Setelah beberapa menit di kamar mandi. Elara keluar dan menghampiri sang suami yang sibuk mengupas semua kerang yang ia pesan. Zian memang tua namun mempunyai pesonanya sendiri, tak heran jika sedari tadi para wanita memandangnya penuh kagum. "Sudah ke kamar mandinya?" tanya Zian membuat Elara terkejut. Elara mengangguk, ia duduk disamping Zian lalu memakan apa yang sudah di kupas suaminya. Zian berusaha menyuapi namun Elara menolak secara halus. "Hmm Papa Zi, aku..." Mau bilang aku cinta kamu kok susah banget sih? batin Elara. Zian masih menunggu ucapan dari Elara, namun gadis itu malah memalingkan wajah seolah malu. Zian mengusap rambut Elara dan mengecup keningnya dengan cepat. CUP... Elara sangat kaget namun ia senang mendapat kecupan hangat dari sang suami. "Kau sangat cantik

