Rencana Bianca - Rahasia pernikahan terselubung

1655 Words

Langit siang itu menggantung kelabu, awan tebal menutup matahari tanpa berniat menurunkan hujan. Cahaya yang menyusup ke ruang tengah kediaman Noir pun menjadi redup dan dingin. Bianca duduk di sofa panjang, punggungnya tegak, dengan kaki bersilang anggun. Sebuah cangkir porselen bertengger di tangannya, uap tipisnya masih mengepul lembut. Dengan tenang menyesap tehnya perlahan, seolah sedang menikmati keheningan yang sudah lama tak ia rasakan. Namun, semuanya hancur dalam sekejap. Daun pintu ganda di ruang tengah terhempas tanpa ketukan, disertai derap langkah kaki berat dan tegas menghantam lantai marmer. Rodrigo Noir merangsek masuk ke ruang tengah tanpa basa-basi. Jasnya masih melekat tampak kusut, dasinya ditarik longgar hingga menggantung berantakan di leher. "Luar biasa," sindi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD