Hari ini, tepat sepuluh bulan Alista menghilang. Tidak ada kabar darinya sama sekali. Dia bagaikan hilang di tengah bumi. Bahkan Arsen sudah mencoba menelepon nomornya ratusan kali. Bukan suara Alista yang ia dengar, melainkan operator yang memberitahukan kalau ponsel sudah tidak aktif. Semuanya bertingkah biasa tanpa Alista. Teman yang dulunya begitu akrab dengan Alista kini juga mulai berbaur dengan Sesil. Di luar hujan deras. Gemuruh petir sesekali terdengar. Langit-langit berubah menjadi hitam. Seluruh jendela tertutup rapat. Arsen mendudukkan diri di ranjang. Ia melihat cukup lama foto Alista yang tergeletak di nakas. "Lo enggak ada niatan buat pulang? Semuanya mungkin enggak peduli, tapi gue, Ibu sama Karisa peduli, Lis. Apa lo marah karena gue setiap Minggu selalu nyuruh beres

