Penebusan Kiranti

1592 Words
Terpesona oleh mata Kiranti yang indah dan wajah cantik yang hanya dengan sedikit riasan. Erick termenung dalam lamunannya. Hanya menatap diam Kiranti yang sedang ditarik oleh kedua pengawal. Sedangkan Kiranti terus meronta dan berteriak memohon dengan suara yang terdengar sayup. Teman- teman Erick yang ada di dalam ruang pribadi yang mereka sewa keluar dari ruangan karena mendengar adanya keributan di depan ruang mereka. Firman pun mendekati Erick dan menepuk pundak Erick dengan tangannya. "Ada apa Rick? Apa yang terjadi? Kenapa kamu terdiam begini?" tanya Firman. Mereka bingung kenapa Erick hanya berdiri diam. "Tunggu... " teriak Erick tiba-tiba. Erick yang tersadar dari lamunannya akibat tepukan tangan Firman ke pundak Erick pun mulai beraksi. Dengan langkah cepat setengah berlari, Erick pun mengejar Kiranti dan dua pengawal yang sedang menarik Kiranti. Sementara teman-teman Erick terpaku melihat aksi Erick. Setelah berhasil menyusul, Erick segera menepis tangan salah satu pengawal. Disusul lagi menepis tangan pengawal lainnya. Setelah itu langsung menarik Kiranti agar berdiri sedikit di belakangnya. "Tunggu sebentar. Saya tebus wanita ini." ucap Erick dengan nafas sedikit tersengal. Sementara Kiranti yang mendengar ucapan Erick. Mulai merasakan munculnya harapan dan berdiri dengan tenang. Kedua pengawal yang tidak menyangka tindakan Erick tertegun. Tapi segera sadar dengan apa yang terjadi. "Maaf sudah saya peringatkan tadi, wanita ini pesanan Tuan Edison. Jadi sebaiknya Bapak jangan ikut campur." ujar salah satu pengawal. "Betul pak, selagi kami masih menghormati bapak sebagai tamu yang datang ke sini. Apalagi ini bukan urusan bapak." timpal pengawal satunya lagi. "Apakah Tuan Edison yang kalian maksud adalah Edison Wang pemilik PT. Banyumas? tanya Erick. Belum sempat kedua pengawal menjawab. Bayu dan Firman yang menyusul Erick pun tiba langsung berdiri di sebelah Erick. Melihat Erick sedang ribut, tentu saja mereka tidak tinggal diam saja. "Jangan ikut campur urusan orang lain, Rick. Ini bukan urusan kita. Jangan sampai bikin keributan di sini" kata Firman memotong penbicaraan Erick dan kedua pengawal. "Maaf tolong kamu diam dulu, Man. Biar saya berbincang sejenak dengan mereka" sahut Erick. "Tolong jawab pertanyaan saya tadi pak. Betulkah Tuan Edison adalah Edison Wang?" tanya Erick kepada kedua pengawal lagi. "Betul pak" jawab kedua pengawal. "Baiklah pak. Kalau begitu biar saya hubungi Tuan Edison melalui telepon." kata Erick. Segera Erick mengeluarkan handphone dan kantong celana. Mencari nomor kontak Edison Wang terus menekan "icon" untuk menghubungi Edison. trerrtttt trerrtttt trerrtttt. Handphone pun terhubung. "Hallo selamat malam Pak Edison" sapa Erick dengan ramah. "Selamat malam juga Pak Erick. Tumben menelepon saya malam begini." balas Edison dengan nada senang. "Begini Pak Edison, Bapak ada di Artificial Club sekarang ini? " tanya Erick. "Bagaimana Pak Erick tahu saya di Artificial Club saat ini? Apakah Bapak ingin bergabung dalam acara saya malam ini? Biar saya kenalkan sama gadis- gadis perawan di sini. Saya yang bayar" balas Pak Edison. "Dimana ruang Pak Edi? tanya Erick. "Ruang VIP Anggrek Emas 257. Langsung saja ke sini. Kalau ragu bisa tanyakan ke karyawan, Pak Erick. Saya tunggu kedatangan anda." balas Pak Edison dengan senang. Dia menyangka Erick akan bergabung dalam pestanya malam ini. "Ok. Saya segera ke sana" kata Erick. Ternyata Edison Wang adalah rekan bisnis Erick. Di balik kegemarannya akan gadis perawan. Edison Wang yang berusia 48 tahun adalah pengusaha sukses profesional. Dan menjadi rekan bisnis yang dapat diandalkan. Selesai menelepon Edison, Erick terdiam dan berpikir sejenak. Lalu dia pun mengambil tindakan. "Man, kamu lanjutkan saja acaramu. Aku ada urusan dulu sama Pak Edison. Kalau memungkinkan nanti aku balik lagi ke acaramu. Kalau tidak memungkinkan nanti aku kabari" kata Erick ke Firman. "Baiklah usahakan balik ya." sahut Firman. "Yu, kamu ikut aku ketemuan sama Pak Edison. Maaf mengganggu waktumu." kata Erick ke Bayu. "Santai saja bro. Kapan pun aku siap." balas Bayu. Bayu Purnomo adalah asisten pribadi Erick. Hal kerjaan mendadak atau tugas di luar kerjaan kantor pun tetap dia bersedia menjalankan. "Maaf Pak. Bisa tolong tunjukkan jalan ke ruangan Pak Edison?" pinta Erick kepada kedua pengawal. "Boleh Pak. Silahkan ikuti kami" jawab salah satu pengawal dengan sikap sopan. Soalnya setelah melihat perbincangan via handphone antara Erick dan Edison, tentu saja mereka beranggapan bahwa Erick bukanlah orang sembarangan. Tentunya mereka tidak berani mengecewakan tamu Tuan Edison yang merupakan salah satu pelanggan tetap klub mereka. Sesampainya di ruangan VIP Anggrek Emas 257. Kedua pengawal pun mengetuk pintu. Edison yang membuka pintu tersenyum melihat kedatangan Erick dan Bayu. Dia langsung mempersilahkan Erick dan Bayu masuk. Sedangkan Leonard yang duduk di sofa mengangkat tangan menyapa Erick dan Bayu. Kedua pengawal pun bergegas pergi. Sesaat kemudian Edison malah kebingungan melihat Kiranti yang datang bersama Erick dan Bayu. Setahu dia, gadis ini adalah pesanannya. "Maaf Pak Edison, boleh saya minta gadis ini?" tanya Erick sambil menunjuk Kiranti. Kiranti yang mendengar perkataan Erick terdiam sedih. Rupanya si om ini hanya ingin menggunakan tubuhku batin Kiranti. "Ah Rupanya Pak Erick berminat terhadap gadis ini. Dengan senang hati saya berikan kepada anda" balas Edison. "Pak Edison bisa saya minta tolong dipanggilkan owner atau manager yang bertanggung jawab untuk masalah para gadis? " tanya Erick lagi. Wah ternyata si Om memang mau tebus saya batin Kiranti begitu mendengar pertanyaan Erick ke Edison. "Tidak masalah Pak Erick. Tunggu sebentar saya telepon dulu orangnya. " jawab Edison. Setelah itu Edison pun menelepon owner Artificial Club. "Kita tunggu Pak James sambil minum sedikit Pak Erick" kata Edison setelah usai menelepon. Sekitar 10 menit kemudian, seorang pria dengan setelan jas memasuki ruangan setelah mengetuk pintu. Dia pun menyapa Edison dan Leonard. Kemudian pandangannya beralih ke Erick dan Bayu. Edison pun memperkenalkan Erick dan Bayu kepada James. "Pak James, kedua rekan saya ini adalah Pak Erick Wijaya Gunawan dan asistennya Bayu Purnomo." kata Edison. "Oh ternyata Tuan Erick dari Wijaya Gunawan Grup. Betul-betul suatu kehormatan dapat bertemu pengusaha muda tersukses di Indonesia saat ini. Semoga anda menikmati kunjungan ini" basa basi Pak James. "Begini Pak James. Maksud saya bertemu anda adalah saya ingin menebus wanita ini. Bisakah? " tanya Erick langsung ke tujuan pembicaraan. "Tuan Erick ingin membeli wanita ini? Tentu saja bisa. Sebentar saya suruh bawahan saya membawa berkas surat kontrak dan surat hutang wanita ini." jawab Pak James. Setelah menelepon sebentar. Tidak lama datanglah seseorang membawa laptop dan map yang pastinya berisi dokumen yang diperlukan. Pak James segera menyalakan laptop sambil memeriksa kertas dokumen. Setelah selesai dia memandang Erick. "Total biayanya 300 juta rupiah ditambah lagi ganti pengembalian uang Pak Edison sebesar 200 juta.rupiah. Jadi semuanya 500 juta rupiah, Tuan Erick" kata Pak James menjelaskan. Kiranti tertegun mendengar jumlah uang tersebut. Katanya hutangku 100 juta rupiah. Ini kok si Om disuruh bayar sampai 500 juta rupiah. Tarif keperawananku 200 juta rupiah ternyata. Kok aku cuma akan dikasih 20 juta rupiah. Batin Kiranti. Sekilas Kiranti melihat ke layar laptop. Terlihat status Kiranti dalam proses ditebus 500 juta. Di bawahnya ada status Nana yang masih kosong. Ada lagi status Mbak Dian ditebus seharga 200 juta tertanggal kemarin. Terpujilah Tuhan ternyata Mbak Dian sudah lebih dulu ditebus. Tapi kasihan Nana, Dewi dan Ratna masih belum jelas masa depan mereka. Tapi apalah dayaku batin Kiranti. Bisa dapat pertolongan dari si Om saja sudah bagus. Tidak mungkin meminta si Om menolong yang lain juga. "Yang 200 juta biarlah tanggungan saya Pak James." potong Edison. "Terima kasih Pak Edison. Saya hargai maksud baik anda. Tapi biarlah saya bayar semua 500 juta rupiah." kata Erick. "Tolong nomor rekening Pak James. Saya transfer via mobile banking." lanjut Erick. "*********** TuanErick" kata Pak James. "Tono, tolong siapkan surat kontrak perjanjian pembelian milik Tuan Erick." perintah James ke bawahannya. 40 menit kemudian, Tono datang membawa dokumen di tangan kanannya sementara tangan kiri menyeret koper. Dokumen diserahkan ke James yang kemudian membacanya. Sementara koper diserahkan ke Kiranti. Setelah selesai James membaca, dokumen diserahkan ke Erick. Dan Erick pun membacanya. Setelah Erick selesai membaca. "Ada poin yang ingin dirubah, Tuan Erick? " tanya James. "Tolong poin 7 dan 8 dirubah. Poin 7 merugikan saya. Saya tidak mau lagi ada biaya tambahan ke depannya. Tapi jelas poin membebankan biaya kedepannya. Sebagai gantinya poin 8 yang memberi saya bonus keanggotaan sebagai kompensasi untuk pembayaran dari 7, saya minta dihilangkan saja poin 8. Karena saya usahakan tidak akan pernah menggunakan keuntungan poin 8." jawab Erick. "Baiklah Tuan Erick. " kata James sambil mendongkol dalam hati. Karena poin 8 tidak disetuiui Erick artinya dia tidak berhasil menjadikan Erick sebagai anggota tetap klub malamnya. Segera dia meminta bawahannya untuk merevisi poin 7 dan poin 8. Setelah semua disepakati, maka 2 berkas surat kontrak pun ditanda tangani. 1 berkas diserahkan ke Erick. 1 berkas lagi dipegang oleh pihak klub. Erick dan James saling berjabat tangan setelah penanda tanganan kontrak pembelian. "Senang berbisnis dengan anda Tuan Erick" kata James. "Sama sama Pak James" balas Erick. Erick dan Bayu pun berpamitan kepada Edison, Leonard dan James. Erick pun meminta Kiranti untuk mengikutinya. Mereka bergegas menuju ruangan pribadi yang disewa Firman. Sesampainya di sana acara telah selesai. Teman teman Erick sedang bersiap-siap untuk pulang. Mereka kaget melihat Erick dan Bayu yang membawa Kiranti. "Jadi lu benar menebus wanita ini?" tanya Soni. "Ya begitulah" jawab Erick. Mereka berbincang sambil menuju parkiran mobil. "Habis berapa bro? " tanya Firman. "Setengah lah" jawab Erick. "Setengah miliar hanya demi membeli seorang gadis. Salut gue bro. " timpal Soni. Sementara Kiranti hanya diam mendengarkan dan berjalan mengekori Erick. Semuanya berpisah menuju mobil masing masing. Erick memasukkan koper pakaian Kiranti ke bagasi mobil. kemudian mempersilahkan Kiranti masuk mobil. Baru Erick masuk ke belakang stir kemudi mobil. Mobil pun melaju menuju apartemen Erick. Babak baru perjalanan hidup Erick dan Kiranti akan segera dimulai. Terutama untuk Kiranti yang sudah ditebus oleh Erick. Dia sendiri masih bingung apa yang akan terjadi ke depannya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD