Aletta memakan sarapannya dengan cepat, ia ingin segera keluar dari penthouse ini. "Kau akan tersedak jika makan secepat itu, Aletta." Javin sedari tadi memperhatikan Aletta yang makan dengan begitu cepat, ia tahu Aletta ingin segera pergi dari sini. Aletta tidak menghiraukan ucapan Javin dan tetap makan dengan cepat, makanan ini sangat enak atau memang ia sedang kelaparan. Setelah sarapannya habis tidak tersisa, Aletta segera berdiri dan mengambil tas miliknya yang berada di tempat tidur. "Terima kasih atas sarapannya, sir." Javin tersenyum miris, ia mendekati Aletta yang berjalan mundur melihatnya. "Kau takut padaku?" Ucapnya pelan, Aletta menggeleng ragu. "Kenapa kau mundur?" "Hanya menjaga jarak," Javin berhenti di tempatnya begitu juga Aletta, mereka hanya menatap satu sama la

