Pagi ini akan diadakan meeting bersama untuk konser stadion BT1. Meeting ini memberikan kabar terakhir mengenai perkembangan konser yang akan diadakan dua minggu lagi. Allyson, Sam, Calie, dan Sara sudah berkumpul di ruangan kerja mereka di lantai lima. Menyiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan. Meeting kali ini akan diadakan bersama dengan perusahaan Alex, dan tentu saja Cole, yang akan lebih banyak berkontribusi pada konser kali ini.
Leigh memasukkan kepalanya ke dalam pintu ruangan kaca. "resepsionis bilang mereka sudah sampai di loby" ucap Leigh pada semua orang yang berada di balik mejanya masing-masing.
"okey.. terimakasih Leigh" jawab Allyson sambil tersenyum. Kemudian Allyson dan yang lain bergegas keluar ruangan dengan dokumen-dokumen di tangan mereka masing-masing. Leigh bergabung bersama mereka berempat saat mereka keluar ruangan. Mereka berlima berjalan menuju lift. Sara menekan tombol lift ke atas.
"sepertinya hari ini akan panjang" ucap Sara
"aku sudah siapkan makanan yang banyak untuk hari ini" tambah Leigh. Allyson memberikan jempolnya dan mengedipkan satu matanya pada Leigh.
Ding..
Lift berbunyi dan pintu lift terbuka di hadapan mereka. Saat mereka ingin masuk ternyata BT1 dan para kru dari agensi sudah berada di dalamnya dan lift terlihat sesak.
"annyeong haseyo" semua yang ada di lift memberikan salam pada semua yang berada di luar lift. Dan mereka yang berada di luar lift membalasnya dengan membungkukkan bahunya.
"kami akan naik yang berikutnya" ucap Sara pada mereka yang di dalam lift. Kemudian pintu lift tertutup kembali. Beberapa menit kemudian lift kembali terbuka di hadapan mereka dan membawa mereka ke lantai tujuh. Kali ini Jackson menggunakan ruang rapat yang lebih besar ukurannya untuk menampung banyak orang.
Ding..
Pintu lift terbuka saat mereka sampai di lantai tujuh. Mereka berjalan bersama menuju ruang meeting. Allyson dan yang lain memasuki ruang meeting yang di dalamnya sudah ada BT1 dan para kru dari agensi, ada juga Cole dan Rosemary. Allyson belum melihat Jackson dan Alex di ruangan tersebut. Allyson melihat jam tangannya dan meeting masih akan dimulai lima belas menit lagi sesuai jadwal.
Allyson dan yang lain segera menempati bangku kosong yang mengelilingi meja kaca besar. Allyson memilih bangku kosong di seberang para member BT1. Sara, Sam, dan Calie duduk di sebelah kiri Allyson, dan Leigh duduk di bangku kosong dibelakang Allyson.
Sepuluh menit kemudian, Jackson dan Alex memasuki ruangan dan memberi salam pada yang lain. Jackson duduk di bangku di depan layar miliknya, sedangkan Alex memilih bangku kosong di samping kanan Allyson.
"bagaimana kabarmu?" tanya Alex pelan pada Allyson saat ia sudah duduk di samping Allyson.
"sebaik dirimu" Allyson tersenyum dengan khasnya kepada Alex. In Ho yang berseberangan tepat di depan Alex merasa cemburu melihatnya. Tapi In Ho memiliki mental seorang pemenang, ia tidak gentar hanya dengan itu.
"kuucapkan selamat pagi dan selamat datang pada semuanya", semua perhatian langsung tertuju pada Jackson yang berada di depan layar.
"Para kerabat dari agensi yang baru datang tadi malam. Ku harap penerbangan kalian menyenangkan" Jackson membuka dengan ramah dan berwibawa. Kemudian para kru menyambutnya dengan senyum yang ramah dan akrab seperti teman lama yang sudah lama tidak bertemu.
Tok tok tok..
Leigh segera membuka pintu dan mempersilahkan petugas membawa masuk makanan dan minuman. Seorang office girl meletakkan beberapa gelas kopi dan teh di beberapa bagian meja, salah satunya di depan Alex dan In Ho. Office boy yang lain juga meletakkan beberapa piring kue dengan berbagai macam jenis kue berdekatan dengan gelas kopi dan teh.
"silahkan silahkan.. meeting hari ini membutuhkan banyak tenaga, tapi rasanya kita tidak perlu tegang" Jackson mempersilahkan orang-orang yang terlibat dalam meeting untuk mengambil beberapa penganan yang telah disediakan. In Ho dan Tae Yun yang duduk bersebalahan di seberang Allyson mengambil gelas berisi teh di depannya, dan Alex mengambil gelas berisi kopi.
"karena semua sudah hadir, kurasa kita bisa mulai lebih awal. Aku akan persilahkan Cole dan Rosemary terlebih dulu untuk memulai" ucap Jackson. Seorang pria mulai berbicara dengan bahan presentasi yang ada di depan laptopnya. Ia menjelaskan perkembangan yang sudah dikerjakan terkait persiapan konser.
Allyson melihat gelas di depannya tinggal sendiri di depannya. Yang lain sudah mengambil jatahnya masing-masing. Kemudian Ia menengok sedikit untuk melihat isi gelas tersebut yang ternyata berisi kopi, ia mengurungkan niat untuk mengambilnya. Kemudian Allyson kembali fokus pada presentasi. Alex mengambil gelas kopi tersebut dan memberikannya pada Allyson.
"ini untukmu" ucap Alex saat ia meletakkan gelas kopi tersebut di depan Allyson. Sepasang mata menangkap apa yang Alex lakukan tersebut.
"Allyson tidak suka kopi" In Ho reflex mengatakan hal tersebut dengan polos dan santai sambil menunjuk gelas kopi tersebut. Alex memutar kepalanya kearah In Ho dan kemudian menghadap Allyson sambil mengerutkan alisnya dengan wajah bertanya.
"ya.. aku tidak suka kopi" Allyson tersenyum canggung pada Alex. Sara, Calie, dan Sam yang memperhatikan kejadian tersebut tersenyum tipis diam-diam. Kemudian In Ho dengan wajah ramahnya menyerahkan gelas berisi teh hangat yang ia ambil untuknya tadi. Ia meletakannya di depan Allyson berdampingan dengan gelas berisi kopi. Tae Yun yang melihat hal tersebut memberikan gelas berisi teh miliknya pada In Ho.
"anio hyung.. gwenchana, gwenchana" In Ho mengembalikan gelas tersebut ke depan Tae Yun.
"aku akan buatkan lagi" Leigh berdiri karena menangkap kejadian tersebut dan mengerti apa yang sedang terjadi.
"tidak perlu, aku baik-baik saja" balas In Ho
"aku tidak keberatan" Leigh tersenyum dan pergi keluar ruangan untuk memanggil office girl
"1-0" Sara berbisik pelan tapi masih terdengar oleh Allyson dan Sam. Kemudian Allyson menginjak kaki Sara di bawah meja.
"AWW.." keluhan Sara terdengar oleh satu ruangan, kemudian semua mata tertuju pada sumber suara tersebut.
"ya Sara? Ada yang ingin kau tambahkan" tanya Jackson polos. Orang-orang yang berada di dekat Jackson tidak menyadari kejadian yang terjadi di belakang. Hanya beberapa orang di dekat Allyson saja yang menyadarinya.
"aa.. i-itu, itu terdengar sangat bagus Jacks" Sara terbata-bata menjawabnya. Jackson bingung, pun semua orang yang sedang fokus mendengarkan isi meeting. Tapi Sam dan Calie tertawa tipis menganggap hal itu lucu. Kemudian Cole meneruskan presentasinya kembali. Beberapa menit kemudian Leigh kembali dengan seorang office girl yang membawa segelas teh hangat untuk In Ho.
"terimakasih" In Ho membungkukkan bahunya.
Otak Alex sedang mencerna sesuatu saat ini, bukan soal isi meeting melainkan soal Allyson dan In Ho.
**
Alex sedang duduk sendiri di café kantor Allyson. Segelas kopi di atas meja menemaninya saat ini. Ia termenung sambil membuat lingkaran dengan telunjuknya menyusuri bibir gelas. Di pikirannya saat ini penuh dengan sosok laki-laki bernama In Ho.
Sejak pertemuan pertamanya dengan In Ho, selalu timbul rasa resah di hatinya. Dirinya yang mengenal dan berteman dengan Allyson selama bertahun-tahun seperti tidak ada artinya. Tetapi sejak tadi pagi ia merenungkan kembali apa benar selama ini ia mengenal Allyson dengan baik.
"kau butuh ditemani?" suara seorang gadis mengganggu lamunannya saat ini. "atau kau memang ingin melamun sendiri?" Alex memutar kepalanya pada gadis berambut merah di hadapannya.
"Sara.." Alex tersenyum kecil melihat Sara berdiri di hadapannya. Kemudian Sara menarik kursi kosong di seberang Alex
"kau mengharapkan Allyson yang datang daripada aku?" goda Sara sambil tertawa. Alex tertawa miris mendengarnya
"kau sudah pesan?" tanya Alex
"ya" Sara mengangguk.
"kupikir kau sudah kembali ke kantor" tambah Sara
"aku sedang ingin di sini" Alex menggeleng
"ya.. ini tempat kalian berdua bukan?" Sara kembali menggoda Alex. Tapi Alex hanya tersenyum kecil. "kau terpukul sekali sepertinya karena segelas kopi dan teh" tambah Sara
"lucu sekali bukan? kami sering makan bersama tapi aku bahkan baru menyadari sekarang ia tak pernah memesan kopi" Alex tersenyum miring menatap gelas kopinya.
"hey itu hanya masalah kopi. Allyson tidak akan membencimu hanya karena kau tidak tau apa yang tidak ia suka" Sara menenangkan. Pelayan datang untuk mengantarkan pesanan Sara. "terimaksih" Sara tersenyum pada pelayan tersebut.
"kau tidak akan bisa membahagiakan orang jika tidak tau cara memperlakukannya dengan baik" balas Alex
"kau bisa mempelajarinya" balas Sara dengan santai sambil menikmati makanan yang baru tiba. "ada apa denganmu? Bisanya kau lihai soal wanita" goda Sara.
"apa sekarang mereka bersama?" tanya Alex memandangi kopinya dengan wajah muram
"tidak tau.. kenapa kau tanyakan padaku?" Sara mengerutkan bibirnya. Alex diam seribu bahasa.
"ia.. tersenyum seperti itu juga pada In Ho." Tambah Alex
"senyumnya memang selalu seperti itu" ucap Sara
"Aku tidak tau bagaimana perasaan Allyson yang sebenarnya" Alex mulai menyilangkan tangannya di depan dadanya.
"tanyakan saja padanya" jawab Sara santai. Semua masalah adalah mudah bagi Sara. Dan saat ini semua tentang Allyson menjadi rumit di kepala Alex.
**
Alex sedang berdiam di balik kemudi mobilnya. Tanpa melakukan apapun dengan mata yang sedang kosong. Sejak meeting beberapa hari lalu, keresahannya memuncak.
Awalnya ia hanya menganggap In Ho tidak lebih dari sekedar klien Allyson, wajar jika mereka dekat, dan ia tidak ingin berpikir macam-macam. Tetapi sejak Alex mengetahui bahwa In Ho sangat memperhatikan detail-detail kecil mengenai Allyson, hatinya tidak tenang lagi, bahkan hanya untuk tidur dan beristirahat.
Alex fokus menghabiskan waktunya untuk pekerjaan agar ia sedikit mengesampingkan perasaan pribadinya terlebih dahulu. Tetapi saking fokusnya ia bekerja, pekerjaannya menjadi cepat selesai dan tidak tahu lagi apa yang harus ia kerjakan.
Alex membuka handphone nya dan mencari nama Allyson di kontaknya. Kemudian ia menekan tombol hijau untuk meneleponnya. Nada dering berbunyi beberapa kali, kemudian suara Allyson muncul dari seberang telepon.
"hai Alex.." sapa Allyson di seberang telepon
"kau di apartemen?" tanya Alex
"ya, aku baru akan makan malam. Ada apa?"
"kau keberatan jika aku mampir"
"memang kau di mana?"
"dekat dari apartemenmu"
"baiklah.. ke sini saja"
"terimakasih" Alex menutup teleponnya.
Alex turun dari mobil yang memang sudah terparkir di parkiran apartemen Allyson sejak sebelum ia menelepon Allyson. Ia segera memasuki lift yang akan membawanya ke lantai tempat apartemen Allyson. Beberapa menit kemudian ia sampai di depan pintu apartemen Allyson dan menekan bel. Kemudian pintu tersebut terbuka dan Allyson menyambutnya dengan senyum yang sangat Alex sukai.
"cepat sekali kau sampai sini" ucap Allyson dan Alex hanya tersenyum. Allyson mempersilahkan Alex untuk masuk.
"kau sudah makan malam? Karena kau menelepon aku juga menyiapkannya untukmu" ucap Allyson
Mereka berdua menuju meja makan berkapasitas empat orang yang ada di dapur. Di atas meja bundar tersebut terdapat nasi, chicken katsu dan salad sayur. Juga terdapat air putih dan juga jus buah.
"aku hanya punya ini di kulkas" Allyson tercengir memperlihatkan giginya pada Alex, dan dibalas senyuman manis oleh Alex. Tanpa banyak bicara Alex mengambil piring dan nasi, beberapa sendok salad, dan sepotong chicken katsu. Allyson menuangkan air putih di gelas kosong milik Alex.
"kau dari tempat mereka?" Alex membuka perbincangan makan malamnya. Alex dan Allyson menikmati hidangan makan malam sederhana tersebut.
"tidak.. hari ini aku menemani mereka latihan di tempat yang baru. Kemudian aku langsung pulang setelah selesai dari sana"
"apa pekerjaanmu berat menuju konser ini?"
"pada dasarnya tidak. Semua sudah dibereskan oleh agensi, dan bagian event.. dan juga dirimu" cengir Allyson lagi.
"jadi kau benar-benar hanya memenejeri mereka?"
"mm.. kurasa begitu. Aku mempercayakan pada teman-temanku dan pihak yang memang terlibat lebih besar di dalamnya" mereka melanjutkan makan malamnya.
"bagaimana pekerjaanmu? Kudengar kau mendapatkan tender besar lagi ya?" tanya Allyson ceria.
"ya.. segera setelah konser berakhir, fokusku akan langsung ke proyek tersebut" Alex menjelaskan
"kau memang hebat" Allyson memberikan ibu jarinya untuk Alex dan Alex tertawa. Alex menceritakan soal proyek barunya pada Allyson sambil mereka menikmati makanan sampai habis.
Allyson membereskan piring makannya dan piring Alex, ia mencucinya sebentar di washtafel. Kemudian ia kembali ke meja makan. Allyson menuangkan jus mangga di gelas kosong untuk Alex dan dirinya.
"kau sudah sangat dekat dengan mereka ya?" Alex mulai bertanya dengan nada serius. Tapi Allyson tidak menyadarinya
"Calie, Sara, dan Sam juga dekat dengan mereka" jawab Allyson santai sambil menikmati jusnya.
"apa mereka juga tahu apa yang disukai dan tidak disukai oleh Calie, Sara, dan Sam?" seketika tangan Allyson membeku karena mendengar pertanyaan Alex.
"ini.. pasti soal aku tidak suka kopi ya" Allyson tersenyum tipis tanpa menatap ke Alex. Mata Allyson hanya diam dan kosong.
"mungkin itu karena aku sering sarapan bersama mereka sejak tuan Shin kembali ke Seoul", Allyson memaksakan tersenyum dan meletakkan gelas jusnya di atas meja. Tiba-tiba tangan kanan Alex menggenggam tangan kiri Allyson. Allyson terkejut dan melihat wajah Alex
"Ally.. aku menyukaimu" Allyson membeku dengan apa yang barusan Alex katakan. Seluruh tubuhnya mendadak dingin, terutama tangan yang berada dalam genggaman Alex.
"sejak aku berkenalan denganmu, hingga sekarang kau makan malam denganku, aku hanya menatap ke satu orang.. yaitu dirimu" tatapan Alex saat ini mengingatkan Allyson pada mata In Ho. Hanya warna matanya saja yang berbeda.
Allyson diam seribu bahasa, wajah dan tubuhnya membeku, tidak bisa berpikir dan berbicara. Napasnya tercekat di tenggorokan. Penghangat ruangan yang ia nyalakan tiba-tiba seperti tidak berfungsi sama sekali. Wajahnya pucat dan bibirnya bergetar tipis.
Alex melepaskan genggamannya pada tangan Allyson. Saat itu barulah Allyson bisa menghembuskan napasnya.
"kau tidak perlu menjawab sekarang" ucap Alex dan ia mulai bangkit dari kursi makannya.
"maafkan aku membuatmu terkejut. Tapi jika aku tidak melakukannya, aku tau aku akan kehilangan dirimu" Allyson mendongak ke wajah Alex yang berdiri tegak di depannya.
"terimakasih untuk makan malamnya, Ally" Alex tersenyum pada Allyson. "aku harus pergi", Alex meninggalkan Allyson di meja makan sendirian. Bunyi pintu tertutup terdengar di telinga Allyson.
Banyak pikiran yang muncul saat Allyson sudah sendiri di dalam kesunyian apartemennya. Ia perlu mencerna semua ini sendiri.
"Alex.." Allyson menekuk kakinya dan menenggelamkan wajahnya diantara kedua lututnya.
Tbc