33

1085 Words

Jadi setelah pulang belanja dan sempat bertemu dengan wanita s****n itu, aku kembali ke rumah dan melaksanakan aktivitas seperti biasa. Menyiapkan makan malam sambil membantu mereka membuat PR, TV menyala dan memutar drama yang kusukai, sore ku berjalan damai dan penuh ketentraman andai lelaki itu tidak segera pulang dari merusak segalanya. Brak! Pintu ditutup dengan kencang dan suara langkah kaki yang khas itu terdengar begitu jelas. Siapa lagi yang datang kalau bukan dia. Belakangan ini bertemu dengannya membuatku malas, andai bisa segera kusingkirkan, maka akan kusingkirkanlah dia secepatnya. "Jadi kau bilang pada aruni kalau kau hendak menjadikanku alas kakimu?"lelaki itu berdiri di seberangku, di seberang meja dapur sambil menatap diri ini dengan sinis dan berkacak pinggang. "Oh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD