Luna mengepalkan tangannya saat Aksa terang-terang mengusirnya dari sini, ia kira Aksa akan membelanya, namun ia salah Aksa malah membela Rania yang jelas-jelas orang baru di hidup Aksa. Luna pun pergi, harga dirinya diinjak-injak oleh Aksa. Padahal tadi ia yakin kalau Aksa akan memilihnya. “Aku akan ingat hari ini Aksa!” tekan Luna pada setiap perkataannya. “Sayang ... jangan gitu,” kata Kalila berusaha membujuk Luna, bahkan ia berdiri untuk menghentikan langkah Luna. Luna tak terlalu mengindahkan perkataan Kalila, entahlah ia sangat yakin pasti Aksa akan mencarinya kelak. “Luna, tunggu dulu,” kata Kalila lagi, berusaha menghentikan langkah Luna. Luna terus saja berjalan tanpa memperdulikan perkataan Kalila yang sedari tadi memanggilnya. “Aksa, cepat kejar Luna,” ucap Kalila

