#####
Pagi harinya. Ada kejadian yang membuat Kiranti berdegup kencang. Bangun dari tidur tanpa sengaja tangannya menyentuh sesuatu yang terasa keras di bawah sana. Buru buru dia menarik tangannya. Bangkit ke posisi duduk di atas ranjang. Dia menyibak selimut yang dipakai. Untuk melihat apa yang ada di bawah sana. Biasanya si Om tidur menyamping. Entah kebetulan pagi ini si Om dalam posisi tidur terlentang. Rupanya yang keras itu 'menara monas' si Om yang lagi berdiri gagah di pagi hari menyembul tinggi dari balik celananya. Buru buru Kiranti menutup kembali selimut. Dan berniat turun dari ranjang untuk melakukan aktivitas sehari hari seperti biasa.
'Dedekku' bangun tuh. Mantap kan? terdengar suara si Om.
Padahal mata si Om masih terpejam. Kiranti malas menanggapi. Padahal jantungnya sudah seperti atlet berlomba lari.
Kamu suka ya sama ' dedekku' sampai dipegang segala? tanya si Om lagi dengan mata masih terpejam.
Rupanya si Om merasakan sentuhan tangan Kiranti yang tidak disengaja tadi. Wajah Kiranti memerah tapi tidak tahu harus berkata apa.
Tidak kamu pegang saja 'dia' bangun. Apalagi kamu pegang. Tanggung jawab dong. goda si Om yang membuka matanya kali ini.
Tidak mau. Kan 'dia' bangun sendiri tadi. Aku tak sengaja nyentuh kok karena baru bangun. sahut Kiranti mendongkol.
Ini si Om menggodanya kok menyerempet ke arah m*s*m. Bahaya nih batin Kiranti.
Tetap saja butuh pertanggung jawaban. goda si Om lagi.
Aku potong deh tuh 'dedek' biar tidak bangun lagi. sahut Kiranti.
Erick pun diam. Melanjutkan tidurnya yang masih ada beberapa menit sebelum jam 6. Sementara Kiranti melanjutkan aktivitas sehari hari seperti biasa. Jam 6 Erick bangun dan melakukan aktivitas seperti biasanya. Mandi dan sarapan pagi sebelum berangkat ke kantor. Sebelum Erick berangkat ke kantor. Kiranti meminta izin keluar untuk membeli sayur dan bahan lauk pauk. Karena stock di kulkas yang sudah hampir habis. Erick pun memperbolehkan asal tidak jauh dari apartemen. Erick pun memberikan solusi belanja di supermarket online kalau tidak menemukan warung atau penjaja sayur keliling di sekitar apartemen.
Erick berpesan bahwa akan pulang sedikit lebih lambat. Dan meminta Kiranti tidak perlu masak hari ini. Untuk makan siang Kiranti boleh memesan online. Sedangkan untuk makan malam Erick akan membeli dahulu sebelum pulang ke apartemen dari kantor. Sebenarnya Erick bisa pulang seperti biasa. Tapi dia ingin menjalankan rencan misteriusnya.
Hari itu Erick bekerja seperti biasa. Ada jadwal penandatanganan kontrak jam 2 siang. Semua diselesaikan dengan lancar. Tidak ada kendala berarti. Di apartemen waktu makan siang. Kiranti yang melihat ada sisa 1 piring nasi dan sedikit sayur sarapan pagi. Memutuskan untuk menggoreng telur dadar saja sebagai tambahan lauk. Jam 6 sore menjelang malam. Erick menelepon Kiranti untuk menanyakan makanan yang diinginkan Kiranti malam ini. Kiranti pun meminta ayam goreng KFC. Sudah lama dia tidak makan makanan tersebut. Sejak lulus SMU sampai sekarang. Erick menyanggupi sambil tersenyum licik. Rencananya akan segera dapat dilaksanakan. Sebenarnya Erick telah selesai bekerja jam 5 tadi. Tapi dia menunggu sampai jam 6.30 baru pulang. Semua demi melancarkan rencana nya. Dalam perjalanan pulang Erick singgah di gerai KFC. Dia memesan 1 paket ayam combo untuk Kiranti dan 2 paket chicken burger untuknya sendiri. Menunggu sebentar pesanan datang. Segera membawa makanan dan minuman ke mobil.
Sampai di mobil dia memasukkan obat tidur berbentuk bubuk ke dalam minuman Kiranti. Senyumnya semakin mengembang. Membayangkan rencana jahatnya akan segera terlaksana. Dia pun melajukan mobilnya pulang ke apartemen.
Setelah turun dari mobil. Dari parkiran apartemen dia terus berusaha tenang. Ada rasa gugup tapi harus dia kendalikan agar rencana tidak berantakan. Tiba di depan apartemen dia menenangkan diri sejenak. Melihat jam tangan. Sudah jam 8 malam. Kiranti pasti sudah lapar. Erick pun masuk ke dalam apartemen nya. Kiranti segera menyambut si Om yang baru pulang kerja. Erick menyodorkan pesanan Kiranti.
Kamu makan dulu saja. Aku mau mandi dulu. pinta Erick.
Sambil meletakkan chicken burger ke atas meja. Kemudian mengeluarkan minuman yang merupakan paketnya dan memasukkan ke dalam kulkas.
Satu langkah telah berhasil. Hanya tinggal memastikan Kiranti meminum minuman yang telah dicampur obat tidur. Erick pun berlalu untuk membersihkan diri setelah mengambil pakaian ganti.
Selesai mandi, Erick melihat Kiranti sedang makan dan minum dengan lahap. Makanan dan minumannya sudah hampir habis.
Enak? tanya si Om berasa basi.
Enak Om. Om mau? tanya Kiranti balik.
Aku ada chicken burger 2. Kamu mau? tawar si Om.
Sudah kenyang Om. Ini ayamnya 2 potong sih. tolak Kiranti yang sudah merasa kekenyangan.
Kiranti pun menghabiskan nasi dan ayamnya. Serta meneguk habis minumannya. Kiranti pun pergi menggosok gigi setelah makan. Sementara si Om makan chicken burger nya sambil menanti reaksi obat tidur bekerja.
Selesai menggosok gigi, Kiranti mengeluh pusing. Dia pun mengganti piyama tidur di kamar mandi. Langsung tertidur setelah berada di atas ranjang. Erick menghabiskan chicken burger dan minumannya sambil melihat keadaan Kiranti. Semua berjalan sesuai perkiraannya. Setelah makan. Dia membersihkan gigi. Dan waktunya beraksi.
Setelah memastikan Kiranti benar benar terlelap di bawah pengaruh obat tidur. Si Om mulai melepaskan satu per satu pakaian tidur Kiranti. Dimulai dari kemeja tidur, celana panjang, br* kemudian celdam. Selama melepaskan pakaian Kiranti, jantung Erick berdegup kencang. Tangan dan kakinya terus bergetar gugup. Setelah selesai dia menarik nafas panjang menenangkan diri. Tertegun dia menyaksikan tubuh polos Kiranti yang sedang terlelap. Hasratnya naik seketika. Sebisa mungkin dia menahan n*fs* nya. Dia pun melepas pakaiannya sendiri sampai polos tanpa busana. Kemudian memposisikan Kiranti sedemikian rupa. Lalu dia pun mengambil darah tiruan yang disembunyikannya. Memecahkan 2 kapsul kemudian meneteskan ke dekat daerah inti Kiranti. Setelah itu dia bergegas ke kamar mandi ber'solo karir' menuntaskan hasratnya yang sudah berada di puncaknya. Keluar dari kamar mandi tanpa membersihkan 'juniornya' yang sudah tenang. Naik ke atas ranjang. Mengambil darah tiruan 1 kapsul dan meneteskan ke 'juniornya'. Kemudian menutup tubuh Kiranti dan dirinya dengan selimut. Memposisikan tubuh dan tertidur.
Selagi tidur Erick mengalami mimpi basah. Menyembur dekat paha Kiranti dan membasahi sprei ranjang.
##Keesokan paginya##
Hampir jam 6 pagi. Kiranti yang terjaga merasakan keanehan. Tubuhnya sedikit dingin. Dia pun dapat merasakan selimut dan sprei langsung di kulit tubuhnya. Berpaling ke sebelahnya. Si Om tertidur tapi kok sepertinya t*l*nj*ng d*d*. Terkaget Kiranti segera mengintip ke bawah selimut dan tersadar dia tidak menggunakan busana. Terlihat bercak darah di daerah inti dan sprei. Juga terasa c**r*n lengket yang mulai mengering di pahanya. Segera dia mengusap c****n tersebut dengan telapak tangannya. Lalu melihat telapak tangan tersebut. Emosinya memuncak. Segera dia memukul d*d* si Om dengan tangannya.
Bangun br*ngs*k. Cepat bangun. Apa yang kamu lakukan padaku? teriak Kiranti penuh emosi.
Si Om terbangun akibat pukulan dan teriakan Kiranti. Setelah kesadaran terkumpul. Dia tersenyum cengir. Sementara Kiranti semakin marah dan mulai menangis.
Kita habis kuda kudaan semalam. Enak banget. Serasa di langit ketujuh. kata Erick.
Tidak begini caranya Om. Om bisa nikahin aku dulu. Kemudian meminta baik baik. Saya pasti rela. Kalau begini saya tidak rela. Saya tidak ikhlas. teriak Kiranti dengan marah dan kembali menangis.
Si Om tertawa dalam hati karena berhasil mengisengi Kiranti. Erick turun dari ranjang dengan tubuh polos mengambil pakaian Kiranti dan memberikan ke Kiranti.
Sudah terlanjur. Sekarang pakai dulu pakaianmu. Nanti aku n*fs* lagi kalau kamu masih polos begitu. kata si Om sambil mengambil pakaiannya di lantai. Kiranti segera memakai pakaiannya di balik selimut.
Aku bisa jelaskan nanti. kata si Om sambil memakai pakaiannya.
Hampir selesai memakai pakaian mereka. Tiba tiba pintu apartermen terbuka. Seorang wanita paruh baya dan seorang pemuda memasuki apartermen. Keempatnya kaget. Suasana pun hening sejenak. Si wanita paruh baya segera mengeluarkan hp dan menyambung video call ke seseorang.
Hallo ce. Kabar baik nih. Si awen baru selesai kuda kudaan sama cewek. kata si wanita paruh baya.
Apa maksudmu? tanya suara wanita dari dalam hp.
Nih lihat. kata wanita paruh baya sambil memutar layar HP menghadap Erick dan Kiranti yang masih terdiam.
Tunggu... aku bisa jelaskan ini Ai. jelas Erick yang maju hendak merebut hp dari tangan wanita paruh baya.
Tapi si pemuda segera menghalang langkah Erick.
Bagus itu. Akhirnya doaku terkabul. terdengar suara wanita dari dalam hp.
Minggir Hui. Jangan halangi aku. teriak Erick kepada A Hui.
Jaga dia. Jangan sampai kabur. Aku segera ke sana. terdengar lagi suara sayup sayup dari hp.
Wanita paruh baya yang dipanggil Ai oleh Erick adalah tante Erick. Adik dari Mamanya Erick. Bernama Farah Wijaya. Sedangkan pemuda yang dipanggil A Hui adalah adik sepupu Erick. Anak dari Ai Farah. Dengan nama Antony Wijaya Halim. Sedangkan wanita yang ditelepon oleh Ai Farah sudah jelas adalah cece dari Ai Farah. Sarah Wijaya mama dari Erick.
Saat ini Erick terjebak oleh situasi yang dia buat sendiri. Makanya Om jadi orang jangan suka iseng. Kena karmanya sekarang. Apa yang ditabur itulah yang dituai. Erick sedang menuai hasil keisengannya semalam.
Tidak ada apa apa kok Ai. Ini semua hanya iseng. jelas Erick.
Main kuda kudaan sama cewek kamu bilang iseng. Kamu jelaskan sama mamamu nanti. tegas Ai Farah.
Ini tidak seperti yang terlihat Ai. Kami tidak main kuda kudaan. Erick berusaha menjelaskan.
Kiranti masih duduk di sudut ranjang sambil menangis. Selimut tersibak memperlihatkan pemandangan di atas sprei.
Itu darah perawan dan c****n sp*rm* gimana? Bukti sudah jelas masih menyangkal. Kita tunggu mamamu sebentar lagi dia sampai. kata Ai Farah.
Itu... ucap Erick tapi segera dipotong Ai Farah.
Diam kamu. Tunggu dan jelaskan pada mamamu saja. kata Ai Farah.
Suasana pun hening. A Hui alias Antony berjalan ke meja makan dan meletakkan bungkusan yang dipegangnya. Sebenarnya tujuan Ai Farah pagi pagi datang ke apartermen Erick adalah untuk mengantarkan Lontong Medan buatannya. Ai Farah memang sering mengantarkan makanan untuk sarapan pagi Erick. Terutama bila dia menginap di apartermen A Hui yang berada di lantai 18 gedung itu juga. Tidak heran bila pagi pagi buta dia sudah berada di apartemen Erick. Dan dia bisa masuk karena tahu password apartermen Erick. Erick lupa akan hal itu.
Erick kembali berusaha menjelaskan tapi ditolak dan disuruh diam oleh Ai Farah. Dia diminta menjelaskan pada mamanya Erick saja. Erick pun hanya diam membayangkan kemarahan Mama. Belum lagi Kiranti terus menangis tidak mau ditenangkan. Apalagi didekati oleh Erick. Tidak sampai 30 menit dari dihubungi melalui video call. Mama Sarah tiba. Bukan wajah marah yang terlihat. Tapi senyum bahagia yang terpancar ke mana mana. Dan bukan Erick ataupun adiknya atau juga A Hui yang dia hampiri duluan. Melainkan Kiranti. Langsung dia peluk dengan hati senang. Sementara Kiranti yang semakin menangis. Akhirnya bersuara.
Dia memp*rk*s* saya. Dia taruh obat tidur di makanan saya. teriak Kiranti sambil menunjuk Erick. Mama Sarah langsung menatap ke arah Erick dengan tatapan marah. Seakan meminta penjelasan dari Erick tanpa berkata. Erick menelan ludah. Sedikit ketakutan mendengar ucapan Kiranti dan melihat tatapan mamanya. Tapi langsung memberanikan diri.
Ini tidak seperti yang terlihat. kata Erick.
Tolong jelaskan darah perawan dan c***** sp*rm* di atas ranjang. perintah Mama Sarah.
Itu darah palsu. Saya tidak melakukan apa apa sama dia. jelas Erick.
Noda sp*rm* itu bagaimana? tanya Mama Sarah lagi.
Tidak tahu sepertinya aku mimpi basah semalam. Sungguh aku tidak melakukan hubungan s*x sama dia. jelas Erick sejujurnya.
Dalam posisi ini memang sulit menjelaskan yang sebenarnya. Salah sendiri suka iseng.
Semuanya terdiam cukup lama. Erick sudah tidak mampu menjelaskan lebih lanjut. Walaupun dia sudah memperlihatkan sisa sisa kapsul darah palsu yang di dalam botol yang belum digunakan. Sedangkan Ai Farah dan A Hui diam karena lebih memilih jadi penonton saja tanpa niat ikut campur. Kiranti diam karena marah dan sedih. Entah mana yang benar dari ucapan si Om. Tetap saja keisengan ini merugikan Kiranti. Mama Sarah terdiam karena sepertinya harapannya belum terkabul. Mama Sarah pun akhirnya mengambil keputusan terlepas dari apapun perkataan Erick.
Kamu nikahi gadis ini segera. Kamu sudah melihat tubuhnya yang seharusnya hanya dilihat oleh suaminya kelak. Kamu juga sudah tidur bersamanya. Dimana seharusnya dia hanya tidur dengan orang yang dia panggil suami. Walau kalian belum berhubungan badan. Mama tidak mau tahu menahu. Kalian nikah hari minggu ini juga. kata Mama Sarah panjang lebar seperti ceramah.
Tapi Ma. Erick maunya bulan depan. kata Erick mencoba mengulur waktu pernikahan.
Tidak ada tapi tapian. Mau nunggu hamil dulu baru nikah? Hari minggu ini juga kalian nikah. perintah Mama Sarah tegas.
Tangis Kiranti sudah mulai reda. Keadaannya sudah lebih tenang. Mama Sarah pun menanyakan nama Kiranti. Kiranti pun memperkenalkan diri kepada Mama Sarah, Ai Farah dan A Hui.
Kiranti Lestari. kata Kiranti.
Nama yang bagus. puji Mama Sarah.
Saya Sarah Wijaya. Mama dari Erick. Panggil saja Mama. kata Sarah kemudian.
Saya Farah Wijaya. Tante dari Erick. Panggil saja Ai Farah atau Ai saja juga boleh. kata Ai Farah dengan ramah.
Saya A Hui atau Anthony Wijaya Gunawan. Boleh panggil A Hui atau Toni. Sepertinya kita seumuran. Saya 22 tahun. kata A Hui memperkenalkan diri.
Kak A Hui lebih tua. Saya baru 19 tahun. kata Kiranti menjelaskan usianya.
Bagus. Sudah cukup umur. Bisa langsung saya nikahkan dengan Erick. kata Mama Sarah.
Jangan panggil kakak. Panggil Koko A Hui saja. pinta A Hui.
Kamu salah Hui. Dia panggil kamu A Hui saja. Dia Tua So mu mulai sekarang. Kamu wajib manggil dia A So atau Tua So. celetuk Mama Sarah.
Tua So adalah panggilan untuk kakak ipar perempuan terbesar. A So adalah panggilan untuk kakak ipar perempuan.
Iya. Maaf So. Saya yang salah terbalik manggil. kata A Hui meminta maaf kepada Kiranti.
Erick hanya jadi kambing congek mengikuti perbincangan mereka. Sedikit kesal dia bermaksud menyuruh Mama, Ai dan sepupu agar pulang dari apartermen nya. Dia menganggap masalah sudah selesai. Tapi belum sempat dia bersuara. Mama Sarah duluan bersuara.
A Wen, kamu mandi dulu. Kiranti kamu makan dulu lontong. Setelah A Wen selesai mandi, kamu mandi. Ikut mama pulang ke rumah. perintah Mama Sarah.
(Hayoo lu Om. Tidak boleh berduaan lagi sama Kiranti di apartermen. Memang enak?)
Setelah melakukan semua perintah Mama Sarah. Erick dan Kiranti pun bersiap mengikuti Mama Sarah. Awalnya Kiranti hendak mengambil koper dan memasukkan pakaiannya. Tapi dilarang oleh Mama Sarah.
Nanti kita singgah shopping di butik Ai mu. kata Mama Sarah.
Akhirnya mereka pun berangkat ke rumah Mama Sarah hanya dengan pakaian di badan serta barang seperlunya.