Elara masuk ke kamar mandi karena perutnya merasa tidak enak, ia mendekam di kamar mandi cukup lama. Di perutnya terdapat janin kecil yang membuatnya sangat mual namun tidak bisa dimuntahkan. Kepalanya begitu pening mengingat tadi makan makanan seafood yang sangat banyak. Setelah selesai di kamar mandi, ia kembali ke kamar untuk mengambil minyak kayu putih. Dia mengusapkan pada d**a dan hidungnya. “Apa aku tanya Sarah saja ya mengenai kehamilan?” gumannya. Elara mengambil ponsel lalu menelpon ibu tirinya, namun wanita itu tidak menjawab telponnya. Elara membanting ponsel di tempat tidur dan merebahkannya tubuhnya di samping ponsel miliknya. “Hamil anak pertama rasanya sungguh bahagia, bagaimana jika Papa Zi tahu ya? Pasti dia juga ikut senang.” Tiba-tiba ia mendengar suara bel pintu b

