Matahari mulai menampakan cahaya oranye menandakan hari semakin sore. Pukul 5 sore mereka sudah sampai rumah. Zian memandangi halamannya yang sangat kotor karena dedaunan. Sebelum masuk rumah, Zian menyempatkan untuk menyapu. Elara yang baru membuka pintu melirik sang suami yang begitu rajin. "Awas Papa Zi nanti encoknya kumat lagi jika menyapu," ejek Elara. Zian tertawa kecil, sambil menyapu ia memandang istrinya. Elara menghampiri lalu mengambil sapu lidi yang lain untuk membantu Zian. "Adek kecil mau ngapain?" tanya Zian. "Bantu paman nyapulah." Mereka tertawa bersama, sungguh menggelikan hubungan mereka. Hubungan yang bisa dibilang cukup unik bagi beberapa orang. Zian memandang Elara yang menyapu, wanita itu sangat cantik sekali bahkan kecantikannya tak bisa dibandingkan dengan

