Saat tengah asyik menyantap mie ayam, ponsel Zian bergetar lalu ia mengangkatnya yang ternyata dari sang tuan. Suara kakek Adhiatma seolah bergetar membutuhkan pertolongan. Zian yang panik langsung berdiri sedangkan Elara memandangnya dengan heran. “Ada apa Papa Zi?” tanya Elara. “Tuanku membutuhkan bantuanku, kau bisa pulang naik taksi ‘kan sayang? Penyakit jantung Tuan Adhiatma kambuh, mas harus segera datang kesana.” Elara ikut berdiri lalu meraih jaketnya yang dia taruh diatas meja. “Aku bisa pulang sendiri kok, penyakit jantung kan berbahaya. Papa Zi harus segera kesana.” Zian meninggalkan uang di meja untuk membayar makanannya serta untuk ongkos Elara naik taksi. Elara mengambilnya untuk dibayarkan pada sang pemilik warung namun saat ia membalikkan badan Zian sudah ada dibelakang

