Icha membuka pintu kamarnya dan menemukan Daniel disana, entah apa yang ingin dibicarakan oleh Daniel namun Icha mengikutinya saja. Daniel duduk di sofa yang berada di depan kamar mereka, ruangan di lantai atas memang memiliki satu set sofa lengkap dengan TV layar lebar dan segala alat elektronik pendukungnya. Ruangan itu merupakan tempat Icha menonton drama korea bersama dengan Bik Yati.
Icha memilih duduk di sisi lain sofa itu, ia mengambil remote lalu memilih chanel TV yang sedang menayangkan drama korea terbaru yang sedang on going.
“Ada apa Niel?” tanya Icha ketika kedua manik mereka bertemu pandang.
Daniel berdehem pelan. “Aku cuma mau nanya, semalam kamu pulangnya sama siapa? sama jam berapa?” tanya Daniel.
Pertanyaan Daniel langsung disambut dengan tatapan heran oleh Icha, gadis itu merasa aneh saja. Buat apa menanyakan hal yang tidak penting seperti itu, otak Icha yang lumayan peka itu akhirnya menaruh kecurigaan.
“Pulangnya sama Vic jam sebelas malam. Memangnya kenapa, Niel?” jawab Icha.
Daniel menoleh ke arah Icha ketika nama Vic disebut oleh bibir gadis itu. “Si Victory? Aaah ok. Kalo gitu aku masuk ke kamar lagi ya… bye!”
“Okay…” jawab Icha masih dengan ekspresi kebingungan yang terpancar dari raut mukanya.
Sesampainya di dalam kamar, Daniel malah semakin putus asa. Entah kapan dan dimana Daniel bisa bertemu dengannya lagi. Gadis dengan indentitas yang tidak Daniel ketahui.
-
Lima belas menit kemudian bel pintu rumah Icha berbunyi. Bik Yati yang membukakan pintu hanya bisa terperanjat saking tampannya sosok yang berdiri di hadapannya.
“Siapa ya?” tanya Bik Yati.
Vic tersenyum. “Saya temannya Icha, Bik. Kita ada janji pergi keluar hari ini…”
“Oh, iya Den… silahkan masuk dulu ga apa-apa… oiya nunggunya di atas aja,” ujar Bik Yati sambil menunjuk ke arah tangga.
Vic pun menurut, pemuda itu naik ke lantai atas dan betapa terkejutnya ia melihat Icha yang malah santai sambil menonton drama korea.
“Cha! Bukan maen… aku udah dateng jemputin kamu loh ini, malah belom mandi…” Kesal Vic lalu merebut remote TV.
“Loh! Loh! Yaaaa… kok dimatiin,” protes Icha.
“Mandi sendiri… atau mau aku aja yang mandiin?” tanya Vic dengan sudut bibirnya yang terangkat.
“Jangan ngadi-ngadi ye, Vic… mungkin sekarang ga berlaku, tapi nanti aku bakal geplak kamu pas di depan,” ancam Icha.
Segera setelahnya, Icha langsung pergi ke kamar mandi, ia meninggalkan Vic yang sedang menunggu di luar sana. Vic juga memperhatikan pintu kamar satunya yang tertuliskan Daniel.
“Ternyata mereka sudah tinggal serumah,” gumam Vic.
Lima belas menit kemudian Icha pun selesai mandi dan dandan, gadis itu keluar dari kamarnya dengan menggunakan set blazer dengan kaus berwarna putih di dalamnya, sangat cukup membuat Vic terpana untuk beberapa saat. Icha pun mendahului Vic, gadis itu lebih dulu turun diikuti oleh Vic dari belakang.
Icha menemukan Dinandra yang sedang memasak, gadis itu pun pergi menghampiri untuk meminta izin keluar rumah bersama dengan Vic.
“Maaa, aku mau pergi nonton sama Vic,” kata Icha.
“Oke, Swetty… jangan lupa makan sama jangan kemaleman ya pulangnya,” jawab Dinandra lalu mencium pipi Icha.
“Siap Ma, bye Ma… Assalamualaikum…” ucap Icha.
“Wa’alaikumsalam,” jawab Dinandra setengah berteriak agar supaya Icha dapat mendengarnya, karena Icha sudah berlarian menuju keluar.
Mereka berdua naik mobil Vic, kali ini mobil sport berwarna hitam. “Tunggu… ini bukannya mobil yang nabrak itu kan?” tanya Icha.
Vic mengangguk, “Iya benar… sudah dari minggu lalu mobil ini selesai diperbaiki, cuma skrg sukanya naik motor sih…”
Icha keheranan lagi dan lagi, buat apa punya mobil tapi maunya malah naik motor? Mana sekarang masih musim penghujan. Maksudnya Vic bagaimana sih? Masih tidak mengerti.
“Loh? Ada apa? Kenapa ngeliatin aku terus? Suka ya?” tanya Vic lalu cengengesan karena berhasil menggoda Icha.
“Heran aja sih, kok punya mobil tapi maunya motoran…” jawab Icha.
“Lebih enak motoran, biar bisa bonceng kamu…”
tukas Vic lalu melajukan mobilnya menuju ke bioskop.
Icha sibuk melihat poster-poster film yang sedang viral, ia sedang memilih film yang harus ia coba sekarang. Akhirnya Icha menemukan film yang cocok yaitu film No Time To Die yg naik daun sejak september tahun 2021 kemarin.
Kini mereka sedang duduk untuk menonton , lengkap dengan cemilan popcorn caramel ala Bioskop dan juga minuman cola.
Ketika jalannya film sudah hampir mencapai akhir, Vic tiba-tiba memanggil nama Icha.
“Cha…”
Icha yang merasa terpanggil itu pun menoleh. Ia malah mendapati Vic yang memakai topeng monster yang begitu menyeramkan. Icha ingin berteriak saat itu juga namun bibirnya disumpal oleh Vic dengan tangannya sampai ngos-ngosan.
“Heh! Gila kamu ya… ngapain sih bawa-bawa ginian? Kayak anak kecil tau nggak?” marah Icha.
-
Sementara itu di sebuah kamar yg mewah, seorang gadis tampak sedang serius di depan komputer miliknya. Gadis dengan rambut panjang bergelombang lengkap dengan kacamata anti radiasi bertengger di hidungnya yang mancung. Ia sedang mengetikkan sebuah berita besar yang akan segera diterbitkan olehnya malam nanti.
Monica livia, gadis cantik, super sexy, rambut badai, anak seorang konglomerat yang sukses. Dia adalah mantan tunangan Victory. Namun pertunangan itu telah batal sejak mereka berumur 16 tahun. Tepatnya mereka menjadi pasangan yang bertunangan selama 3 bulan.
Victory memaksa untuk membatalkan dikarenakan ia belum ingin terikat dengan apapun, dan Vic tau jika semua hanya untuk kelancaran bisnis.
Gadis itu teringat kejadian sehari yang lalu di Golden Tower, ia menemukan Aeros Daniel di ranjang yang sama dengannya pada pagi hari. Aeros Daniel adalah pria yang sudah menghabiskan malam bersamanya, dan bukanlah Victory.
Semua bermula ketika ia juga ikut dengan orang tuanya ke pesta pernikahan Pram dan Dinandra. Gadis itu terus memperhatikan Vic dari kejauhan, dan tanpa disadari ia sudah minum melebihi toleransi alkoholnya. Hal itu membuat Monic tidak bisa mengenali orang dengan jelas. Gadis yang begitu terobsesi pada Victory itu pun mengira bahwa Daniel adalah Vic, sehingga ia mau saja ikut pergi ke bar untuk minum lebih banyak.
Monica Livia tidak bisa memungkiri Daniel adalah Pria yang tampan, bertubuh bagus, gentle, dan juga perkasa. Namun satu informasi tentang Daniel telah bocor ke tangan Monic, dimana Daniel memanggil nama Icha ketika ia sedang memeluk Monic. Hal itulah yang membuat Monic kembali ke kesadarannya, melihat keadaan dimana ia bukan sedang bersama dengan Vic melainkan pria lain.
Monic memilih untuk segera pergi dari kamar itu sebelum Daniel terbangun. Ia tidak mempermasalahkan lagi mengenai kesucian yang sudah diberikannya pada pria selain Victory. Ia hanya ingin segera pergi sebelum Daniel mengetahui bahwa yang bersama dengannya malam itu adalah orang lain.
“Ya benar, alangkah bagusnya jika Daniel tidak mengetahui siapa gadis yang bersama dengannya malam itu,” ucap Monic lalu mematikan komputernya.