Zian mendapat cuti sehari karena sedang sakit, ia memanfaatkannya untuk bangun pagi lalu memasakkan untuk istrinya. Karena hanya ada telur dan beras, ia memasak nasi goreng. Tangan-tangan terampilnya memotong cabai dan bawang, ia blender secara kasar. Dia teringat ponselnya yang semalaman bersama Elara membuatnya panik lantaran begitu banyak foto istrinya dulu, ia takut Elara marah lalu mencoba mengambil ponselnya dikamar Elara. Kakinya melangkah memasuki ruangan wanita itu tetapi hal yang diluar dugaannya, ia melihat ketika Elara hanya menggunakan lilitan handuk seperti sehabis mandi. Zian mencoba menutup pintu perlahan lalu kembali ke dapur. Tahan Zi! Kau sudah lama berpuasa, masak segini saja tidak sanggup? Zian menarik nafas panjang, ia melanjutkan memasaknya. Perasaannya begitu t

