"Papa Zi sangat tampan kok, aku suka," jawab Elara. Zian terhenti dari langkahnya. Dia memandangi Elara yang menunduk malu. Zian mendekatinya lalu menepuk bahu Elara. "Jangan dipaksakan! Tidak masalah jika belum menerimaku, aku juga merasa hubungan kita ini aneh. Tiba-tiba menikah karena digrebek, orang mana yang tidak syok?" Elara menatap Zian, ia hanya mengangguk pelan tetapi saat Zian akan melangkah masuk ke mobil tiba-tiba tangannya ditarik oleh Elara. "Jangan pergi dulu! Kita belum makan." "Katamu sangat tidak nyaman makan denganku?" "Bukan begitu. Hemmm... Tidak boleh buang makanan yang sudah dipesan. Ayo kita makan dulu!" ucap Elara. Zian tersenyum, ia masuk ke cafe lalu Elara berjalan mengikutinya. Mereka duduk di kursi masing-masing sambil menyantap pesanan mereka. Elara sed

