#25

1837 Words
Hari Jumpa Pers pun tiba, pagi sekali para staf media sudah hadir di aula kampus yang sengaja ditutup untuk umum. Hanya pers saja yang diperkenankan masuk ke dalam aula. Sementara itu di luar aula ada banyak mahasiswa yang berbondong-bondong sedang melakukan aksi demo, membawa spanduk dan juga petisi agar Icha dan Daniel di keluarkan dari kampus. Banyak tulisan kasar yang nampak dari kertas karton yang mereka angkat tinggi-tinggi dengan angkuh dan penuh percaya diri itu. "Jangan percaya hubungan kakak dan adik tiri, dari awal mereka memang dua orang yang saling menyukai... membawa kesialan di kampus kita ini yang disebabkan oleh perilaku incest keduanya, dengan ini kami semua menolak jika Icha dan Daniel masih melanjutkan study di kampus ini!" begitulah penggalan ocehan salah satu mahasiswa yang berbicara melalu megaphone di tangannya. Memang gila, semoga saja setelah konferensi pers berakhir maka tidak ada satu pihak pun yang dipermalukan karena kejadian hari ini. Namun di Indonesia memang sangat unik dan lucu orangnya, warga kampus Elite pun tidak mencari tau lebih banyak sebelum melakukan demo dan melancarkan petisi. Randy dan Pram tiba di tempat itu lebih awal sudah mengambil posisi, kemudian Dinandra dan juga Selena muncul dari belakang panggung. Kedua wanita cantik itu pun mengambil tempat di samping suami mereka masing-masing. Pram mencari-cari sosok Icha yang belum muncul juga ke permukaan. "Icha kemana ya Din...?" tanya Pram kepada Dinandra yang saat itu Namun dijwab oleh Dinandra dengan gelengan kepala, mengartikan bahwa ia pun tidak bisa menemukan Icha di dalam ruangan ini. "Daniel sudah dalam perjalanan kemari." ujar Dinandra segera setelah ia melirik layar ponselnya. Terdapat pesan dari Daniel disana. Dari : Si Tampan Ma, aku sudah mau jalan. Pram menggenggam tangan Dinandra dan tersenyum. "It's okay, mereka pasti akan segera tiba. Dalam hati Dinandra sebenarnya masih bertanya-tanya, apakah benar anaknya memiliki perasaan istimewa pada Icha? Ia tidak habis pikir, sejak awal pertemuan pun Icha terlihat gugup dan canggung pada Daniel. Dinandra mulai menaruh kecurigaan. Jika hal itu tidaklah benar maka para mahasiswa tidak mungkin sampai demo seperti saat ini. "Mas, apa kamu ga merasa kalau anak-anak kita itu beneran saling menyukai?" tanya Dinandra pada Pram. "Jangan berpikir yang tidak-tidak sayang, jika memang mereka saling menyukai maka sejak awal mereka berdua pasti tidak menyetujui pernikahan kita," jawab Pram. "Aku hanya khawatir, aku akan merasa sangat bersalah jika itu memang benar. Artinya... aku telah menghancurkan harapan anak-anak itu," sanggah Dinandra dengan raut wajah penuh sesal. "Sudahlah sayang... jangan memikirkan hal itu lagi, okay?" bujuk Pram. Dinandra menjawab dengan anggukan kecil, kemudian memeluk suaminya itu dengan mesra. Mengusir kegundahan dalam hatinya. Tak lama kemudian Icha muncul bersama dengan Vic. Media mulai fokus mengambil gambar Icha dan juga Vic. Icha naik ke atas panggung dan mengambil tempat duduk tepat di samping Dinadra. "Hai, Ma... Pa... maaf Icha terlambat, bocah itu suka banget mengganggu, dia juga maksa banget pengen ikut kesini," tunjuk Icha pada Vic yang kini duduk di salah satu kursi yang diperuntukkan untuk pers, tepat di depan panggung. "Iya sayang..." jawab Dinandra. "Wah... tante senang banget deh, Icha yang akur ya sama Vic... kalo dia nakal Icha enggak boleh ragu-ragu buat geplak Vic," sambung Selena yang ternyata mendengar keluhan Icha pada anak bungsunya itu. "Eh... iya tante hehe..." Icha tertawa kecil, sebenarnya ia serba salah karena menggibah tentang Vic pada ibunya Vic sendiri. Tak lama kemudian Daniel pun muncul, pria muda itu bergegas naik ke atas panggung dan mengambil duduk di samping Icha. "Hai, Cha!" sapa Daniel kepada Icha yang dijawab gadis itu dengan senyuman bersahabat. Pram dan Randy juga membawa dua orang pengacara kondang yang begitu ahli dalam bidangnya. "Assalamualaikum wr wb, dan selamat siang. Para hadirin yang berada di ruangan ini, pers dan media yang kami hormati. Saat ini telah hadir kedua mahasiswa yang tengah menjadi pembicaraan hangat, Bapak Pram bersama istri selaku wali dari kedua mahasiwa dan juga pemegang saham di yayasan Elite, Bapak Randy bersama istri yang merupakan pemilik yayasan Elite," Moderator yang merupakan salah satu kuasa hukum dari Randy dan Pram membuka kegiatan jumpa pers itu. Randy dan Pram berdiri untuk memberi salam dan sapa pada awak media yang hadir, kemudian keduanya duduk kembali. "Disini kami mengumpulkan kawan-kawan media dengan tujuan untuk mengkonfirmasi kembali terkait masalah berita online yang telah mengait-ngaitkan issue dengan kedua mahasiswa dari Elite University yakni Nona Aruna dan juga Tuan Daniel," lanjut moderator. "Dari kebenaran yang kami ketahui bahwa Nona Aruna Yeorisha adalah putri dari Bapak Pram dan Tuan Daniel adalah putra dari Ibu Dinandra, dan mereka bersaudara tiri, dan diantara keduanya sama sekali tidak terjadi hubungan yang istimewa baik di masa lalu maupu di masa sekarang ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan berbagai interaksi yang tertangkap oleh kamera." Sedetik kemudian sebuah video pun muncul di layar, itu adalah Icha, Daniel dan juga Vic. Mereka bertiga terlibat percakapan pada hari itu. "Video inilah yang saat ini tersebar dan dijadikan bukti bahwa Aruna dan Daniel memiliki perasaan istimewa, yang pada kenyataannya di frame tersebut juga terdapat anak lelaki dari tuan Randy yaitu Victory. Masalah yang terjadi adalah ketika Icha akan pergi bersama dengan Victory namun Danile menahannya dikarenakan Daniel mengira adik tirinya hanya dipermainkan oleh Victory, dan bukan karena adanya rasa cemburu karena hubungan istimewa," jelas sang moderator. Icha dan Daniel saling pandang dan hampir saja meloloskan tawa ketika mendengar penjelasan moderator, Icha menatap Vic yang kini wajahnya bersemu merah di depan sana. "Dasar, kenapa jadi drama banget deh..." gumam Vic sembari menutupi wajahnya dengan kedua tangan lalu beralih memijit dahinya sendiri. "Kesimpulannya, kami mengundang bapak ibu pers dan juga awak media hari ini untuk mengkonfirmasi bahwa berita skandal itu tidaklah benar, dan pihak kami akan mengambil jalur hukum kepada media-media yang telah memberitakan kembali artikel hoax ini. Daftar media dan juga bukti tangkapan layar sudah kami simpan dalam dokumen tuntutan terkait pasal-pasal yang sudah sangat sesuai dengan keadaan yang terjadi saat ini." lanjut sang moderator. "Selanjutny kami mempersilahkan kepada kawan-kawan pers untuk mengajukan pertanyaan." Seorang pers mengangkat tangan lalu mengambil mic. "Jika benar interaksi dalam video itu Tuan Daniel dan Tuan Victory terlibat issue lain seperti yang disebutkan tadi, tolong jelaskan secara detail issue apa yang telah terjadi. Terima kasih," tanya pers dari TV ONE. "Okay, Tuan Victory juga hadir di tempat ini, mohon anda katakan langsung kepada media alasan kalian berseteru saat itu." "Moderator sialan, dia malah menunjuk aku juga untuk angkat bicara," gumam Vic dalam hati. Victory akhirnya berdiri, tubuh tegapnya dan wajah tampannya sangat luar biasa bisa membuat seluruh awak media menaruh perhatian kepada Vic saat itu. "Baiklah... selamat siang, saya adalah Victory Liandra Kim. Disini saya akan menjelaskan alasan Daniel Kang bisa terlibat perang dingin dengan saya. Pertama, saya dikenal sebagai cowok yang bisa dengan mudah mendapatkan hati gadis-gadis. Apa aku terlihat seperti itu?" tanya Vic, pers pun tertawa mendengar pertanyaan Vic. "Maaf... Aku merasa itu benar, aku juga bisa mengetahuinya dengan sekali lihat," ujar seorang pers yang terpesona dengan ketampanan Vic. "Haha, terima kasih," ucap Vic. "Kedua, Daniel kang berpikir bahwa aku akan mempermainkan Icha karena disaat yang bersamaan seorang gadis selalu mengganggu saya," lanjut Vic. Tatapan mata Vic jatuh menusuk tajam ke arah Daniel yang memasang wajah datarnya. "Siapakah gadis itu tuan?" tanya seorang pers lainnya. "Dia adalah mantan tunangan aku, aku tidak bisa menyebut namanya," jawab Vic lalu tersenyum tipis. "Okay kalau begitu, apakah sampai saat ini anda dan Tuan Daniel masih terus berseteru?" tanya pers yang berasal dari SBS channel. Kali ini Daniel mengambil mic dan bersiap untuk menjawab. "Kami tidak lagi berseteru saat ini, karena ternyata keluarga kami cukup dekat dan saya merasa bahwa adik saya Icha juga menyukai pria itu," ujar Daniel sembari melirik ke arah Icha. Icha tersipu malu, ia tak menyangka dramanya akan berjalan jauh seperti ini. "Hei... hentikan, aku akan mengambil jatah sarapanmu mulai besok," Icha merengut. "Apakah itu benar, Nona?" Kini pers balik bertanya kepada Icha. "Ah itu..." Icha tersipu malu, bagaimana ia harus menjawab hal ini, ia tidak tau harus menjawab apa. "Hahaha, maaf putriku memang pemalu, Icha dan juga Vic memang sudah dekat akhir-akhir ini. Bahkan kemarin mereka pergi jalan-jalan ke pantai tanpa mengajak kami..." lanjut Pram. "Jadi apakah Nona Icha dan Tuan Vic memiliki hubungan istimewa saat ini?" tanya salah satu pers. Kini Randy Kim mengambil alih mic, "Hubungan mereka masih berupa teman dekat, namun itu adalah suatu pendekatan bukan?" Kelompok Pers pun mengiyakan perkataan Randy, ada beberapa yang tampak manggut-manggut mendengarkan hal itu. "Saya selaku ketua yayasan Elite memutuskan untuk tidak mengeluarkan Daniel dan juga Aruna, karena pemberitaan itu tidaklah benar." lanjut Randy. "Bagaimana bisa saya mengeluarkan calon menantu kami?" kali ini Selena angkat bicara, dan hal itu berhasil membuat semua awak media menaruh perhatian lebih. Bukan hanya itu, Icha dan Victory membelalak seketika. Tak percaya dengan apa yang sudah mereka dengar. Sementara Daniel hanya memasang wajah datarnya, dia sudah menduga akan ada drama seperti ini dalam konferensi pers. "Ya itu benar, kami sudah merencanakan pertunangan anak kami, Aruna dengan Victory. Bukan hanya karena bisnis, tapi karena kami melihat kedekatan keduanya." lanjut Pram. "Lalu bagaimana dengan tuan Daniel Kang? Apakah anda menyetujui hal tersebut," tanya seorang pers yang tampak tidak percaya dengan apa yang telah ia dengar sejak tadi. Daniel tersenyum. "Tentu saja, lagi pula saya sedang dekat dengan seorang gadis saat ini, dan kenapa saya tidak setuju? Victory Kim sudah berjanji untuk tidak macam-macam jika tidak mau mendapatkan tinju dari saya, benar bukan?" Daniel menatap Vic dengan smirknya yang menawan. Victory membalas tatapan Daniel dengan kekehan tipis. "Okay, bro... aku benar-benar takut." "Baiklah apakah masih ada pertanyaan lain dari kawan-kawan pers?" kali ini moderator kembali mengambil alih. Semuanya bungkam, sampai salah seorang pers mewakili suara keseluruhan. "Sudah cukup tuan." "Melalui kesempatan ini kami juga akan mengumumkan pertunangan putra dan putri kami yang akan dilangsungkan pada bulan depan." ujar Randy. Icha tercengang dibuatnya. "Hah?" Icha menatap Vic yang juga sama tercengangnya dengan Icha saat itu. Di sisi lain Daniel terdiam, ia menatap Randy dengan tatapan tak percaya, tapi respon pers juga sangat dibutuhkan. Randy dan Pram sebisa mungkin harus membuat Pers percaya bahwa tidak terjadi sesuatu di antara Icha dan Daniel. Sungguh diluar dugaan Vic dan juga Icha, mereka juga tidak membicarakan hal ini dulu dengan kedua putra dan putri mereka itu. Sudah pasti Icha dan Vic akan meminta penjelasan setelah ini. Icha dengan cepat mengetikkan pesan kepada Vic. Ke : Victory Kita harus meminta penjelasan dari papa dan mama setelah ini Dari : Victory Tentu saja “Baiklah para hadirin, jika sudah tidak ada pertanyaan lain lagi maka acara jumpa pers akan kami tutup sekarang. Terima kasih atas kedatangannya dan selamat siang.” Segera setelah moderator menutup acara itu, para awak media pun bergegas meninggalkan tempat konferensi itu. Pram dan Randy merasa aman sekarang, keduanya berjabat tangan. Begitu juga dengan Selena dan Dinandra mereka berdua berpelukan atas berhasilnya jumpa pers pada hari ini. Daniel masih setia dengan kursinya, ia mengambil sebotol air mineral di atas meja lalu meneguknya. Kerongkongannya terasa kering setelah menikmati drama yang terasa seret sampai ke kerongkongannya itu. “Niel… jadi siapa gadis itu? tanya Dinandra tiba-tiba. Pertanyaan ibunya itu berhasil membuat Daniel terbatuk dan menyita perhatian Icha yang duduk di sampingnya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD