Qin Yun Fei duduk tanpa alas di permukaan yang dingin dan lembap, matanya menatap ke luar penjara. Saat ini dirinya sudah dipindah kan ke dalam penjara dengan kaki dan tangan yang masih dirantai.
Qin Yun Fei menatap dingin ke arah penjaga yang kini masih berdiri tegak dan bergerak. Otaknya tengah berpikir bagaimana caranya agar bisa keluar dan membombandir markas besar ini.
“Hei, kau,” Qin Yun Fei memanggil penjaga penjara.
Penjaga penjara segera menoleh dan menatapnya dingin,”Ada apa?, jangan berisik!”
Qin Yun Fei melotot marah,”Aku hanya ingin buang air kecil!, tidak perlu segalak itu!”
Penjaga penjara itu berdecak kesal, kemudian berjalan pergi keluar dari penjara dan kembali membawa botol kosong.
“Ini, kamu bisa membuangnya di sini,” Tanpa wajah berdosa, penjaga penjara itu menyodorkan botol kosong ke arah Qin Yun Fei.
Qin Yun Fei yang melihat ini mengangkat alis kirinya kesal, kemudian dia segera melempar botol kosong itu ke tanah.
“Gila!, aku adalah wanita!. Bagaimana bisa kamu membiarkan aku untuk buang air kecil di situ?” Ujarnya dengan nada marah.
Penjaga penjara itu terkejut saat Qin Yun Fei membuang botol kosong itu ke tanah dengan kasar.
“Kau!, jika bukan karena ketua memintaku untuk menjagamu, aku sudah benar-benar membunuhmu!. Bersyukur lah karena aku sudah mau memberimu botol kosong itu, atau kamu bisa buang air kecil di celana!” Balas Penjaga penjara dengan nada yang sama marah.
Qin Yun Fei tersenyum sinis, kemudian membalas,”Siapa yang peduli dengan perintah ketuamu itu?, jika kamu ingin membunuhku, maka silahkan!. Kamu pikir aku takut?”
Penjaga penjara itu tidak membalas panjang lebar, dia hanya berjalan keluar dengan tatapan merendahkan sambil berkata,”Benar-benar darah keluarga Qin dari kerajaan Kami Fei Ying. Sangat kasar, bahkan wanita seperti pria.”
Qin Yun Fei yang mendengar ini segera mengganti wajah marahnya dengan dingin, matanya samar-samar menjadi biru dan menatap punggung anggota organisasi Shi Ruoli yang perlahan menjauh dengan dingin.
Qin Yun Fei tidak banyak bicara lagi dan segera kembali duduk, menunggu makan siang yang nanti akan datang.
Saat dirinya tengah sibuk terlarut di dalam pikirannya sendiri, Qin Yun Fei dikejutkan dengan pintu penjara yang perlahan terbuka. Segera pandangan mata dinginnya terangkat dan menatap penjaga penjara tadi yang kini sudah kembali datang membawa sepiring makan siang.
“Ini makan siangmu, namun sebelum itu kamu harus bersujud kepadaku!. Jika tidak, aku--,” omongan penjaga penjara itu segera Qin Yun Fei potong,”Jika aku tidak mau?. Apa kamu akan membuang jatah makan siangku, lalu menghina keluargaku?”
Penjaga penjara itu tersenyum sinis,”Sepertinya kamu memang sangat sombong, padahal hanya wanita rendahan. Tidak tahu benar atau tidak kaisar itu membuangmu, namun tetap saja saat ini kamu masih seorang tahanan organisasi kami. Jika masih ingin hidup sampai keluargamu menjemput, kamu harus berperilaku baik dan patuh!”
Belum sempat Qin Yun Fei membalas, suara lain datang memanggil penjaga penjara.
“Saudara Li, kenapa lama sekali?. Kita jadi minum-minum atau tidak?” Pertanyaan itu datang dengan sosok pria lain yang tiba-tiba muncul. Dilihat dari seragam yang dia kenakan sama dengan penjaga penjara yang menjaga sel-nya, sepertinya pria itu juga seorang penjaga penjara biasa.
“Ck, sabar sedikit. Aku masih memiliki urusan dengan wanita menjengkelkan ini!” Balas Penjaga penjara.
Penjaga penjara yang satunya lagi tertawa pelan,”Ayolah, dia hanya seorang tahanan. Lupakan saja, ayo segera pergi. Aku berjanji akan mentraktirmu hari ini!”
Penjaga penjara yang memegang piring makan siang Qin Yun Fei tersenyum tipis,”Baiklah,” Kemudian dia kembali menatap Qin Yun Fei dan melemparkan piring itu ke dekat kaki Qin Yun Fei. Piring itu sudah pasti pecah dengan lauk yang berantakan. Qin Yun Fei mndengus dingin karena dirinya tidak mendapat jatah makan siang hari ini.
Dengan nada mengejek, Qin Yun Fei berkata,”Cih!, siang bolong saja kalian berani minum-minuman keras. Sepertinya organisasi Shi Ruoli tidak mendisiplinkan anggotanya, pantas saja mereka tidak pernah berhasil ‘menguasai dunia’.”
Kedua penjaga penjara itu yang tadi hendak pergi dengan senyum dan tawa segera menghentikan langkah mereka dan menghilangkan senyum serta tawa mereka.
Penjaga penjara yang tadi disapa ‘saudara Li’ itu segera menoleh dan menatap Qin Yun Fei dengan tatapan merendahkan bercampur kesal,”Hei, bisa kamu tutup mulutmu?.”
Qin Yun Fei tersenyum tipis, kemudian membalas,”Kamu telah membuat jatah makan siangku berantakan ditanah, untuk apa aku diam?”
Penjaga penjara yang satunya lagi segera menepuk pundak temannya sambil berkata,”Tidak usah di dengarkan. Mulut keturunan keluarga kerajaan Kami Fei Ying memang tidak ada yang benar. Wajar saja jika dia sangat kasar, dia dan para saudaranya yang lain tidak sempat mendapatkan kasih sayang orang tua, jadi dia tumbuh dengan keras kepala dan tidak tahu sopan santun. Sebaiknya kamu jangan menyentuh wanita ini, ketua sudah melarang.”
Penjaga penjara Li yang mendengar nasihat temannya segera mengangguk pelan, kemudian tertawa dan menatap acuh ke arah Qin Yun Fei,”Benar-benar menyedihkan. Orang tuanya mati saat dia masih sangat kecil. Aku mendengar bahwa Kaisar tua itu yang membunuh para anak-anaknya untuk mempertahankan takhtanya. Entah ada maksud apa sehingga cucuknya masih ia beri izin hidup, tapi mungkin jika mereka sudah sedikit tumbuh lebih dewasa lagi, Kaisar tua itu juga akan membunuh mereka.”
“Ya, benar. Tapi ya aku tidak peduli, keturunan mereka sangat keras dalam mendidik. Wajar jika mereka menciptakan manusia seperti dia. Lagi pula, bukankah nenek moyang mereka adalah seorang kriminal dari kerajaan Dongliar An?. Benar-benar sangat rendahan!. Seharusnya tanah Kami Fei Ying adalah wilayah organisasi kita!” Ujar penjaga penjara yang satunya lagi.
Qin Yun Fei yang mendengar kedua penjaga itu terus menerus memaki keluarganya merasa marah. Wanita itu segera berdiri dari duduknya, hal ini membuat kedua penjaga itu terkejut dan menatap dirinya.
“Aku memberi kesempatan kalian untuk menarik ucapan itu kembali,” Ujar Qin Yun Fei sembari mengangkat pandangannya yang tadi tertunduk. Bola matanya sudah berubah menjadi biru.
Kedua penjaga itu terkejut, tanpa sadar kaki mereka berjalan mundur perlahan.
Melihat tidak ada jawaban dari kedua penjaga tersebut, Qin Yun Fei segera tersenyum dingin. Kemudian berkata,”Aku sudah bosan di sini. Ingin kembali.”
Qin Yun Fei menyatukan kedua tangannya, lalu kemudian memisahkannya kembali.
Krak!.
Suara rantai yang terputus terdengar nyaring, kedua penjaga itu merasa kaki mereka melemas. Qin Yun Fei tidak mempedulikan wajah takut mereka, dirinya segera menunduk dan memutus rantai yang berada di kakinya dengan tangan kosong. Kemudian kembali berdiri tegak dan menatap kedua pria itu.
Qin Yun Fei merentangkan tangan kanannya, lalu kemudian cahaya berwarna biru muncul dan perlahan membentuk pedang yang terbuat dari es. Qin Yun Fei berjalan maju dan menebas kedua kepala penjaga itu.
Splash!.
Qin Yun Fei menatap dingin ke arah leher yang tengah menyemburkan darah. Kemudian berjalan keluar penjara. Para penjara lain terkejut saat melihat Qin Yun Fei keluar, mereka segera mengambil pedang dan menatap Qin Yun Fei dengan waspada.
Qin Yun Fei mengangkat tangan kanannya sambil berteriak,”Chujiu!”
Segera suara burung yang sangat keras terdengar, kemudian muncul burung Phoenix besar berwarna biru dari belakang Qin Yun Fei sembari mengepakkan sayap indahnya.
Para penjaga penjara yang melihat burung Phoenix agung milik Qin Yun Fei segera berlari sekencang mungkin menghindari Qin Yun Fei.
Sementara itu di Istana, seluru anggota kerajaan tengah berkumpul di dalam satu meja yang panjang.
“Ini tekanan aura burung Phoenix Jiejie tertua!” Pekik Qin Yun Yan, adik perempuan ketiga Qin Yun Fei.
Qin Wujing tersenyum tipis,”Sepertinya, Fei’er akan kembali bersamaan dengan tamu-tamu perwakilan kerajaan Luwei Zhing dan Dongliar An,” Kemudian dia melirik Qin Guyin,”Kakek, apa nanti tidak akan membuat para tamu heboh?. Putri kerajaan Kami Fei Ying, tiba-tiba muncul di tengah perjamuan sambil menenteng kepala.”