Damien langsung mengakhiri panggilannya sebelum Vallen sempat mengucapkan apapun. Ia tidak tertarik mendengar protes, apalagi keberatan yang mungkin akan dilontarkan wanita itu. Ponsel diletakkannya di atas meja kerja dengan gerakan tenang, lalu, tubuhnya disandarkan di kursi. Hela napas pendek terdengar sebelum kedua matanya menutup. Tidak, Damien tidak tidur, justru ia sedang menikmati detik demi detik yang berlalu dengan tenang. Sangat tenang dan sunyi. Hingga tanpa peringatan, satu sudut bibirnya terangkat tipis dan singkat. “Anda yakin dengan ini, Tuan?” Sayup-sayup suara Shin terdengar dari arah depan. Satu pertanyaan yang diucapkan dengan sangat hati-hati, tapi ada nada ragu yang tak mampu disembunyikan. “Bagaimana, jika Nyonya Bianca tahu?” Mata yang semula menutup, perlaha

