Sepekan sudah Denis menginap di rumah mertuanya, tetapi belum ada tanda-tanda Syla bersedia menemuinya. Justru ia mengkhawatirkan keadaan bayi dan ibunya yang sama sekali tidak keluar kamar selama lelaki itu berada di rumah ini, yang Denis tahu bayi butuh sinar matahari untuk pembentukan tulangnya. Denis memilih mengalah, ia pamit pulang. "Maafkan kami." Ucap Bu Selvi tak enak karena tidak bisa membujuk k*******n hati putrinya, Denis mengangguk maklum. "Aku pamit Pa, Ma." Ucap Denis, hatinya begitu teriris karena tidak berhasil menemui anak dan istrinya. "Hati-hati di jalan." Sesampainya di rumah, Denis langsung menuju ke kamarnya merebahkan tubuh dan pikirannya yang terasa penat. Alih-alih tertidur, kilatan peristiwa yang dialaminya bersama Syla di kamar ini terus berputar di

