Sidang Ala Mama Papa

2140 Words
##### Dalam perjalanan ke rumah Mama Sarah. Erick beberapa kali mencoba menghindar dengan beralasan ingin berangkat kerja. Tapi Mama berhasil melarang Erick berangkat kerja. Dan menyuruh Bayu menghandle kerjaan Erick. Mama akan membawa Kiranti dan Erick menghadap sang Papa, Budiman Gunawan. Untuk merundingkan langkah berikut dari tindakan Erick yang ketahuan oleh mereka. Erick akhirnya hanya pasrah setelah segala upaya menghindarnya gagal. Sampai di rumah Mama Sarah. Papa Budi telah menunggu di depan pintu rumah. Seperti seseorang yang menunggu tamu penting tiba. Pagi Pa. sapa Erick. Tapi tidak diacuhkan oleh Papa. Malah si Papa lebih fokus menunggu seseorang. Mama yang baru turun dari mobil. Langsung dihampiri oleh Papa. Mana mantu kita? Aku penasaran nih. tanya Papa kepada Mama. 'Eh aku dikacangin nih' batin Erick. Bentar lagi juga turun. Tunggu saja. jawab Mama. Kiranti pun turun tidak berselang lama. Papa pun memperhatikan Kiranti sejenak. Kiranti segera membungkuk hormat. Kemudian memperkenalkan diri. Selamat pagi Paman. Nama saya Kiranti Lestari. sapa Kiranti. 'Boleh juga nih pilihan Erick' batin Papa. Manggut manggut sejenak. Giliran Papa memperkenalkan diri. Pagi juga. Saya Budiman Gunawan. Papa dari Erick. Panggil saja saya Papa. kata Papa. Iya Pa. balas Kiranti. Ayo masuk. ajak Papa. Mereka pun masuk ke dalam rumah. Papa dan Mama mempersihlakan Kiranti duduk. Kemudian memanggil asisten rumah tangga. Asisten rumah tangga segera datang menghampiri. Mama pun berpesan untuk dibuatkan minuman. Sementara Erick meminta roti oles selai untuk sarapan. Perlu makan juga kamu Wen? tanya Papa. Perlulah Pa. Aku belum sarapan. Langsung dipaksa ke sini. jawab Erick. Siapa suruh kamu bikin kehebohan pagi pagi. balas Papa. Bukan Awen yang bikin heboh. Tapi Ai Farah tuh. Kalau dia tidak ke apartermen Awen harusnya tidak ada keributan ini. sahut Erick mencoba mengalihkan kesalahan pada Ai Farah. Jadi maksudmu tindakanmu benar? Kalau tidak ketahuan kamu bisa sesuka hatimu gitu? Bagus ketahuan sama Ai mu itu. Kalau tidak mau jadi apa kamu. tanya Papa dengan nada tinggi. Jadi viral pengusaha muda tersukses menghamili anak gadis orang di luar nikah, Pa. jawab Erick santai seolah tanpa salah. Pletak. Hasilnya sebuah pukulan mendarat di kepala Erick. Erick mengaduh kesakitan sambil mengelus kepala yang terkena pukulan Papa. Memang bukan pukulan keras. Tapi efeknya cukup terasa. ## Bukan itu yang Mama ajarkan selama ini ke kamu Wen. Kamu membuat Mama kecewa. timpal Mama Sarah. Maaf Ma. Awen hanya bercanda. ucap Erick meminta maaf. Asisten rumah tangga datang membawa minuman dan roti pesanan Erick. Setelah meletakkan di atas meja, dia permisi meninggalkan ruang tamu. Erick memakan sarapannya buru buru. Setelah selesai Erick makan. Mama Sarah kembali mulai mengintrogasi. Sudah berapa lama kalian tinggal bersama di apartermen? tanya Mama Sarah. Kurang lebih seminggu Ma. jawab Erick. Kalian tidur seranjang selama itu? tanya Mama menginterogasi. Iya Ma. Tapi kami hanya tidur bersama saja kok. Tidak pernah berhubungan badan. Tanya saja Kiranti kalau tidak percaya. jawab Erick mencoba meminta dukungan Kiranti. Mama berbalik menatap Kiranti. Tatapannya seolah meminta jawaban dari perkataan Erick. Benar begitu Kiranti? tanya Mama. Kiranti yang sedari tadi hanya diam memperhatikan pun gelagapan ketika mendadak ditanya. Ehhhh. Oh iya benar kok tante eh Mama. jawab Kiranti gugup. Kiranti kemudian menarik nafas panjang untuk mengusir kegugupan. Sementara Mama dan Papa terus menatapnya. Jelaskan selengkapnya Kiranti. Jangan setengah setengah tidak jelas. titah Mama dengan tegas. Begini tante eh Ma. Selama ini kami memang tidur bersama tanpa berhubungan badan. Hanya sesekali si Om meluk aku. Sampai tadi malam. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku mengantuk setelah makan malam dan tertidur. Aku curiga si Om memberi obat tidur di makananku. Selanjutnya aku tidak tahu apa apa lagi. Sampai pagi ketika Ai Farah tiba di apartermen. jelas Kiranti kepada Mama dan Papa. ### Papa dan Mama berbalik menatap Erick alias Awen. Tatapan tajam meminta penjelasan dan tatapan marah sebagai reaksi perkataan Kiranti. Aweenn!!!! Jelaskan apa yang kamu perbuat semalam? teriak Mama dengan marah. Erick menelan ludah. Lidah dan mulut terasa kelu. Menenangkan diri cukup lama. Tidak ada apa apa Ma. Semalam itu hanya keisengan saja. Saya tidak melakukan apa apa pada Kiranti. Dia masih suci kok. Darah itu hanya darah tiruan. Kan Awen sudah kasih lihat kemasannya. jelas Erick. Bagaimana dengan noda sp*rm* di atas ranjang? tanya Mama. Erick mimpi basah Ma. jawab Erick. Ada noda sp*rm* juga di paha belakangku. timpal Kiranti meminta penjelasan juga. Bagaimana itu Wen? Kenapa ada c**** sp*rm* mu di paha Kiranti? Kamu melakukan 'p*tt*ng' di tubuhnya tanpa seijin dia? tanya Mama. Sumpah Ma. Tidak ada p*tt*ng. Murni mimpi basah saja. Mungkin nembak ke pahanya. jawab Erick. Baiklah Mama percaya. Tapi kamu membuka pakaiannya dan melihat tubuhnya kan? tanya Mama. Iya Ma. jawab Erick jujur. Mama mau kamu tanggung jawab. Kamu nikahi Kiranti hari minggu ini. perintah Mama. Hari minggu depan saja ya Ma. Kalau minggu ini terlalu dekat waktunya. Sisa 3 hari buat persiapan tidak cukup Ma. pinta Erick. Papa setuju dengan Awen. Minggu depan saja. Terlalu terburu buru nanti hasilnya tidak bagus. potong Papa. Baiklah kalau begitu. setuju Mama. Jadi kami nikah hari minggu depan? tanya Kiranti memastikan. Iya. jawab Papa dan Mama bersamaan. Keadaan pun hening sejenak. Semua sibuk dengan pikiran sendiri. Sampai pada Mama membuka suara. Kalau boleh Mama tahu kalian sudah saling kenal berapa lama? tanya Mama. Satu minggu Ma. jawab Erick diikuti oleh anggukan kepala Kiranti. Hahhh jadi kalian tidur bersama sejak baru saling kenal? tanya Mama tidak percaya. Iya Ma. jawab Erick. Sementara Kiranti hanya menunduk malu tidak mampu berkata apapun. Kenapa bisa begitu? tanya Mama yang semakin penasaran. Kiranti tidak punya tempat tinggal Ma. jawab Erick. Memangnya darimana Kiranti? Bisa sampai tidak punya tempat tinggal? tanya Mama lagi. Dari desa **** Ma. Kiranti dijual ke klub malam. Om Erick yang kemudian membeli Kiranti dari sana. jawab Kiranti jujur sebelum Erick sempat menjawab duluan. Maksudmu kamu wanita pengh*b*r? tanya Mama yang kelihatan tidak suka tapi tetap tenang. Belum Ma. Om Erick membeli saya sewaktu saya akan dijual ke pelanggan. Jadi saya masih perawan sampai sekarang. Kecuali kalau Om Erick mengambilnya tadi malam. jawab Kiranti seadanya. Oh begitu. Jadi Awen menyelamatkanmu begitu? tanya Mama lagi. Iya Ma. Om Erick menyelamatkanku malam itu. jawab Kiranti. Kok kamu manggil Awen Om? Bukan ko Erick? tanya Papa tiba tiba. Senang sih manggil dia Om, Pa. jawab Kiranti jujur. Oh gitu. Ya sudah suka kalian saja. kata Papa. Sebenarnya si Om sempat ngantar aku pulang ke desaku. jelas Kiranti. Lah kenapa balik sini lagi? Awen tidak rela mulangin kamu ke desa? tanya Papa. Ya balik lagi lah Pa. Dia tidak rela aku pulang. Langsung main lamar sama orang tua ku. jawab Kiranti. Kamu terima? tanya Mama. Iya Ma. Makanya aku balik lagi ke sini sama si Om. jawab Kiranti. Kok kamu mau terima lamaran Awen? Kan kalian baru saling kenal. tanya Mama. Habisnya selama ini si Om baik sama aku. Cuma tadi malam kebangeten tuh si Om. jelas Kiranti. Mungkin karena sudah melamar kamu dan kamu terima. Maka dia berpikir bisa sesuka hatinya. ucap Papa. Mungkin Pa. balas Kiranti. Tapi Mama curiga masa dia hanya menel*nj*ngi kamu semalam. Secara laki laki pasti naik n*fs* nya. ucap Mama. Ma, Awen sudah jelaskan berulang kali. Masa masih tidak percaya. Ya sudah Kiranti kita buktikan kamu masih perawan. kata Erick. Kemudian Erick menarik tangan Kiranti agar ikut bersamanya. Yang jelas Kiranti langsung protes tidak terima. Kita belum nikah Om. teriak Kiranti. Jangan sembarangan kamu ya Wen. teriak Mama. Coba kalau kamu berani Wen. kata Papa datar namun tegas. Erick pun tidak jadi melanjutkan aksinya. Hanya diam saja. 3 lawan 1 tentu saja tidak menguntungkan Erick. Sudah ada keputusan yang diambil. Maka Erick pun dipersilahkan berangkat ke kantor. Bedanya kali ini Papa ingin ke kantor juga untuk melepas kangen. Berangkatlah mereka berdua. ### Sementara Kiranti ditinggal di rumah bersama Mama. Kiranti merasa bosan karena tidak ada aktivitas yang bisa dia lakukan di rumah utama ini. Dengan jumlah asisten rumah tangga yang banyak. Belum lagi larangan sang Mama untuk calon menantunya. Menyebabkan Kiranti hanya bisa berbaring di kamar atau duduk di sofa ruang tamu. Tentu saja di rumah ini Kiranti mendapatkan kamar sendiri. Kamar yang ukurannya bahkan jauh lebih besar daripada apartermen si Om yang dia tempatin selama ini. Rumah dengan kamar dan fasilitas selengkap ini. Tapi kok si Om milih tinggal di apartermen ya, batin Kiranti heran. Selesai makan siang. Mama Sarah mengajak Kiranti mengunjungi butik Ai Farah. Ketika sampai Kiranti tertegun. Sebuah butik yang besar dan mewah berlantai 3. Di lantai 1 merupakan stand branded lokal dengan harga yang masih terjangkau khalayak ramai. Lantai 2 merupakan stand branded luar negeri middle class. Untuk dapat masuk ke lantai 2 diperlukan minimal member card silver. Sedangkan lantai 3 merupakan stand branded luar negeri high class dan sebagian merupakan barang limited edition. Diperlukan minimal member card gold untuk masuk lantai 3. Sedangkan barang limited edition terdapat di sebuah ruangan di lantai 3 dan perlu member card black gold agar bisa masuk. Selain menerima titipan dari brand lain. Ai Farah juga memproduksi brand pakaian sendiri. Dan pabriknya berasa di lokasi lain. Sedangkan untuk produksi pakaian pesanan khusus dilakukan di gedung belakang butik ini. Ai Farah sendiri yang langsung menyambut kedatangan Kiranti dan Mama Sarah. Sebab Mama Sarah sudah memberitahukan akan datang sebelumnya. Tentu saja dia antusias menyambut kedatangan calon istri keponakannya dan juga cece nya. Tujuan utamanya adalah mau ngerumpi sama cece nya mengenai kejadian tadi pagi. Dan bertanya kabar baik apa yang akan segera terjadi. Ayo masuk Kiranti. Oh ya boleh pinjam KTP mu? ajak Ai Farah. Kiranti tidak banyak bertanya, segera mengambil KTP dari dalam tas selempangnya. Kemudian mengangsurkan kepada Ai Farah. Ai Farah menerima kemudian memberikan ke karyawannya sambil berkata. Arisa. Buatkan member card black gold atas nama yang tertera di KTP ini. Arisa sang karyawan menerima KTP sambil setengah membungkuk. Baik Bu. kata Arisa. Kemudian berlalu menuju sebuah ruangan. Lita, kamu temani nona cantik ini. Kemana saja dia mau melihat lihat di butik ini. kata Ai Farah kepada Lita. Lita karyawan lain di butik tersebut, segera menganggukan kepala tanda mengerti. Kemudian dia mulai menemani Kiranti. Kiranti yang masih bingung melihat tempat yang besar tersebut malah hanya diam tertegun. Lita yang sudah sangat ahli melayani customer menawarkan Kiranti ke lantai 3 butik tersebut. Bagusnya kita ke lantai 3 saja Non. Banyak barang bagus di sana. tawar Lita. Mereka pun menuju lift untuk naik ke lantai 3. Sementara Ai Farah dan Mama Sarah mulai asik merumpikan hasil perundingan keluarga Gunawan tadi. Gimana ce? Apa tanggapan Ce Hu? tanya AiFarah. Pasti marahlah. Dasar tuh anak sesuka hatinya saja. jawab Mama Sarah. Jadi gimana hasilnya? Kapan aku dapat kartu undangannya? tanya Ai Farah sambil mengawasi kerjaan karyawannya. Pastinya dinikahkan. Rencananya hari minggu depan. Hari minggu ini tidak terkejar. Masalah resepsi belum dibahas. Soalnya Bapak anak tuh buru buru ke kantor. Tumben suamiku pingin ke kantor. Dulu saja ngeluh capek melulu. jawab Mama Sarah. Halah paling takut omelanmu Ce. Hahahaha... tawa Ai Farah. Enak aja. Kapan aku pernah ngomel ngomel? protes Mama Sarah. Cece lupa kalau ada masalah pasti suami cece yang kena omel. kata Ai Farah mengingatkan Mama Sarah. Iya sih tapi itu kan kalau ada masalah saja. balas Mama Sarah. Memangnya kejadian tadi pagi bukan masalah. tegas Ai Farah. Pantasan Papa mau kabur ke kantor batin Mama Sarah. Setelah tersadar oleh ucapan adiknya. Kita ke kantorku di lantai 3 saja Ce. Capek berdiri di sini terus. ajak Ai Farah. Mereka pun menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai 3. Sementara di lantai 3. Kiranti dan Lita dihadang oleh karyawan di lantai 3. Mereka menanyakan member card Kiranti. Kiranti yang baru pertama kali ke butik ini tentu saja tidak punya. Karena kartunya masih dalam proses pembuatan. Kiranti dilarang masuk ke lantai 3. Lita mencoba menjelaskan bahwa Kiranti adalah tamu khusus Bu Farah. Dan Lita diminta menemani Kiranti. Tetapi karyawan lantai 3 tidak percaya. Perdebatan pun terjadi dengan pendapat Lita melawan pendapat karyawan lantai 3. Tiba tiba pintu lift terbuka. Farah dan Sarah yang baru tiba, sedikit bingung dengan kejadian di lantai 3. Ada apa ini? tanya Ai Farah. Ini Bu. Lita mau membawa customer tanpa member card gold keliling lantai 3. jawab karyawan yang menghadang Kiranti dan Lita. Lita. Kamu sudah menjelaskan sama Puspa perintahku tadi? tanya Ai Farah. Sudah Bu. Tapi Kak Puspa tetap melarang kami masuk. jawab Lita. Puspa.!!. Benarkah yang dikatakan Lita? Dia sudah mengatakan bahwa customer ini adalah tamu khusus saya. Kenapa kamu masih melarang? tanya Ai Farah dengan datar dan tenang. Maaf Bu. Saya kira tadi Lita berbohong. jawab Puspa yang mulai ketakutan. Puspa mulai hari ini kamu ditempatkan di lantai 1. Lita akan menggantikan tempatmu di lantai 3 ini. perintah Ai Farah. Di saat bersamaan, Arisa datang ke lantai 3. Menyerahkan KTP Kiranti dan member card black gold kepada Ai Farah. Ini kartu Black Gold dan KTPnya Bu. Permisi Bu, saya kembali ke lantai 1 dulu. kata Arisa. Puspa yang tersadar akan kesalahannya hanya bisa menyesal. Segera dia meminta maaf dan turun ke lantai 1 yang akan menjadi tempat barunya bertugas.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD