Keluarga Besar yang tiba lebih dulu. Masih menunggu kehadiran A Suk Baguna dan keluarganya. Setelah menunggu cukup lama. Waktunya acara segera dimulai. Semua pun bersiap dan memilih mengabaikan A Suk Baguna dan keluarganya. NaiNai sempat mengomel.
"Dasar pemalas tidak berguna. Sepertinya anak itu sengaja terlambat."
Atas instruksi NaiNai dan panitia acara. Maka acara pun segera dimulai. Kedua nya mulai memasuki Gereja. Barulah keluarga A Suk Baguna tiba. Datang menghampiri dan minta maaf atas keterlambatan mereka. Terlambat yang disengaja atau tidak. Hanya mereka yang tahu. Acara terlambat 10 menit dari jadwal. Tapi akhirnya dimulai. Pernikahan pun dimulai. Pastor menanyakan kesediaan Erick menjadi pendamping hidup Kiranti. Diiyakan oleh Erick. Kemudian Pastor menanyakan kesediaan Kiranti menjadi pendamping hidup Erick. Kiranti pun mengiyakan. Saling menyematkan cincin pun dilakukan. Pastor menanyakan kepada para hadirin adalah yang keberatan.
"Saya keberatan." terdengar sebuah suara berasal dari pintu masuk Gereja.
Para hadirin menoleh ke sumber suara. Ternyata Bella yang menyatakan keberatan. Erick bingung. Tidak ada yang mengundang wanita iblis itu. Tapi kenapa dia bisa datang kemari. Apalagi pernikahan ini bersifat tertutup dan rahasia. Publik tidak ada yang mengetahui. Pikiran Papa Mama dan lainnya sama seperti Erick. Mereka seperti sepakat hanya ada beberapa orang yang kemungkinan memberitahu Bella. Mereka adalah
A Suk Baguna dan keluarganya. Tidak ada orang lain lagi yang perlu dicurigai. Pasti perbuatan A Suk Baguna.
"Apa alasan keberatan anda?" tanya Pastor.
"Saya tunangan dari Erick." jawab Bella.
"Betulkah itu Saudara Erick?" tanya Pastor.
"Hanya mantan tunangan. Sudah putus Pastor. Boleh ditanyakan kepada hadirin.' jawab Erick.
Para hadirin membenarkan perkataan Erick. Dan menceritakan kronologis putusnya pertunangan yang sudah sekitar 8 tahun lalu. Pastor pun menolak keberatan Bella. Bella tidak terima dan mulai mengamuk berusaha menyerang kedua mempelai. Petugas keamanan pun bertindak dengan menyeret Bella keluar Gereja. Tapi Bella tetap berusaha melawan. Bahkan mengucapkan kata kata umpatan. Papa memperhatikan tingkah laku A Suk Baguna dari senyum tipis ketika Bella masuk. Menjadi mendengus kesal saat Bella diusir keluar oleh petugas keamanan. Dalam hati Papa yakin A Suk Baguna yang memberitahu Bella tentang pernikahan. Papa berjanji dalam hati akan mengambil tindakan atas kelakuan A Suk Baguna. Bella masih tidak terima walau sudah diusir dan berada di luar Gereja. Dia berusaha masuk kembali ke dalam Gereja. Namun berhasil dicegah oleh petugas keamanan. Pasrah akhirnya dia mengeluarkan kata kata kasar dan berlalu pergi.
Di dalam Gereja acara dilanjutkan lagi. Karena sudah tidak ada yang keberatan. Pernikahan disahkan. Erick diperkenankan mencium pasangan resminya. Walaupun Erick tidak berpengalaman dalam hal ciuman. Rasa antusias membuatnya cukup berani dalam bertindak. Kiranti hanya mengikuti saja. Ini akan menjadi pengalaman pertamanya dalam hal berciuman. Satu tangan Erick merangkul pinggang Kiranti. Tangan lainnya meraih belakang kepala Kiranti. Erick pun mengarahkan bibirnya ke bibir Kiranti. Awalnya hanya menempel. Masih kaku dan gugup. Perlahan Erick membuka mulut dan menghisap bibir Kiranti. Kiranti yang terbuai juga mulai membuka mulut membalas hisapan di bibirnya. Cukup lama sampai keduanya merasa sesak nafas. Dan melepaskan ciuman dengan nafas memburu. Semua hadirin bertepuk tangan. Kemudian bergantian mengucapkan selamat kepada keduanya. Erick dan Kiranti pun resmi menjadi pasangan suami istri. Hanya tinggal mengurus surat pernikahan. Dan melaporkan ke kantor catatan sipil. Maka pernikahan pun akan tercatat secara hukum.
Setelah semua hal selesai diurus. Mereka melanjutkan dengan acara makan siang di Gereja. Makanan berupa nasi kotak telah disiapkan oleh pihak catering yang dipesan oleh Papa dan Mama. Dengan berakhirnya acara makan siang. Mereka segera bersiap untuk pulang. Baru saja keluar bangunan Gereja. Bella tiba tiba berusaha menyerang Erick dan Kiranti. Satu tamparan dilayangkan ke wajah Kiranti. Kiranti kaget berusaha menghindar. Erick memasang badan untuk melindungi Kiranti. Lengan Erick pun menjadi sasaran dari tamparan Bella tadi. Untung petugas keamanan masih sigap dan berhasil mencegah aksi Bella lebih lanjut. Dan dengan segera mengamankan Bella. Rupanya setelah pergi tadi. Dia kembali lagi dan menunggu kedua mempelai keluar dari bangunan Gereja. Benar benar wanita gila. Erick dan Kiranti bergegas menuju mobil pengantin mereka. Dan berlalu dari halaman parkir Gereja. Papa yang awalnya ingin memperkarakan Bella. Mengingat bahwa pernikahan ini dirahasiakan dari publik. Akhirnya meminta petugas membebaskan Bella.
"Jangan ganggu kami lagi. Atau kamu akan menerima akibatnya." Papa memperingatkan Bella dengan keras agar tidak mengganggu kehidupan mereka lagi. Bella dibiarkan pergi. Bella yang kesal karena tujuannya gagal akhirnya hanya menghentakkan kaki dan berlalu pergi.
NaiNai menghampiri Papa.
"Aku menyesal dulu menjodohkan wanita gila itu dengan Awen. Aku minta maaf atas kesalahanku." ucap NaiNai menyesali tindakannya dulu.
"Sudah berlalu. Lagipula bukan salah mama sepenuhnya." sahut Papa kepada NaiNai.
'Tetap saja aku ikut andil." balas NaiNai
"Baguna harus bertanggung jawab atas kejadian dulu dan hari ini. Aku perlu membuat perhitungan dengannya. Dulu aku membiarkan dia, Mengingat dia masih adikku. Tapi aku tidak bisa mentolerir tindakannya hari ini. Aku perlu ijinmu Ma." kata Papa meminta ijin kepada NaiNai untuk melakukan tindakan terhadap Baguna.
"Aku ijinkan kamu. Lakukan yang diperlukan. Aku juga tidak bisa membiarkan dia begitu saja." ucap NaiNai memberi ijin.
Mendapat ijin dari NaiNai, Papa Budiman langsung hendak mencari A Suk Baguna. Tetapi melihat ke sekeliling ternyata A Suk Baguna dan keluarganya sudah tidak kelihatan wujudnya. Mereka telah kabur lebih dahulu. Papa menahan kesal kali ini. Tapi perhitungan tetap akan dilakukan.
Dalam mobil, Kiranti terlihat sedikit syok. Erick mencoba menenangkan dengan merangkulnya.
"Kamu tidak apa apa?" tanya si Om.
Kiranti hanya diam. Si Om pun mempererat rangkulannya. Kiranti tersentak sadar.
"Siapa wanita tadi Om? Bella mantan tunangan yang pernah Om ceritakan?" tanya Kiranti.
Si Om tidak menjawab hanya menganggukan kepala sebagai tanda jawaban iya.
"Jadi benar dia Bella. Kok beringas sekali Om. Hampir aku balas dia tadi." ujar Kiranti.
Memang Kiranti bukan wanita yang mudah ditindas. Dia akan melawan balik bila diperlukan. Seperti saat drama bebek mau bertelur. Hanya saja kekuatannya terbatas sehingga tidak mampu melawan juragan Amir dan klub malam.
"Kamu yakin bisa menang? Apalagi dengan pakaian gaun pengantin seperti ini. Kan tidak bebas geraknya nih?" tanya si Om.
Kiranti nyengir.
"Dak yakin sih Om. Cuma tetap harus dilawan dong kalau cuma diam jadi sansak hiduplah aku." jawab Kiranti.
Jawaban Kiranti membuat si Om tertawa getir. Memang benar juga perkataan Kiranti. Supir yang membawa mobil pun hanya senyum senyum mendengar percakapan keduanya.
###
Erick dan Kiranti kini telah berada di dalam hotel. Erick membawa Kiranti melewati resepsionis hotel begitu saja. Kiranti pun bingung. Seharusnya mereka check in atau mendaftar dulu di resepsionis.
"Tidak check in dulu Om?" tanya Kiranti.
"Tidak usah. Sudah ikut saja." jawab si Om.
Kiranti pun mengira semua sudah diatur oleh si Om. Mereka melewati ruangan kantor staff dan manager hotel. Beberapa staff hotel menyapa Erick. Erick membalas sapaan. Sambil terus berlalu dengan menggandeng Kiranti. Tidak semua staff mengetahui pernikahan Erick dan Kiranti. Mereka pun bingung melihat Erick dan Kiranti dalam balutan pakaian pengantin. Tapi manager hotel segera memberi tahu mereka agar tutup mulut dengan apa yang mereka lihat hari ini. Hotel ini merupakan kepemilikan dari Wijaya Gunawan Grup. Erick dan Kiranti kini telah berada dalam lift. Setelah keluar dari lift mereka melalui sebuah koridor kecil. Hanya ada 5 buah pintu di tempat yang mereka tuju. Erick menjulurkan tangan ke sebuah layar kecil dengan beberapa tombol angka dibawahnya di pintu. Pintu terbuka. Sistem yang sama dengan pintu apartemennya. Erick dan Kiranti masuk ke dalamnya.
"Passwordnya tanggal lahirmu." kata Erick.
"Iya Om." sahut Kiranti.
" Kenapa kita tidak pergi ke apartemen saja Om? Di sana tidak perlu bayar." tanya Kiranti.
"Di sini juga tidak bayar." jawab si Om.
"Eh kok bisa?" tanya Kiranti bingung.
" Hotel ini milik keluarga Gunawan. Sekarang kamu juga punya bagian atas hotel ini." jawab si Om.
"Maksudnya gimana aku punya bagian atas hotel ini?" tanya Kiranti bingung.
Memang sih Hotel ini milik keluarga Gunawan. Tapi darimana Kiranti bisa punya bagian.
"Kamu kan Nyonya Muda keluarga Gunawan sekarang." jawab si Om mengingatkan status Kiranti sekarang.
Dengan menikahi si Om maka status Kiranti bukan hanya istri dari Erick Wijaya Gunawan. Tapi juga Nyonya Muda pertama keluarga Gunawan. Status yang diincar Bella, mungkin juga Rossa setelah mengetahui status Erick dan juga banyak wanita lainnya. Hanya nasib baik membawa Kiranti pada posisi ini tanpa dia sadari.
Si Om menutup tirai jendela. Mematikan semua lampu. Ruangan menjadi gelap gulita. Kiranti hanya diam. Si Om mengeluarkan hp. Mengarahkan hp ke seluruh ruangan, setelah yakin aman baru meletakkan hp ke atas nakas. Menghidupkan kembali lampu kamar. Berbalik ke arah Kiranti. Melihat Kiranti yang masih termenung memikirkan perkataan si Om masih dengan gaun pengantinnya. Si Om mengajak Kiranti untuk berganti pakaian. Si Om membuka koper mengambil pakaian ganti. Langsung berganti pakaian di depan istrinya. Melepas pakaian hingga hanya menyisakan pakaian dalam. Kiranti pun jengah membuang muka sebentar. Tapi si Om acuh saja.
"Sudah pernah lihat juga. Kenapa masih malu? Bahkan yang polos juga sudah kamu lihat." goda si Om.
Kiranti mengacuhkan perkataan si Om. Lebih kepada mencari pakaiannya di dalam koper. Mengambil sehelai pakaian ganti dan berjalan menuju kamar mandi hendak berganti pakaian. Tapi yang dia lihat adalah kamar mandi berdinding kaca. Tidak ada tirai penutup kaca. Sehingga aktivitas di dalam akan terlihat jelas dari luar kamar mandi.
"Ganti di sini saja. Ngapain ke dalam kamar mandi?" perintah si Om.
"Malu Om."
"Ngapain malu? Aku juga sudah pernah lihat kamu t*l*nj*ng kok. Lagipula kita sudah resmi sekarang."
Memang benar kata si Om. Berganti di dalam kamar mandi pun tiada guna. Kelihatan jelas dari luar. Menahan rasa malu. Kiranti pun mencoba melepaskan gaunnya. Sayangnya setelah beberapa lama mencari, dia tidak berhasil menemukan letak resleting gaunnya. Akhirnya dia menyerah dan meminta bantuan si Om.
"Om, bantuin dong. Dak ketemu nih resletingnya." pinta Kiranti.
"Tuh kan apa aku bilang. Tetap harus ganti di depanku." goda si Om.
Si Om pun beranjak membantu Kiranti melepaskan gaunnya. Walau malu tetap harus dibantu si Om. Sekian lama si Om mencari baru berhasil menemukan resleting gaun. Letaknya di bawah ketiak kiri dan kanan. Pantas saja Kiranti tidak berhasil menemukannya. Gaun pun lolos ke bawah. Menyisakan Kiranti hanya dengan pakaian dalam. Si Om tertegun menelan ludah. Walau sudah 2 kali melihat tubuh polos Kiranti ditambah 1kali hanya dengan handuk. Tetap saja si Om masih gugup dan terpesona. Tentu saja 'meriam' segera siap tempur. Tapi ditahan oleh si Om. Kiranti dengan cepat memakai pakaiannya. Wajahnya masih memerah karena malu.