek, tetapi itu bukan karena ia tidak pernah ditunjuk oleh Jackson, ia selalu menyerahkan proyek yang ditawarkan kepadanya untuk dipimpin saja oleh Sam, Calie, ataupun Sara, perempuan yang tidak terlihat saat meeting tadi karena Jackson memberikannya suatu tugas keluar kota. Member pertama, dilihat dari keterangan profilnya adalah leader group tersebut, bernama Kim Min Jun. Ia berpostur tinggi dan berbahu lebar. Rambutnya hitam, bermata hitam, dan juga tampan. Allyson juga membaca di profilnya bahwa Min Jun adalah salah satu dari barisan vokalis BT1. Ia mampu berbahasa inggris aktif dan seperti native. Member kedua adalah laki-laki yang paling tinggi, rambutnya berwarna silver, namanya adalah Kim In Su. Ia juga sangat lancar berbahasa inggris native. In Su adalah salah satu rapper di dalam grup tersebut. Allyson mencatat dalam bukunya sambil menanamkannya ke dalam memori. Jujur saja, Allyson bukan perempuan yang mudah mengingat nama seseorang. Member ketiga memiliki wajah yang lucu, namanya adalah Lee Dae Jung. Jika dibandingkan dua orang sebelumnya, memang Dae Jung tidak begitu tampan. Tapi laki-laki yang memiliki nama panggung DJ itu terlihat seperti laki-laki sangat baik di mata Allyson. "ia sangat lucu.." ucap Allyson. Dae Jung juga sama sepeti seperti In Su, salah satu rapper di grup tersebut Member keempat adalah laki-laki yang sangat tampan. Gerakan menarinya sangat baik, dan ia pintar berekspresi di depan kamera. Berdasarkan profilnya ia adalah Kim Tae Yun. Tae Yun adalah seorang yang berkharisma tinggi di manapun kamera menangkapnya. Ia juga memiliki style yang Allyson akui sangatlah baik. Tae Yun sama seperti Min Jun, merupakan salah satu vokalis. Saat Allyson mendengar suaranya, ia memiliki suara bass yang hanya ada satu di dalam grup tersebut. "member yang berharga" ucap Allyson. Member ke lima memiliki suara yang unik. Allyson senang mendengarnya, suara yang jarang ia dengarkan. Laki-laki itu adalah Park Ye Suk. Ye Suk berpostur kecil dan mungil dibanding member lainnya. Tapi tidak disangka bahwa menarinya sangatlah baik. Ia juga tampan dan cocok dengan berbagai warna rambut yang pernah ia coba. "perfect hair" ucap Allyson. Ye Suk juga merupakan seorang vokalis di antara empat vokalis lainnya. Member terakhir memiliki postur tubuh besar dan atletis. Gerakan menarinya juga sebaik Tae Yun dan Ye Suk. Suaranya juga sanggup mencapai nada-nada tinggi. Wajahnya tampan dan memiliki kharisma panggung, meskipun masih di bawah kharisma seorang Tae Yun. Ia adalah Jeon In Ho. Menurut profilnya, ia adalah member termuda di group tersebut. Berada bersama dengan Tae Yun, Min Jun, dan Ye Suk mengisi barisan vokalis. "baiklah.. semoga kalian bisa bekerjasama dengan baik selama dua bulan. Bantulah diriku dan kawan-kawanku." "Semoga aku tidak melupakan wajah mereka, dan bisa mengingat namanya dengan baik". Tidak terasa waktu hamir menunjukkan pukul dua belas malam. Beginilah Allyson saat ia sedang mengerjakan suatu proyek. Tapi ia yakin bahwa teman-temannya yang lainpun akan melakukan hal yang sama. Allyson mengambil handphone nya untuk mengetik pesan kepada seseorang. "maukah kau besok makan siang denganku Alex? Sepertinya aku akan membutuhkanmu dan merepotkanmu :D", tulis Allyson di dalam pesan singkatnya. Tidak sampai satu menit handphone nya berbunyi, nama Alex Adelard muncul di layar handphonenya, Allyson mengangkat telepon dari Alex. "kau belum tidur tengah malam seperti ini?", ucap suara seorang laki-laki bersuara berat di seberang telepon. "sedang ada proyek yang dilimpahkan Jackson kepadaku. Waktuku hanya lima bulan.. Jadi apa kau bersedia makan makan siang denganku besok, tuan Adelard?" senyum Allyson menjawab kalimat to the point dari Alex. "mau kah kau menunggu kabar dariku besok? Aku akan menanykan jadwalku terlebih dahulu pada sekretarisku" jawab Alex "wah wah.. sepertinya aku salah mengajak orang." "kau lupa sedang mengajak makan siang siapa, Ally?" "hahaha.. baiklah baiklaah.. kau selalu menang, Sir. Aku akan stand by di kantorku besok untuk menunggu kabar darimu." tawa Allyson yang memecah keheningan apartemennya di tengah malam itu "tidurlah Ally.. Ini sudah sangat larut" "baiklah.. Selamat malam Alex, maafkan aku mengganggu waktu istirahatmu" "aku sudah terbiasa dengan itu" "bye Alex..." Allyson menutup teleponnya. Mematikan laptopnya, dan segera pergi kekamar untuk beristirahat. *** Keesokan harinya di kantor... Allyson sudah bertekad untuk bekerja keras dengan sisa waktu yang terbilang singkat ini. Tugas hari ini adalah menyusun tim yang akan membantu Allyson dan jobdesk yang akan mereka kerjakan. Allyson bersyukur memiliki teman-teman yang baik dan sangat hebat dalam bidangnya. Allyson juga tidak merasa kesal jika salah satu temannya menegur hasil kerjanya. Ya, ia maklumi masih banyak keterbatasan dari kemampuannya. Allyson membagi tugas wardrobe kepada dua orang yang kompeten yang dirasa akan cocok dengan gaya busana masing-masing personal. Kemudian Allyson memberikan tugas akomodasi kepada satu orang. Untuk masalah keamanan, Allyson sudah memliki ide bagus dengan seseorang yang akan iajaknya bekerjasama. Untuk yang berkaitan dengan konser besar di stadion Rose Bowl ia akan menghubungi Rosemary selaku kepala divisi Live Event  dari Luther Picture Company. Allyson banyak mencatat di dalam bukunya. Buku itu adalah buku sakti, kemanapun Allyson pergi, ia tak pernah bisa meninggalkan buku tersebut di dalam apartemennya. "Allyson.. kau terlihat serius. Aku senang melihatnya" ucap Calie yang tiba-tiba menghampirinya di meja kerjanya "Aku belum bisa membedakan satu member dengan member lainnya. Kau harus membantuku Cal. Aku membutuhkan orang jenius seperti dirimu" balas Allyson yang sedang menyandarkan punggungnya di sandaran bangkunya yang sangat nyaman. "Aku akan membantumu mengingatnya. Aku senang dengan proyek kali ini. Ini yang pertama kalinya untuk kita bukan? Mereka tidak hanya tampan, mereka juga berbakat dan sangat menyenangkan." Calie berbicara dengan mata berbinar yang membuat alis Allyson mengkerut. Wajah Calie yang imut dan tubuhnya yang mungil tidak membuat gerakannya menjadi lambat. Ia berpikir cepat dan mengetahui trending topic yang sedang terjadi saat ini. Itulah yang membuat Calie cepat naik jabatan. Allyson sangat takjub dengan gadis mungil ini. Semua orang akan senang bekerja dengannya. Ddrrrtt....ddrrrttt Layar handphone Allyson menyala dan menunjukkan nama Alex Adelard. "aku akan ke pantry" ucap Calie dan dibalas dengan anggukan Allyson "hai Alex.. " sapa Allyson saat menerima telepon Alex. "aku akan menjemputmu pukul 11.30 di kantormu nanti" "jangan lupa, kau yang mentraktirku Alex.", Sam tersenyum sendiri mendengar pembicaraan sahabat baiknya itu dengan laki-laki yang juga dikenal Sam. "kau sungguh merepotkan", jawab suara dari seberang telepon. Allyson hanya tertawa dan menutup teleponnya. Alex adalah laki-laki baik yang sangat perhatian, mereka senang bercanda dan berdiskusi soal apapun. Tetapi kedekatan Allyson dengan Alex tidak sedekat Allyson dengan Sam. Sam, Calie, dan juga Sara juga mengenal Alex. Mereka sering terlibat proyek bersama. Perusahaan Jackson pun memiliki hubungan yang baik dengan perusahaan Alex. "sudah sedekat apa kau dengan Alex?" Tanya Sam seperti menyelidik "sedekat kalian dengan Alex" jawab Allyson polos "come on Ally.. don't you realize?" Sam bertanya sambil memutar bangkunya ke arah Allyson, tapi Allyson tidak menganggap serius ucapan Sam. "sudahlah Sam.. kau serius sekali. Apa kau mau ikut makan siang denganku dan Alex?" "tidak sayang, terimakasih tawarannya. Aku tidak ingin mengganggu sedangkan aku masih punya banyak pekerjaan", jawab Sam yang kembali menghadap ke meja kerjanya. "Allyson.. ini berkas yang kau minta", Leigh masuk ke dalam ruangan kaca yang hanya ada aku dan Sam. Allyson menerima berkas yang akan ia gunakan untuk berbincang dengan Alex siang ini. "terimakasih Leigh.. ", Leigh membalas dengan senyuman dan berlalu ke luar ruangan. Satu jam kemudian dering handphone Allyson kembali berbunyi dengan nama Alex Adelard muncul di layar. "aku sudah sampai di kantormu. Apa aku harus naik ke ruanganmu?" "tak perlu.. aku akan ke bawah. Sampai nanti" Allyson menutup teleponnya "Sam, Calie, aku harus pergi. Jika ada yang mencariku katakan saja aku makan siang di luar dan tidak tau akan kembali atau tidak." Allyson berbicara sambil memasukan handphone, buku, dan berkas-berkas yang dibutuhkannya ke dalam tasnya. "Sampai jumpa", Allyson mengambil coat dan menyampirkan di lengannya. Berjalan meniggalkan ruangan kaca dan berpamitan dengan Leigh. Allyson turun menuju loby melalui lift. Keluar dari lift, mata Allyson mencari sosok Alex yang ditemukannya sedang duduk di ruang tunggu tamu sambil membaca koran. Allyson tersenyum melihatnya. "Alex.." panggil Allyson dengan kencang yang membuat Alex menoleh ke arah sumber suara. "kau lama menunggu? Maafkan aku" tanya Allyson saat sudah dihadap Alex "not a big deal.. kau ingin makan apa?" "terserah kau saja. Aku kan pemakan segalanya" tawa Allyson. Allyson begitu senang bertemu lagi dengan Alex. Sudah lama ia tak berbincang dengan Alex. Tapi memang seperti itu lah hubungan Allyson dan Alex, hanya sebatas hubungan kerja. Allyson tidak mengerti mengapa teman-temannya selalu menggoda-goda dirinya dengan Alex, dan ia juga tidak mau ambil pusing. Sesampainya di restoran, mereka duduk di tempat yang nyaman yang sebelumnya sudah dipesan oleh Alex. Alex memang memiliki pemikiran yang tajam. Ia seperti mengetahui apa yang akan Allyson bicarakan dengannya sekarang membutuhkan tempat diskusi yang nyaman. "makanlah yang baik dan benar Ally.. Dari postur tubuhmu kau terlihat seperti kekurangan gizi" ledek Alex saat mereka membuka buku menu. "tenang saja.. aku akan memesan makanan termahal disini." balas Allyson dengan memajukan kepalanya ke hadapan Alex. Alex hanya tertawa mendengar ucapan Allyson. Alex senang berbincang dan makan bersama dengan Allyson. Allyson adalah gadis timur mungil dan juga manis. Di mata Alex, Allyson adalah gadis yang mandiri. Pertemuan pertamanya adalah saat Alex bekerjasama dalam proyek yang dimenangkan oleh Jackson. Perusahaan Alex bergerak di bidang pengamanan. Saat ini Alex adalah orang yang tepat yang Allyson butuhkan untuk mendukung proyek yang ia pimpin. "Alex, aku akan langsung ke intinya. Kau sudah dengar kan semalam bahwa aku memimpin sebuah proyek. Aku membutuhkanmu untuk mendukung ku bekerja selama dua bulan proyek ini berjalan. Aku tau kau pasti sangat sibuk memegang proyek keamanan yang juga akan dihadiri oleh klienku, tapi aku tidak bisa mempercayakan orang lain selain dirimu." Jelas Allyson panjang lebar dengan penuh harapan pada Alex. Alex tersenyum dalam hati melihat Allyson berbicara. Ia gadis yang menggemaskan, dan benar-benar membuat Alex tidak memperhatikan apa yang Allyson jelaskan kepada Alex soal siapa kliennya dan lain-lain yang keluar dari mulutnya. Alex hanya diam memperhatikan Allyson secara diam-diam. "bagaimana? Apa kau mau menerima permohonanku?" tanya Allyson diujung penjelasannya yang Alex tidak dengarkan seratus persen "ya baiklah, aku akan membantu. Kau kirimkan saja berkasnya kepadaku, akan kupelajari lebih lanjut nanti" "kau tidak menyimakku berbicara barusan ya?" Alex tidak menjawab dan hanya tertawa. Seketika pelayan yang membawa pesanan menghampiri meja Allyson dan Alex. "terimakasih" ucap Allyson dan Alex pada pelayan yang membawakan pesanan. Pelayan tersebut melirik dengan senyuman ke arah Alex. Dan hal itu ditangkap oleh mata jeli seorang Allyson. "owh Alex, ia tertarik padamu, pelayan itu." bisik Allyson dengan semangat. "ck.. habiskan saja makananmu" Allyson dan Alex makan sambil berbincang dan bercanda. Sampai hidangan penutup datang, mereka berbicara tentang apapun. Seperti tidak pernah kehabisan topik untuk dibahas. Ddrrrttt...dddrrrtttt Handphone Allyson berbunyi, nama Saralee muncul di layar. Allyson segera mengangkat teleponnya "hai Allyson.. kau ada dimana?" tanya suara dari seberang telepon "aku sedang makan siang di luar. Apa kau sudah kembali?" "aku baru sampai di LA, sepertinya aku akan datang besok. Apa kau punya tugas untukku?" "tentu saja, aku membutuhkan kecerdasanmu. Aku akan jadwalkan meeting segera, aku ingin kau juga hadir" "tak masalah" "baiklah, aku akan meminta Leigh mengirimkan undangannya padamu" "sure.. bye Ally" Sara menutup teleponnya. Allyson mencari kontak Leigh di handphonenya dan menelponnya. Tak lama suara Leigh terdengar "hai Allyson.. ada yang bisa kubantu?" "kapan jadwal Jackson kosong?" "katakana saja kapan kau membutuhkannya, aku yang akan mengaturnya untukmu" "kau yang terbaik.. bisakah kau buatkan undangan meeting kepada Jackson, Rosemary, para supervisor, dan juga Alex? Tempat dan waktunya silahkan kau atur Leigh" "tentu saja. Siang ini mereka akan menerima undangannya" "terimakasih Leigh.. Sampai jumpa" Allyson menutup teleponnya. Alex yang sedari tadi memperhatikan Allyson, membuat jantungnya berdebar. Allyson tidak hanya mandiri, tapi ia juga sebenarnya cerdas. Selama ini tak terlihat karena memang ia tidak menunjukkannya. "Alex, Leigh akan mengirimkan undangan padamu. Kau harus datang" paksa Allyson sambil memperlihatkan giginya. "memangnya aku bisa menolak?" Allyson tertawa mendengar jawaban Alex. Tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD