1
Alam Semesta Lima
Bab 1
Boom! Boom! Boom!
Suara petir tidak henti meliputi daerah sekolah.
Tidak ada hujan sedikit pun yang jatuh dari awan hitam kelam.
Musim panas belum berlalu bulan ini.
Radius sepuluh kilometer dari wilayah sekolah nampak normal.
Hanya orang orang di sekolah yang bisa merasakan dan mendengar dentuman yang menggelegar.
Boom!
Sunyi senyap melingkupi keadaan sekolah.
Tidak ada dentuman kali ini.
Semuanya berhenti bergerak.
Kumbang yang sedang mengerakkan sayap pada kecepatan tinggi pun juga berdiam diri.
Tidak jatuh, masih melayang layang di atas bunga mawar ungu.
Semilir angin yang kencang mengarah pada wilayah sekolah juga berdiam diri melihat kejadian itu.
Bahkan kendaraan kendaraan yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi pada radius sepuluh kilometers juga berhenti bergerak.
Wooss!
Semua keadaan kembali normal.
Murid -murid mulai bertanya satu sama lain.
"Tadi itu apa?"
"Aku juga tidak tahu."
"Mungkin ada yang sedang melakukan pemotretan."
"Artis?"
"Adegan film mungkin, entahlah.
"Film? Tidak mungkin. Cahaya dan suara yang dihasilkan saja terdengar keras sekali."
"Efek itu."
"Terserah."
"Ehem! Perhatian anak-anak, pelajaran untuk hari ini cukup sekian saja." Bu guru Che Nan menghentikan kelas, ia mendapatkan banyak laporan di group WeChat para pengajar bahwa banyak yang sakit setelah kejadian fenomenal.
"Baik, bu." Mereka serentak menjawab.
Semua murid bergegas pulang ke rumah mereka masing masing.
Hanya Xiaoxiaoni saja yang masih duduk terdiam di bangku.
Tink! Selamat Yang Mulia Raja.
"Siapa?" Xiaoxiaoni terbangun mendengar suara yang bergetar pada pikirannya, dia melihat sekitar ruang kelas tidak ada siapapun.
"Aku adalah pelayan para raja -raja dengan nomer registrasi delapan puluh tujuh ribu lima puluh lima dan delapan puluh tujuh ribu lima puluh enam."
"Darah Biru?" Dia berkata kata dalam imaginasinya.
"Tidak. Aku tidak punya darah, hanya sebuah memori yang di bentuk untuk melayani Raja."
"Nama kamu terlalu panjang, seperti kereta api. Sulit untuk mengingat."
"Raja bisa memanggil nama malamku, Saka Rawa."
"Siang hari berubah nama?" Xiaoxiani kaget mendengar kata malam.
"Sama saja Raja, siang ini hanya keluar untuk berselancar saja."
"Aku menjadi Raja hanya sementara?"
"Abadi Yang Mulia Raja."
Tink! Sebuah portal besar terbuka di depan matanya.
Tink! Bunuh Goblin untuk mendapatkan batu bersinar.
"Saka Rawa, fungsi dari batu bersinar buat apa?"
"Untuk membuat larutan liquid, yang nantinya bisa di minum untuk menaikkan level Yang Mulia Raja."
Xiaoxiaoni masuk ke dalam portal, ia melihat ke sekeliling ruangan banyak sekali sisa sisa tengkorak mahluk antah berantah.
Saat menghirup udara, oksigen di dalam ruangan tidak sejernih udara di luar portal.
Bau asam yang di keluarkan dari mayat mayat yang tidak dikubur sangat menyengat sekali.
Saat masuk lebih dalam kembali, ia menemukan lautan monster di tengah tengah ruangan.
Mereka berjalan jalan kesana kemari dengan senangnya.
Tink!
Nama : Goblin
Umur : 125 tahun.
Jenis Kelamin : -
Level : 1
Kekuatan : 10
Kecepatan : 10
Kebugaran : 10
Informasi statistik power ada pada setiap monster.
Xiaoxiani memperhatikan mereka kurang lebih sekitar satu jam lamanya.
Kabar buruknya, para Goblin sedang asik asiknya berkumpul.
Tidak ada satupun yang memisahkan diri diantara mereka.
Xiaoxiani merasa putus asa setelah lama menunggu.
Ia nekat bergegas membunuh satu monster yang sedikit berjauhan, sekitar lima meter dari para gerombolan Goblin.
Bang! Bang! Bang! Goblin level 1 dipukul berkali kali pada bagian kepala namun tidak mati, hanya pingsan untuk waktu yang singkat.
Tujuan Xiaxiaoni memang tidak ingin membunuh monster tersebut di wilayah mereka, powernya pun masih normal manusia pada umumnya.
Dia tidak bisa langsung mengambil batu bersinar dengan satu pukulan.
Ia hanya bisa berlari sekencang mungkin sambil menggendong Goblin level 1 di pundaknya.
Para monster pun bereaksi dan mengejarnya.
Tidak hanya kekuatan setara yang ada pada mahluk tersebut, diantara mereka ada satu Goblin level 2 sedang patroli dan akhirnya mengikuti pengejaran.
"Arrrggghhh!"
Goblin level 2 teriak sekeras mungkin, mengumpulkan seluruh anggotanya untuk menutup jalan keluar di pintu portal.
Xiaoxiaoni lari lebih keras kembali, namun kecepatan yang di hasilkan tetap sama.
Cahaya terang terlihat di antara ruang yang gelap.
Ia sudah dekat dengan portal sebelum memasuki ruangan ini.
Demi menambahkan kecepatan, ia melempar Goblin level 1 yang pingsan di bahunya ke portal.
Langkahnya sedikit lebih cepat, namun semuanya sudah terlambat.
Bang! Bang! Bang! Xiaoxiaoni dipukul diberbagai belahan tubuhnya yang lemah.
Namun semangatnya masih lebih besar di banding musuh- musuh yang mengelilinginya.
Dengan banyak luka, akhirnya ia bisa melalui portal dengan Selamat.
Xiaoxiaoni mengambil nafas panjang dan beristirahat sejenak.
Ia sangat lega telah berhasil melewati lautan monster level 1.
Bang! Dia mengambil bangku terdekat setelah istirahat sebentar dan memukul kepala monster level 1, ia tidak ingin berlama -lama.
Khawatir Goblin level 1 siuman Dari tidur siang.
Lebih sulit kembali untuk mengatasinya, walaupun monster level 1 hanya berjumlah satu mahluk antah berantah.
Tink! Selamat Yang Mulia Raja.
Batu bersinar keluar diantara retakan tengkorak Goblin level 1.
"Saka Rawa, lalu bagaimana cara membuat minuman penambah level?"
Tink! Kotak virtual keluar dihadapan Xiaoxiaoni.
Tink! Masukan Batu bersinar kedalam kotak virtual.
Jika Anda menemukan kesalahan (tautan rusak, konten tidak standar, dll.), beri tahu kami sehingga kami dapat memperbaikinya sesegera mungkin.