Rencana Penuh Misteri

2107 Words
##### Setelah acara lamaran dan seserahan selesai. Keluarga Kiranti menjamu Erick dan Pak Toyo makan malam. Karena hari telah gelap, maka Erick dan Pak Toyo pun menginap di rumah sederhana Kiranti. Ada 3 kamar di sana. Kamar Pak Suroso dan Bu Siti Aminah. Kamar Kiranti dan Kamar Andi adik Kiranti. Saat ini Andi berasa di kota S karena melanjutkan pendidikan di sana. Saat ini Andi adalah siswa kelas XI salah satu SMU di kota S. Karena tidak ada air panas seperti di apartemen ataupun hotel. Terpaksa Kiranti merebus air panas untuk Erick mandi. Mana bisa Erick mandi air dingin. Beda dengan yang lainnya mandi air dingin walaupun hari telah gelap. Beda pula dengan di tempat Erick. Kamar mandi yang ada di rumah Kiranti hanya berdindingkan terpal plastik hitam. Dengan penerangan lampu seadanya kalau malam. Awalnya Erick ragu untuk menggunakan kamar mandi. Tetapi karena sudah gerah dan badan terasa lengket oleh keringat. Mau tidak mau, Erick mandi dengan fasilitas seadanya tersebut. Malam itu mereka bercengkerama sampai dirasa cukup untuk segera beristirahat. Waktu akan tidur awalnya Pak Toyo memilih beristirahat di mobil. Tapi Pak Suroso meminta Pak Toyo menggunakan Kamar Andi yang ukuran paling mini dibanding kamar lain. Hanya ada 1 lemari kecil dan kasur lipat di Kamar tersebut. Pak Suroso dan Erick akan tidur di kamar Pak Suroso. Sedangkan Kiranti dan bu Aminah tidur di kamar Kiranti. Erick sempat menawar agar dapat tidur bareng Kiranti di kamar Kiranti. Tentu saja Pak Suroso menolak keras. Walau sudah lamaran tapi kan belum nikah. Tentu saja belum boleh sekamar. Belum tahu dia kalau Erick dan Kiranti beberapa hari ini sudah seranjang. Kalau tahu pasti marah. Untungnya Kiranti dan Erick memilih merahasiakan masalah tersebut dari Pak Suroso. Erick yang sudah mulai terbiasa tidur dengan Kiranti. Malam itu menjadi gelisah dan sulit tidur. Cukup lama barulah ia terlelap. Hari minggu pagi. Erick bangun di jam seperti biasa. Jam 6 pagi. Kiranti sudah bangun lebih awal. Sedang mempersiapkan sarapan pagi bersama Bu Aminah. Air panas pun sudah direbus. Kiranti sudah tahu si Om pasti meminta air panas untuk mandi. Dasar orang kaya. Mandi saja manja. Pak Toyo dan Pak Suroso sudah bersiap siap dan sedang berbincang di teras depan. Erick segera mandi. Sesudahnya langsung bergabung untuk sarapan. Erick terkaget ketika melihat hidangan yang tersedia untuk sarapan. Nasi beserta lauk pauk. Seperti makan siang atau makan malam. Kebiasaan di desa Kiranti memang sarapan seperti itu. Hal ini karena mereka butuh energi lebih ketika bekerja di kebun. Rencana mereka setelah sarapan, akan berangkat bersama ke Kota S. Koper berisi uang dan tas berisi perhiasan dimasukkan ke mobil. Rencana akan ditabung dan disimpan di Bank kota S oleh Pak Suroso. Terlalu riskan disimpan di rumah. Memang hari ini hari minggu jadi uang dan perhiasan baru bisa disetor keesokan hari. Erick memang bisa membuat Bank buka kapan saja. Tapi itu hanya untuk nasabah VIP saja. Ayah Kiranti tentu saja tidak termasuk nasabah VIP. Jadi Ayah dan Ibu Kiranti akan menginap di hotel dulu. Sekalian melepas rindu kepada Andi putra mereka. Sementara Erick dan Kiranti akan pulang ke kota J dengan pesawat jam 3 sore yang diperkirakan tiba kota J jam 3 sore juga. Ini karena adanya perbedaan waktu kota J dan kota S. Sampai di kota S, mereka segera menuju tempat kos Andi. Kiranti dan orang tuanya melepas rindu. Lalu Andi pun berkenalan dengan Erick. Tentu saja Erick memperkenalkan diri sebagai calon kakak ipar Andi. Andi menerima dengan senang hati. Setelah berbincang sejenak. Mereka melanjutkan dengan makan siang. Selanjutnya berangkat ke bandara. Keluarga Kiranti ingin mengantarkan Erick dan Kiranti sampai bandara. Turun di Bandara kota S, Erick dan Kiranti berpamitan. Tidak lupa Erick memberikan sebungkus amplop coklat yang berisi uang kepada Pak Suroso sembari berpesan itu untuk biaya hidup sehari hari. Kemudian juga memberikan amplop coklat untuk Pak Toyo sebagai uang terima kasih karena telah mengantarkan Erick dan Kiranti selama di Kota S. Tidak lupa Andi pun dapat sebagai biaya sekolah, kos dan lain lain. Mereka akan pulang ke kota J. Sementara keluarga Kiranti akan menginap di kota S. Walau sedih meninggalkan desa nya lagi. Kiranti juga bahagia akan segera mengarungi hidup baru di kota J dengan status yang lebih jelas. Setidaknya sekarang ini dia adalah calon istri si Om karena sudah dilamar. Tinggal menunggu realisasi dari si Om untuk menikahinya. Kiranti enggan menanyakan dan menyerahkan sepenuhnya kepada si Om. ##### Ketika tiba di apartemen Erick, hari telah sore. Erick membuka laptop dan memeriksa beberapa dokumen yang masuk ke emailnya. Sementara Kiranti sibuk membuka jendela dan pintu balkon kecil. Tersadar dia melihat beberapa jemuran yang lupa dia angkat sewaktu bergegas pulang ke desa nya. Hanya celana santai dan 2 helai celana dalam si Om. Segera dia mengambil celana santai si Om. "Om tolong ambil sendiri dalaman Om di jemuran. Kemarin lupa angkat nih." teriak Kiranti. "Ambilin dong." sahut Erick "Dak mau. Om ambil sendiri deh." balas Kiranti yang malu mengambil dalaman si Om. Si Om pun menuju balkon hendak mengambil dalamannya. Ketika melihat dalamannya. "Wew dalamanku kok dijadikan bendera beberapa hari. Kamu suka ya sama dalamanku?" goda si Om. "Enak aja. Aku lupa angkat kemarin. Nanti aku cuci lagi." jawab Kiranti. Kiranti pun bergegas hendak mandi. Sementara Kiranti mandi. Si Om kembali berkutat dengan laptopnya. Seketika terlintas di benaknya untuk iseng. Segera dia bangkit dari duduknya dan menuju pintu kamar mandi. Layaknya seorang pencuri dia mendorong pintu kamar mandi pelan pelan. Hingga terbuka celah kecil Kemudian menyibak tirai plastik. Kini dia dapat melihat pemandangan indah dalam kamar mandi. Ah ternyata si Om mengintip Kiranti mandi. Terpesona dia melihat tubuh polos Kiranti. Sementara Kiranti tidak sadar si Om mengintipnya sedang mandi. Tanpa sadar 'Adik' si Om pun bangun dari tidur dan mengeras. Jantung si Om berdetak kencang. Tangan dan kakinya sedikit gemetar. Takut tidak sanggup mengendalikan diri, si Om segera menutup tirai dan pintu kamar mandi. Segera kembali mengerjakan dokumennya. Dengan d**a yang berdegup tidak karuan. Nah si Om nakal juga ternyata. Erick mencoba mengerjakan dokumennya kembali. Tapi dia tidak bisa fokus. Bayangan tubuh polos Kiranti terus menari nari di benaknya. Berulang kali dia menepuk pipi dan kepalanya untuk mengusir bayangan tersebut. Kiranti yang selesai mandi tidak menyadari apa yang dilakukan si Om tadi. Karena tidak bisa fokus mengerjakan dokumen, Erick memutuskan untuk mandi. Di dalam kamar mandi, kembali terbayang apa yang disaksikan Erick tadi. 'Adiknya' kembali bangun. Terpaksa Erick pun ber'solo karir' menuntaskan hasratnya. Salah siapa ngintip tanggung sendiri resikonya. Selagi si Om berkutat di kamar mandi. Kiranti mulai memasak untuk makan malam. Pilihannya ikan goreng dan tumis sayur buncis. Ikan yang masih keras karena beku telah direndam dalam air sebelum dia mandi tadi. Walaupun sudah direndam cukup lama ternyata ikan belum melunak. Kiranti memutuskan untuk menyapu dulu. Si om yang selesai buang hajat. Melanjutkan pekerjaannya kembali. Setelah menyapu dilanjutkan mengepel lantai. Selesai mengepel lantai, Kiranti memeriksa rendaman ikan. Dirasakan ikan sudah cukup lunak Kiranti pun mulai meracik bumbu. Karena tidak ada batu gilingan. Kiranti menggunakan mixer untuk meracik bumbu. Ikan dibaluri dengan bumbu racikan. Dibiarkan dulu bumbu meresap. Kiranti segera memotong buncis, bawang putih dan bawang merah. Dia pun menumis buncis dulu. Setelah itu baru menggoreng ikan. Erick yang mencium bau masakan pun tergoda untuk makan. Rasa lapar pun terbit. Hidangan pun tersaji. Kiranti segera mengambilkan nasi dari rice cooker. Dua piring nasi pun tersaji bersama hidangan yang baru dimasak Kiranti. Erick membayangkan seperti sepasang suami istri yang makan malam bersama. Langsung makan dengan lahap dengan hati berseri seri. Selesai makan Erick kembali melanjutkan kerjaannya. Kiranti membereskan meja, lalu membersihkan peralatan makan dan peralatan dapur. Beres semua. Diambilnya HP yang tadi dia charge. Melakukan video call kepada Pak Suroso. Saat ini Pak Suroso menggunakan HP baru yang dibeli menggunakan uang pemberian Erick. Andi adik Kiranti juga membeli HP baru. Semua demi kelancaran komunikasi. Bukan bermaksud aji mumpung dari pemberian Erick. HP lama Kiranti dan Andi sudah tidak begitu layak untuk dipakai. Hanya nomor kartunya saja yang dipergunakan ke HP baru. Pak Suroso terlihat tersenyum sumringah dalam video call. Kiranti memberi kabar mereka telah sampai di kota J. Dan minta maaf karena terlambat memberi kabar disebabkan oleh HP nya yang kehabisan baterai. Pak Suroso dan Bu Aminah tidak mempermasalahkan yang penting Kiranti menghubungi mereka. Puas bertukar kabar. Kiranti mengganti sprei ranjang. Kemudian memutuskan istirahat lebih dulu. Soalnya si Om masih berkutat dengan pekerjaan. Pekerjaan si Om selesai 30 menit kemudian. Merapikan semua dan mematikan lampu. Menghidupkan lampu tidur. Si Om pun naik ke ranjang. Dilihatnya Kiranti telah terlelap nyenyak. Menggeser tubuh perlahan lahan. Lalu memeluk Kiranti secara perlahan. Setelah merasa posisi nyaman. Si Om pun memejamkan mata. Wangi dan hangat tubuh Kiranti menjadi semacam obat tidur buat si Om. Terbukti si Om langsung terlelap tidak lama setelah itu. Mungkin juga karena capek perjalanan dan pekerjaan. ##### Fajar menyingsing Kiranti terjaga. Dia merasakan beban berat di perutnya. Ternyata tangan si Om melingkar di perut memeluknya. Kiranti yang kesal menepis tangan tersebut dan bangun. Erick terjaga karena tepisan itu. "Ada apa?" tanyanya. "Jangan peluk diam diam dong." hardik Kiranti kesal. "Berarti boleh terang terangan." balas Erick. "Tidak boleh juga." sahut Kiranti. Erick acuh saja dan melanjutkan tidurnya. Aktivitas pun kembali berjalan seperti biasanya. Hanya saja Erick kembali dikejutkan dengan sarapan pagi ala desa. Nasi putih dan lauk pauk. Persis makan siang atau makan malam. Erick yang tidak terbiasa dengan sarapan nasi dan lauk pauk, kembali hanya makan sekadarnya. Lalu bersiap berangkat ke kantor. Tidak ada drama minta cium karena si Om takut dicium sandal. Kiranti pun melakukan aktivitas pekerjaan rumah seperti yang biasanya. Bedanya kali ini cucian lebih banyak. Karena pakaian kotor dari sekembalinya ke desa ditambah sprei ranjang yang dia ganti semalam. ##### Di kantor. Erick menanyakan jadwal kerja ke Rina. Lalu masuk ke ruangannya. Memeriksa dokumen di meja. Bosan dia pun memainkan HP. Berseluncur di situs belanja online. Timbullah niat iseng dia pun mencari darah tiruan. Selagi Erick berselancar di situs belanja online. Bayu mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Erick. "Sedang apa sih? Asik kali dengan HP mu." tanya Bayu. "Lagi nyari darah tiruan. Ada perlu nanti." jawab Erick. "Rick aku mau nanya. Itu gadis kemarin kamu ajak pulang ke desanya. Apa yang kamu lakukan sama dia?" tanya Bayu. "Aku lamar ke orang tuanya." jawab Erick santai. "Gila kamu Rick. Papa dan mama tahu?" tanya Bayu. "Belum. Rencananya besok atau lusa aku mau ke rumah utama memberi tahu mereka." jawab Erick. "Begitu." balas Bayu. "Aku akan menikahi Kiranti secepatnya. Mungkin bulan depan." ujar Erick. "Serius kamu Rick!? Apa tidak terlalu cepat?" tanya Bayu. "Tidak. Aku merasakan sesuatu yang membuatku ingin dekat dengan dia." jawab Erick. "Baiklah. Semoga sukses." balas Bayu. Bayu pun meninggalkan ruangan. Sepeninggal Bayu. Erick kembali berselancar di situs belanja online. Setelah memesan darah tiruan. Erick mencari obat tidur dan memesannya. Dia menggunakan jasa di mana barang dikirim hari itu juga. Dan dikirim dengan alamat kantor. Puas hati dia pun kembali fokus ke pekerjaannya. 2 jam kemudian telepon intercom Rina memberitahu salah satu pesanan tiba. Erick meminta dibawakan ke ruangannya. 1 jam berikutnya pesanan kedua tiba. Cepat juga nih situs belanja online. Erick sangat puas dengan kecepatan layanan situs belanja. Dia pun membuka kedua paket. Sesuai dengan pesanan. Kedua pesanan dimasukkan ke saku jas. Sambil membayangkan dan memikirkan langkah langkah selanjutnya. Dia pun tersenyum penuh misteri. Siang sampai sore dihabiskan Erick seperti biasanya di kantor. Meeting dengan klien jam 2 siang sampai jam 4 sore. Pembahasan hasil meeting dengan klien bersama Bayu dan Dion. Dion adalah asisten pribadi kedua Erick. Adik kandung Bayu. Nama lengkapnya Dion Purnomo. Lebih muda 4 tahun daripada Erick dan Bayu. Punya wewenang yang hampir sama dengan Bayu. Hanya saja hasil akhir semua pekerjaannya memerlukan persetujuan Erick. Sedikit beda dengan Bayu yang beberapa pekerjaannya memiliki kewenangan tanpa perlu persetujuan Erick. Tidak semua memang karena Erick tetap pemegang kewenangan tertinggi. Sebenarnya Dion dipersiapkan sebagai asisten pribadi dari Feryanto Wijaya Gunawan adik Erick yang akan segera lulus kuliah tahun ini. Feryanto biasa dipanggil Yanto berusia 22 tahun. Selesai pembahasan hasil meeting dengan klien. Erick pun pulang. Jamuan makan malam untuk klien diserahkan kepada Bayu dan Dion. Malam ini Erick berencanakan menjalankan aksinya. Tetapi sulit dilaksanakan.Tidak ada kerjaan karena semua sudah diselesaikan di kantor sebelum pulang. Dia pun hanya berbincang dengan Kiranti setelah makan malam sambil menonton televisi yang isinya aplikasi streaming film dan drama. Ini yang menjadi kegiatan Kiranti setelah beres beres rumah dan makan siang. Erick menanyakan kebutuhan Kiranti sambil terus mencari celah melancarkan rencana penuh misteri. Tidak berhasil mendapatkan celah, dia pun menyerah malam itu. Memutuskan istirahat tidur lebih awal. Kiranti masih menonton streaming drama Korea di televisi. Setengah jam lebih kemudian baru menyusul si Om untuk tidur. Kiranti sedikit takut diam diam dipeluk si Om lagi waktu tidur. Jadi dia memastikan si Om tertidur lebih dahulu. Barulah dia menyusul tidur.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD