"Elara... Elara... Tolong mama! Tangan mama sakit... Elara... Tolong jahitkan tangan mama! Ela...." "Aaaaarrrrrrrhhh....." Elara berteriak kencang tatkala bermimpi mendiang sang mama. Zian yang tidur disebelahnya mencoba membangunkan sang istri tetapi Elara semakin berteriak histeris. Zian mengangkat tubuh sang istri dipangkuannya lalu menepuk pipinya dengan pelan. "Sayang, ada apa?" tanya Zian. "Papa Zi..." Elara menangis dipelukan Zian, ia sangat takut sebab akhir-akhir ini memimpikan mamanya yang sudah meninggal. Mimpi buruk selalu datang, apalagi mamanya datang ke mimpinya dalam keadaan yang buruk rupa. Zian mengelus rambutnya, ia tahu nasib Elara sangat buruk. Dalam pelukan sang suami, ia membiarkan air matanya terjatuh. Kini Elara bisa melampiaskan pada Zian yang akan memberika

