Alista dan Randi bersamaan menengok ke belakang. Mereka begidik ngeri melihat wajah garang dari Pak Dodi yang seolah akan memakan mereka hidup-hidup. "Hai, Pak." Randi melambaikan tangan. Tidak lupa dengan cengiran yang menampakkan deretan gigi-gigi putihnya. "Kalian mau membolos, hah?!" "Iya, Pak, tapi berhubung Bapak sudah datang, enggak jadi, deh." Alista terbelalak dengan jawaban Randi. Bisa-bisanya Laki-laki itu mengaku. Bagaimana nasibnya nanti. Dia tidak mau dihukum. Kejadian di kantin saja sudah cukup membuat dia malu. "Ikut saya!" "Pak, saya mohon. Lepaskan saya. Saya sebelumnya enggak berniat buat bolos kok," ujar Alista membela dirinya sendiri. Dia tidak mau membuat sekolah ini heboh. Sudah cukup masa itu menjadi bahan gosip. "Enggak niat bagaimana? Jelas-jelas kamu ad

