Duel kakek dan cucuk

1511 Words
Qin Yun Fei berjalan turun dari kursi agung milik kakeknya. Walaupun itu bukan kursi takhta yang sesungguhnya, seperti yang ada di aula kerajaan. Namun, bukankah kursi yang diduduki oleh Kaisar sama penting dan mulia-nya? Qin Yun Fei merentangkan tangan kanannya ke samping, kemudian cahaya berwarna biru muncul dari telapak tangannya dan membentuk pedang! Begitu juga dengan Qin Guyin, pria itu juga melakukan hal yang sama seperti Qin Yun Fei. Namun, warna cahaya dan pedang yang muncul bukan biru langit seperti Qin Yun Fei, warna biru miliknya sedikit lebih gelap. Spush! Trang! Qin Yun Fei dan Qin Guyin melesat maju dan saling membenturkan pedang tenaga dalam mereka masing-masing. Perlahan, pusaran angin muncul di antara keduanya. Hal ini membuat para tamu perwakilan terkejut, kecuali dengan Xiao Feiye, Putra Mahkota kerajaan Luwei Zhing. Sahabat karib Qin Wujing. Qin Junfeng yang ada di lokasi segera jongkok dan meletakkan kedua telapak tangannya di lantai. Segera cahaya berwarna hijau muncul dan membentuk perisai, melindungi para tamu dan yang lain. Kecuali Qin Yun Fei dan Qin Guyin yang sedang bertarung. Qin Yun Fei menggunakan tangan kirinya untuk menembakkan kekuatan dalam kepada Qin Guyin. Walaupun meleset, tetapi serangan itu berhasil membuat Qin Guyin melompat mundur hingga keluar dari paviliun. Qin Yun Fei berlari keluar, namun kedua alisnya menyatu saat tidak melihat Qin Guyin. Qin Yun Fei berusaha tenang, kemudian memejamkan matanya. Saat dia membuka kembali matanya, bola mata miliknya berubah menjadi biru. Qin Yun Fei mengamati setiap letak tanpa terkecuali, saat dia berbalik dan kembali mengamati keadaan di dalam ruangan, Qin Yun Fei melihat aliran kekuatan dalam berwarna biru tua di belakang adik keempat perempuannya. Qin Yun Fei segera berjalan pelan ke arah adik perempuannya, karena Qin Mingxiang berada di dalam perisai hijau Qin Junfeng, hal ini membuat Qin Yun Fei kesulitan untuk langsung menerobos masuk. Dari pada harus meminta Qin Junfeng untuk menghilangkan perisainya, Qin Yun Fei lebih suka langsung menghancurkannya dengan sekali tonjokan! Boom! Karak....krak...prang! Seperti kaca hijau yang pecah, perisai Qin Junfeng hancur dengan sekali pukul oleh Qin Yun Fei! Setelah perisai Qin Junfeng hancur, Qin Yun Fei tersenyum tipis, kemudian berlari ke arah Qin Mingxiang dengan kecepatan luar biasa. Qin Mingxiang yang terkejut melihat kakak keduanya berlari sangat kencang ke arahnya panik, jadi dia segera berjalan mundur sampai menyentuh dinding pilar! "Aku menang, kek!" Seru Qin Yun Fei, lalu setelah itu dia mengangkat tinjunya dan meninju pilar paviliun! Qin Yun Fei menggertakan giginya saat menyadari Qin Guyin berhasil lolos. Sekarang, yang dia dapat hanya kesegeraan hancurnya pilar paviliun! Saat pilar paviliun hendak runtuh, tiba-tiba cahaya kekuatan dalam berwarna ungu merambat masuk dan menahan pilar tersebut. Qin Yun Fei menoleh ke arah pintu dan melihat Qin Wujing berdiri di sana,"Fokus dengan tes-mu, aku akan menjaga semuanya untukmu." Qin Yun Fei tersenyum, kemudian mengangguk,"Terimakasih ba-" Bugh! Tiba-tiba tendangan jitu datang menghantam dirinya, Qin Yun Fei segera terpental ke samping dan jatuh duduk dengan punggung bersandar di dinding paviliun. Dinding paviliun retak karena hantaman tubuh Qin Yun Fei! "Jangan lengah!" Seru Qin Guyin yang kini tiba-tiba muncul di depannya. Darah segar mengalir dari sudut mulut Qin Yun Fei, wanita itu segera berdiri dengan sempoyongan dan mengelap kasar darahnya. "Baiklah, itu salahku. Dan-" Qin Yun Fei menggantung ucapannya. Splash! Bugh! Boom! "Dan lanjutkan!" Sambung Qin Yun Fei. Wanita itu melesat cepat ke arah Qin Guyin secara tiba-tiba. Kemudian membalas tendangan Qin Guyin, lalu dia tambahkan dengan menembak Qin Guyin dengan kekuatan dalamnya. "Sekarang siapa yang lengah?" Qin Yun Fei mengembalikan pertanyaan itu kepada Qin Guyin dengan senyum penuh kemenangan. "Sepertinya kamu." Suara bisikan dari belakang dirinya terdengar, hal ini berpapasan dengan tubuh Qin Guyin yang tadi ditendang menjadi gelas porselen. Qin Yun Fei mengerutkan keningnya, kemudian dia segera berbalik dan menghantamkan tinju! Spush! Qin Guyin menghindari tinju Qin Yun Fei, pria tua itu sekarang berada kembali di belakang Qin Yun Fei setelah wanita itu berbalik. Qin Yun Fei menggertakan giginya,"Arghh!" Teriaknya frustasi. Qin Yun Fei segera mengaktifkan kekuatan dalam ke seluruh tubuhnya. Segera, cahaya berwarna biru langit menyelimutinya. "Kali ini aku tidak akan bercanda!" Ujarnya, kemudian berbalik dan menembakkan aliran es beku yang keluar dari telapak tangannya. Qin Guyin lagi-lagi menghindari serangan cucuk keduanya dengan mudah. Pria itu berlari dengan lincah, padahal umurnya sudah cukup tua. Qin Yun Fei terus menembakkan kekuatan es bekunya kemana pun Qin Guyin lari. Bahkan saat ini, seluruh ruangan hampir diselimuti oleh es. Qin Guyin berhenti sebentar, namun kemudian serangan es Qin Yun Fei kembali datang dan hendak menghantam dirinya. Segera, pria tua itu menonjok serangan Qin Yun Fei dengan tangan kosong! Sampai, es milik Qin Yun Fei hancur berkeping-keping. Setelah menghancurkan es Qin Yun Fei, Qin Guyin segera melesat maju mendekati Qin Yun Fei. Pria tua itu lalu mengumpulkan kekuatan magic-nya di telapak tangan. Pusaran cahaya berwarna biru tua terjadi di telapak tangannya, saat sudah dekat, Qin Guyin segera menghantam Qin Yun Fei dengan itu. Qin Yun Fei segera berbalik, namun saat melihat di belakangnya ada adik kedelapannya, Qin Ruyi, Qin Yun Fei segera mengurungkan niatnya untuk berpindah tempat dan menahan serangan Qin Guyin dengan tubuhnya! Zlinx!! Boom! Seluruh orang yang melihat ini mengepalkan tangannya. "Gila, mereka ini sedang menjalankan tes atau saling membunuh?!" Ceplos salah satu perwakilan Dongliar An. Qin Feiye yang mendengar ceploskan ini tersenyum tipis,"Seperti itu lah mereka, tidak usah dipikirkan." Setelah serangan Qin Guyin berhenti, seluruh asap berwarna putih memenuhi ruangan. Perlahan asap itu memudar, seluruh pandangan mata masih terpaku kepada Qin Yun Fei dan Qin Guyin. Saat asap putih itu benar-benar hilang, mata mereka melihat Qin Yun Fei berdiri memunggungi Qin Guyin. Di depan Qin Yun Fei, ada anak kecil tengah berdiri ketakutan sambil memejamkan matanya. Sepertinya Qin Yun Fei melindungi Qin Ruyi dari serangan Qin Guyin. Mantel merah Qin Yun Fei hancur, bagian punggung pakaiannya juga bolong. Hal ini membuat tanda lahir seperti tato terlihat. Gambar Phoenix tengah merentangkan sayap dan Naga hitam yang mengelilingi Phoenix tersebut sangat terlihat. "Phoenix -- Naga!" Seru seluruh orang setelah melihat tanda lahir Qin Yun Fei. Segera, mereka berlutut ke arah Qin Yun Fei, kecuali Qin Guyin dan Qin Wujing yang hanya tersenyum. Qin Yun Fei tidak mempedulikan semua orang yang kini berlutut ke arahnya, wanita itu berusaha menjaga kestabilan berdirinya agar tidak jatuh. Serangan Qin Guyin yang tadi bukan main-main. "Sudah menyerah?" Tanya Qin Guyin, pria itu berdiri dengan menatap dingin Qin Yun Fei dari belakang. Qin Yun Fei tidak menjawab, dia masih fokus untuk mempertahankan kestabilan tubuhnya. Qin Wujing yang mengetahui apa yang Qin Yun Fei rasakan segera berjalan maju, keningnya berkerut tidak senang dan khawatir. "Yun-" Belum sempat Qin Wujing menyebut nama Qin Yun Fei dengan benar, Qin Yun Fei sudah menyela,"Tetap di tempatmu, ini adalah tes-ku." Qin Yun Fei berbalik, kemudian menatap Qin Guyin,"Lanjutkan!" Qin Guyin tersenyum tipis, kemudian melesat maju dan menendang punggung Qin Yun Fei dari belakang wanita itu. Bugh! Qin Yun Fei lagi-lagi terpental jauh dan menghantam tembok. "Yang mulia! Ini sudah berlebihan!" Seru Qin Wujing, bola matanya sudah berubah menjadi ungu. Qin Yun Fei bersender di tembok yang retak dengan kepala tertunduk. Matanya terpejam, antara sadar dan tidak. Qin Wujing berlari ke arah Qin Yun Fei,"Sebaiknya kamu segera menyerah, ini tidak baik!" Ujar Qin Wujing. Qin Yun Fei tidak menjawab, kepala wanita itu masih tertunduk. "Hanya sampai sini batas kekuatanmu? Aku meragukan keberhasilanmu karena mampu membantai seluruh anggota organisasi Shi Ruoli," Ujar Qin Guyin. "Kakek!" Sentak Qin Wujing. "Diam, Wujing! Aku tidak memberimu izin untuk bicara! Mau sampai kapan kamu ingin memanjakan dia?!" Balas Qin Guyin dengan nada membentak. Qin Wujing menatap sulit ke arah kakeknya, dengan terpaksa dia menutup mulutnya. "Kamu adalah keturunan kerajaan Kami Fei Ying. Ayah dan ibumu adalah seorang petarung yang hebat. Naga dan Phoenix mereka bahkan menjadi legenda! Namun, bagaimana denganmu? Bagaimana dengan Naga-mu? Apa kamu benar-benar keturunan asli?" Ujar Qin Guyin dengan tatapan dingin. Qin Wujing melotot marah ke arah kakeknya saat mendengar ini,"Yang mulia, bagaimana bisa-" Qin Guyin memotong dengan dingin,"Diam." "Ibu dan ayahmu mati di Medan perang. Tubuh mereka hancur, bukankah kamu sendiri yang melihat kepala ayahmu yang tanpa tubuh? Sepertinya mereka sangat kecewa karena memiliki putri yang tidak berguna. Keturunan kerajaan yang tidak bisa mengendalikan hewan agung mereka adalah sampah! Qin. Yun. Fei!" Spalsh! Boom! Tiba-tiba Qin Yun Fei berdiri dan melesat dengan sangat cepat ke arah Qin Guyin. Qin Guyin segera menghindari serangan tiba-tiba Qin Yun Fei. "Aku bukan sampah!" Boom! Qin Yun Fei kembali menonjok lantai paviliun hingga hancur. Qin Yun Fei mengangkat kepalanya, menatap Qin Guyin dengan penuh ambisi dan amarah. Bola mata Qin Yun Fei berubah menjadi merah darah! Itu adalah mata Wei Zhi Zhe Naga Yin! Pandora! Qin Wujing yang merasakan aura dan tekanan Qin Yun Fei bertambah ribuan kali lipat tersentak kaget. "Pandora!" Gumam seluruh orang yang ada di dalam ruangan. Qin Guyin tertawa puas, kemudian berkata,"Bagus! Seperti itu!" Qin Yun Fei mengerjapkan matanya, perlahan tiba-tiba tatapannya menjadi kabur. Tubuh yang tadi terasa sangat dipenuhi aura kekuatan yang dahsyat, sekarang menjadi terasa sangat lemah. Qin Yun Fei perlahan berjalan mundur, kemudian jatuh ke samping. Beruntung Qin Wujing segera melesat ke arahnya dan menangkap tubuhnya. "Qin Yun Fei!" Hanya itu yang terakhir dia dengar, sebelum akhirnya benar-benar hilang kesadaran
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD