keping 5

1231 Words
sudah satu Minggu sejak ucapan mas Ibnu yang ingin menjadikan aku istrinya. ngaco kan tuh orang.bikin pusing kepala aja mikirnya. dan sejak itu juga aku berusaha menghindarinya.berangkat dari rumah pagi.pulang dari kampus lanjut ke kafe baru pulang malem.dan syukur nya dia nggak nyariin aku sih. ya aku sih udah menduga kalau ucapannya waktu itu cuma keisengan dia aja.tapi nggak tau kenapa ada sedikit harapan di hatiku kalau itu nyata. jangan ngimpi deh far.di dunia nyata ini nggak ada Cinderella. hari ini setelah pulang dari kampus aku berencana mampir ke toko buku sebentar untuk membeli novel yang sedang ingin aku baca. " den gw nanti mau mampir toko buku.ikut nggak ?" tanyaku pada denisa " boleh deh.gw juga pengen ada yang gw beli." jawabnya " oke sip.pulang langsung cus ya " and here we go setelah sekian lama menyusuri barisan rak buku berisi berbagai jenis novel.aku temukan satu judul yang menarik. BABU JADI RATU itu yang tertulis di cover depan. " kayaknya bagus nih " gumamku. "den Lo udah dapet belum ?" ku hampiri denisa yang sedang menimang dua novel di tangannya "udah.nih gw ambil semua deh bagus semua soalnya. eh beli minum dulu deh.aus nih" " yuk.abis itu gw langsung ke kafe " berjalan menuju uotlet minuman kekinian yang ada di sebrang toko buku mataku memicing ketika menemukan segerombolan cowok sedang tertawa. setelah itu.aku mematung tatkala sepasang mata jernih itu memandang ku. deg kok dia ada di sini. denisa menyadari keterpakuanku " jadi nggak. ?" "em Lo sendiri aja ya.gw nanti minum di kafe aja.gw duluan nggak papa kan " tanyaku padanya "eh kenapa sih ?" tanyanya bingung " nggak papa.ya udah gw cabut " " oke deh " baru akan menjalankan motor ketika suara dering dari ponsel ku terdengar buk bos " ibu ? kenapa ya " " ya halo assalamualaikum " ku angkat telpon "......" " em gitu ya buk ? ya sudah Fara langsung pulang.berati nggak usah ke kafe ya ? "....." " iy.baik.fara tutup kalo gitu buk assalamualaikum " aku mengakhiri percakapan. kenapa ya.ada apaan sih ? kok kayak ada yang penting.udah lah mending pulang,lagian mas Ibnu juga masih di luarkan.jadi nggak khawatir ketemu dia di rumah **** "neng Fara di panggil ibu di ruang makan " ucap mbok Darmi dari balik pintu kamarku. " loh saya juga ikut mbok ?" tanyaku heran.ini memang waktu nya makan malam.tadi ibu menelpon untuk meminta tolong masak di rumah karena ada yang spesial katanya. " iya neng.udah cepet.udah di tunggu " " oh .iya sebentar Fara ganti baju dulu mbok " " iya.ya sudah mbok tinggal ya.jangan lama " mbok Darmi sudah pergi meninggalkan kamarku yang memang berada di belakang. buru buru aku memasuki rumah besar ini.di ruang makan sudah lengkap formasi satu keluarga inti. bapak ibu mas Ibnu dan si cantik cinta adik satu satunya mas Ibnu " maaf buk ada yang bisa saya bantu ?" ucapku sopan ketika sudah berada di dekat meja makan " sini duduk" perintah ibu menunjuk kursi kosong di antara ibu dan mas Ibnu dan aku yang Lola ini sulit mencerna kata-kata nya " hah ! saya ?" " iya kamu ayo sini duduk " perintahnya lagi " eh nggak usah buk.fara makan di belakang saja sama mbok Darmi " aku menolak pelan. " Fara duduk " itu suara bapak dan aku tidak berani menolak.dengan berat hati akhirnya aku duduk di kursi ini. " oke sekarang sudah boleh makan ?" tanya cinta dengan wajah polos atau sok polos.aku juga tidak tahu aku makan dengan diam.merasa tidak enak dengan keluarga ini. " enak nggak mas ? ini kan makan kesukaan kamu semua.kesukaan ayah juga sih " ucap ibu " em ini enak banget.aku selalu suka masakan mama "jawab mas ibnu. " ck.semua kesukaan mas ibnu.nggak ada kesukaan cinta.ah mama nggak sayang.cuma sayang mas Ibnu " cinta protes. " sst.besok mamah masak kesukaan kamu oke" ibu menenangkan cinta " bener ya.awas mama boong " ucap cinta sumringah " katanya yang masak hari ini bukan mamah ?" tanya bapak yang dari tadi cuma diam " lah terus ?" kali ini suara mas Ibnu " bener pah hari ini yang masak fara.di bantuin mamah sih " jawab ibu tersenyum klunting mas Ibnu menaruh sendok terlalu kasar.membuatku merasa takut.begitu juga dengan yang lain yang merasa kaget " wah.beneran nih !" dia langsung bersedekap d**a. apa dia nggak suka ? " kenapa ?" suaraku tercekat di tenggorokan. " wah wah wah....udah cocok nih jadi mantu " ucapnya tersenyum.membuat yang lain bernafas lega.sedangkan aku yang tadi merasa takut langsung berubah judes mendengar ucapannya "ck.apaan sih!" aku mendelik padanya. tak tangannya sudah menyentil jidatku. "aduh mas sakit tau !" aku memukul tangannya " adu duh duh.yang mana yang sakit sayang ?" tangannya bergerak mengelus jidatku tadi ku geplak lagi tangannya " tangannya.tolong di kondisikan " ucapku sebel hahaha kudengar ketiga orang yang lain tertawa.aku baru menyadari kelakuanku " em maaf " cicit ku "tuh kan pah.mereka cocok banget,udah nikahin aja " celetuk cinta uhuk uhuk aku keselek.mas Ibnu menyodorkan gelas minum padaku.selesai minum ku ucapkan terimakasih.sedang bapak dan ibu hanya tersenyum menanggapi ucapan cinta. selesai makan.kami belum beranjak dari meja makan. aku juga tidak berani meninggalkan mereka kalau mereka belum pergi. " Fara " panggil bapak padaku " ya " aku yang menunduk segera menatap bapak. " kamu mau kan jadi istri Ibnu ?" " hah " kaget dong aku.ini acara lamaran ? ini beneran aku di lamar ? .otakku mendadak kosong.ini nggak salah dengar kan ? " fara.saya tanya kamu mau nggak jadi istri Ibnu ?" sekali lagi pertanyaan itu mampir di telinga ku " hah ?" aku masih terbengong bengong "CK.anak ini.sekali lagi kamu jawab hah.aku cium kamu di sini " aku tersentak langsung menutup mulutku. " ibnu.nggak sopan " tegur bapak " maaf pah.abis dari tadi cuma hah hah doang" " em maaf sebelumnya bapak ibuk.tapi sepertinya Fara tidak bisa menerima " aku menunduk " hah " kini 4 orang itu yang bersuara HAH. hahaha..... " kenapa kita jadi ketularan mbak Fara mah ?" beo cinta.mau tak mau aku juga ikut tertawa " loh kenapa ?" ibu sekarang yang bertanya " karena saya nggak cinta sama mas Ibnu.mas Ibnu juga nggak cinta sama Fara" ucapku yakin berbanding terbalik dengan kata hatiku. karena saya cinta,tapi takut perasaan ini tidak nyata. " eh siapa bilang.aku cinta kok sama kamu " timpal mas Ibnu " keliatan " kata cinta dengan santai " cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa " ucap bapak " tapi saya menolak " ucapku lagi " tidak ada penolakan.2 bulan lagi kalian akan menikah " putus bapak. " tapi Fara masih kuliah " " kamu akan tetap kuliah " bapak meyakinkan. " baik.apakah Fara sudah boleh ke kamar ?" kataku lesu " ya " ucap bapak. " makasih sayang " ibu memelukku dari samping. " welcome...my future wife " kata mas Ibnu pelan sambil tersenyum padaku.aku mendengkus.lalu aku segera bergegas pergi ke kamar. bruk suara pintu berdebum.rasanya aku kesal sekali.apa coba maksudnya mas Ibnu ingin menjadikan aku istrinya.sedangkan aku tau dia masih kecewa karena di tinggal nikah mantan nya.dia pikir aku bisa jadi pelariannya apa ? ugh....dan hatiku ? bagaimana nasibnya hatiku.kalau benar aku hanya di jadikan pelarian saja. padahal aku tau hatiku sudah terpaut padanya.aku hanya mencoba menyelamatkan hatiku yang terindikasi bakal patah karena kecewa. dan apa katanya tadi " eh sipi biling.iki cinti kik simi kimi " ih....nggak percaya.dengusku menggerutu sendiri ah sudahlah mendingan aku tidur. ______tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD