Saat Mami pamit ke rumah sakit, Denis memejamkan matanya mencoba untuk tidur. Namun bayangan Syla dan bayinya tercetak jelas dipelupuk matanya, Denis sampai terduduk dibuatnya. Ada rasa sesal dihatinya, akan tetapi rasa cemburu lebih menguasainya. Sudah tahu kalau Denis sangat cemburu jika Alvin berada di dekat Syla, malah tadi melihat mereka berdua tengah berpelukan mesra. Salah Denis juga, seharusnya masuk saja dan mempertahankan Syla tetap di sampingnya. Kecemburuan dan kekecewaan mendengar penuturan Syla yang meminta Alvin pergi dari hidupnya membutakan Denis, ia tidak bisa berpikir jernih. Denis mendengus kasar, ia melompat dari ranjang segera menuju rumah sakit membawa kembali anak dan istrinya kepelukannya. Pak supir sudah siap mengantar Denis, tidak ada penolakan d

