PART 33

754 Words

Javin membeku mendengar gumaman Aletta, jantungnya berdetak begitu cepat. "I love you, but you still love her. What can i do?" Gumam Aletta lagi. "Kau mengingatkanku dengan mereka, apa yang mereka lakukan padaku sama seperti apa yang kau lakukan padaku di pesta kemarin." Aletta tiba - tiba duduk, ia masih berada dalam keadaan mabuk dan rasanya lebih baik berbicara jujur ketika mabuk. "Tapi, kalian sedikit berbeda." Aletta menunjuk Javin dengan mata sayu. "Kau tidak memperlakukanku dengan kasar, itu yang membuatku tidak bisa membencimu." Aletta tertawa. "Bila kau memakai kekerasan mungkin aku sudah sangat membencimu sekarang, sangat membencimu." Gumamnya. "Tapi, kau terlalu baik untukku benci. Lebih tepatnya aku terlalu mencintaimu untuk membencimu," "Aletta kau terlalu mabuk, ayo ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD