Bab 14b (+15a)

1303 Words

PoV Author Gilang melajukan motornya meninggalkan Sekar yang masih dipenuhi emosi menuju sebuah rumah makan tak jauh dari kediaman Sakina. Rumah makan yang didesain seperti cafe yang sangat cocok untuk nongkrong anak muda sekarang memang menjamur di kota kelahiran Gilang. Sesaat setelah acara lamaran usai, Sakina mengirim pesan pada Gilang jika ia ingin bertemu karena saat lamaran, Sakina tak melihat Gilang. [Aku mau cerita, Lang. Aku tunggu, ya!] Meski Gilang tahu, harapannya sudah berakhir, namun, meninggalkan Sakina secara tiba-tiba, adalah suatu yang tak mungkin. Status yang selama ini dalam hubungan mereka adalah teman. Tak mungkin pertemanan berakhir hanya karena lamaran. Dan kini Gilang menyadari, apakah ada yang salah dalam pertemanannya? Setelah memarkir motornya, Gilang s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD