84

1068 Words

Arsen terkejut melihat penampilan Sesil yang membuatnya teringat kembali pada Alista. "Gue lebih suka kalau lo jadi diri sendiri." ujarnya tegas. Ia bersidekap di d**a, sementara tubuhnya menyandar pada pintu. "Aku udah jadi diri sendiri kok." sahut Sesil dengan wajah polosnya. Kedua kaki Arsen bergerak melangkah mendekati Sesil. "Tapi gue enggak melihat diri lo sendiri karena rambut ini." Arsen tanpa basa-basi melepaskan gulungan rambut Sesil hingga surai hitam itu tergerai seperti biasanya. "Kalian berdua mengapa masih di sini? Ayo ke ruang makan. Ibu sudah menyiapkan makanan untuk kalian berdua." Bianca berdiri di depan pintu, bingung dengan Mereka berdua yang terlihat begitu serius. "Hey, kalian sedang membicarakan apa?" tanya Bianca heran pasalnya tak kunjung mendapatkan respo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD