Part 3

971 Words
Allyson, Calie, dan Sam sudah berada di dalam ruangan meeting. Satu persatu supervisor yang lain berdatangan. Kemudian Sara datang bersama dengan Alex. Tak lama Jackson datang bersama Leigh. Jackson langsung mempersilahkan Allyson untuk memimpin meeting hari ini. "Okey.. selama seminggu ini aku telah mempelajari profil mereka, BT1. Mereka memiliki karakteristik fashion yang dinamis. Fashionnya bergantung pada lagu dan gerakan tarian yang dibawakan. Setelah kupelajari, aku akan membagi tugas wardrobe kepada dua orang yang kurasa cocok dengan style yang mereka gunakan. Calie akan bertanggung jawab pada Lee Dae Jung dan Kim In Su. Kemudian untuk Kim Tae Yun dan Park Ye Suk, akan kupercayakan padamu Sam." jelas Allyson. Sam dan Calie membalas dengan anggukan sambil menulis sesuatu di dalam buku note masing-masing. "Kemudian untuk wardrobe dua orang terakhir, yaitu Kim Min Jun dan Jeon In Ho, akan kupegang sendiri. Kim Min Jun adalah leader group mereka. Aku membutuhkan komunikator yang baik antara kita dan mereka. Aku sudah membagi ke dalam tiga kelompok wardrobe, diantara mereka berenam yang memiliki skill English paling baik adalah Kim Min Jun dan Kim In Su. Selebihnya mungkin akan membutuhkan translator. Karena itu, Sam dan Callie, carilah translator yang akan bekerja untuk kalian." Allyson membagikan beberapa berkas kepada Sam dan Calie. "Ini adalah jadwal mereka selama dua bulan, aku akan adakan rapat rutin untuk membicarakan tema yang akan digunakan di setiap acara. Kemudian kalian akan menyiapkan wardrobe untuk setiap member yang ada di dalam kelompok kalian. Kalian harus siapkan mulai dari wardrobe hingga ke makeup. Carilah makeup artist yang bisa mendandani seperti khas boygroup korea, riasan mereka sangat natural, latihlah mereka mulai dari sekarang. Sara, bisa kau membantu untuk hal ini? Kau memiliki koneksi yang luas", Sara membalas dengan mengangkat jempolnya. "kemudian untuk akomodasi. Aku meminta Sara untuk mencarikan satu rumah yang bisa ditempati oleh kurang lebih sepuluh orang. Transportasi, makanan, dan tempat latihan mereka juga aku serahkan padamu. Saat penjemputan, aku ingin Alex yang menangani keamanannya." "Alex, aku ingin keamanan saat mereka di luar dan juga saat di tempat tinggal. Untuk seberapa ketat kemanan yang diperlukan, aku serahkan kepadamu. Dan yang terpenting, mereka tidak ingin ada paparazi", Alex mengangguk sigap. Alex sudah menggambarkan dan menyusun di kepalanya apa saja yang akan ia butuhkan dan lakukan. "untuk agenda utama, konser stadion. Rose? Tim mu sudah siap?" tanya Allyson pada wanita berambut putih yang berumur sekitar 30 tahunan. "ya, aku sudah mendengarnya dari Jackson sebelumnya. Aku sudah merancang siapa ketua timku. Aku akan menunjuk Cole untuk memimpin ini. Cole akan mengikuti setiap meeting untuk menjelaskan perkembangannya", jelas Rosemary. "dan untuk Jackson.. kau harus pastikan bahwa kau di bayar mahal untuk ini", Jackson tertawa lebar mendengar penutupan dari Allyson. "Allyson.. Allyson, aku memang tidak salah memilihmu untuk proyek ini" ucap Jackson sambil Allyson duduk kembali. "baiklah.. proyek ini akan menjadi luar biasa. Kalian bersiaplah dan bekerja keraslah. Aku akan memberikan bonus besar jika mereka puas. Ada lagi yang ingin kau tambahkan Ally?" "ya.. aku ingin progres setiap satu minggu. Lima bulan bukanlah waktu yang panjang bukan?." Allyson kembali duduk dan mendapat applause dari semua orang yang ada di ruang meeting. Alex yang memperhatikan Allyson tersenyum sendiri diam-diam. Sam yang memperhatikan tatapan Alex kepada Allyson berbisik kepada Sara. "lihatlah Alex" perintah Sam dengan berbisik di telinga Sara. Sara mengikuti pandangan Sam ke arah Alex. "mereka berdua masih saja bodoh" sambil tertawa kecil. Satu persatu supervisor meninggalkan ruangan meeting. Hanya tinggal menyisakan Sara, Calie, Sam, dan Alex. Mereka merapatkan kembali mengenai member tim yang akan mereka rekrut ke dalam tim. Kemudian mereka membicarakan tentang jobdesk terdekat, yaitu akomodasi dan keamanan. Sara bekerja dengan baik di bagian tugasnya. Ia memang pintar bergaul, hal itu yang membuat ia memiliki banyak koneksi. Ia juga cekatan dalam menyelesaikan masalah. Sara dan Alex membicarakan banyak teknis, sedangkan Allyson, Calie, dan Sam lebih berbicara membahas mengenai label mana saja yang akan mereka gunakan. "Sara, kapan aku akan mendapatkan kabar soal tempat tinggal tempat mereka tinggal? Aku ingin lokasi yang tidak jauh dari kantor kita." Tanya Allyson "aku sudah mendapatkannya, akan kukirimkan profilnya untukmu. Ada beberapa pilihan yang kurasa akan cocok. Kau tinggal putuskan akan menggunakan yang mana." "are u kidding?" tanya Sam sambil mengernyit "she's the best, right?" balas Allyson dengan senyum kemenangan. Allyson tidak salah menempatkan Sara di tugas ini. "kalau begitu kirimkan saja melalui email. Nanti malam akan aku kepalajari. Kemudian aku ingin minta tolong kau membantu mencarikan makeup artist yang cocok. Kapan aku akan dapatkan progresnya? Karena aku ingin mereka berlatih terlebih dahulu sebelum mereka datang. Tipe mereka berbeda dengan gaya barat" tanya Allyson lebih lanjut. "beri aku waktu seminggu Ally, supaya aku tidak mengecewakanmu dan klien kita" jawab Sara "okey.. seminggu lagi kita akan adakan meeting. Leigh, tolong kau atur tanggalnya" perintah Allyson yang dijawab dengan anggukan oleh Leigh. "kurasa hari ini cukup, sebentar lagi sudah waktunya jam pulang kantor. Kalian boleh pergi" senyum Allyson kepada lima orang di hadapannya. Setelah semua orang pergi, Allyson membereskan berkas-berkas yang ada di hadapannya, kemudian membenamkan wajahnya di kedua telapak tangannya. Allyson mengambil nafas untuk menjernihkan pikirannya, berbicara pada dirinya sendiri "aku pasti bisa". "kau baik-baik saja? Apa kau sakit?" terdengar suara berat yang membuat Allyson mengangkat wajahnya. "kau belum pulang Alex? Aku tidak apa-apa" Alex tidak menjawab, khawatir melihat wajah Allyson yang sepertinya sangat lelah "aku akan mengantarmu pulang Ally.. cepat bereskan barangmu, kau harus istirahat setelah ini", Allyson menjawab dengan anggukan dan senyuman. Allyson dan Alex keluar dari ruang meeting dan menuju lift. Disana mereka berdua bertemu dengan Sam, Calie, dan Sara yang sedang menunggu lift. "kau akan mengantarkannya pulang kan Alex? Ia sepertinya tidak tidur dengan baik beberapa hari ini. Lihatlah wajahnya." Seru Sam kepada Alex. Alex hanya membalasnya dengan senyuman. "kau ingin ikut dengan kami Calie?" tanya Allyson kepada Callie yang hanya memperhatikan daritadi. "oh tidak sayang, Calie akan ikut pulang bersamaku, kami bertiga akan ke suatu tempat terlebih dahulu" jawab Sara cepat sebelum Calie sempat mengucapkan sesuatu dari mulutnya. "baiklah" Allyson menjawabnya dengan datar. Mereka bertiga turun ke loby dengan bersenda gurau membicarakan hal-hal lucu. Sampai di lobby, Sam, Sara, dan Calie berpamitan kepada Allyson dan Alex. "Bye DA, jaga temanku baik-baik" ucap Sara pada Alex dan Allyson. "DA?" tanya Sam saat Allyson dan Alex sudah pergi duluan. "Double A, Alex dan Allyson" Sara menjelaskan sambil memperlihatkan giginya. Calie tertawa dan Sam meringis mendengar julukan yang tidak keren itu. Tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD