"Mas akan tetap memberikanmu mahar. Kita lalui ini dengan kedamaian tanpa beban pasti pernikahan ini akan terlaksana dengan baik," ucap Zian. Elara mengangguk paham, mereka keluar dari kamar lalu Elara ditarik oleh ibu mertuanya masuk ke dalam kamarnya. Elara mengikutinya lalu terhenti didepan lemari jati sangat mewah milik orang tua Zian. Tangan keriput ibu membuka lemari, ia mencari sesuatu yang teramat penting. Sebuah gaun pernikahan nampak indah, beliau mengeluarkannya lalu memberikan pada Elara. "Gaun ini amma beli khusus untuk calon istri Zi jika dia menikah lagi. Amma membeli ini sudah 10 tahun yang lalu tetapi mungkin kau adalah jodoh Zi yang tertunda," ucap ibu. Elara melihat gaun yang nampak sederhana namun begitu elegan. Ibu menangkup pipi Elara dengan penuh harap. Elara ju

