Sinar mentari menyorot tirai putih yang tembus pandang itu. Bahkan awan putih nampak terlihat bergerombol dan bergerak sedikit demi sedikit terkena hembusan angin. Mata Elara terbuka, ia melihat sang suami sudah ada di sampingnya memeluk guling dengan dengkuran kecil yang khas. Elara baru mengingat jika kemarin dirinya sedang di relaksasi sampai benar-benar terlelap. Pantas saja setelah bangun ia merasakan pikiran yang fresh tanpa beban. Tangan Elara mulai bermain-main di wajah Zian, ia memegang hidung, memainkah alis serta bibir sang suami. Amarah kemarin pun langsung redam namun ia ingin melanjutkan amarahnya setelah Zian bangun kembali supaya pria itu kapok. Papa Zi tampan juga, pria setampan ini kenapa bisa menduda belasan tahun? Aku tidak bisa membayangkan betapa kesepiannya dia

