keping 4

1383 Words
" fara...mau pulang ?" suara seorang memanggilku dari atas motor nya.dia adalah kakak tingkat ku di kampus.namanya Edo.dia menghampiriku yang saat ini sedang duduk di halte " eh..iya ini mau pulang kak " jawabku " nggak bawa motor emang ?" " kebetulan hari ini nggak" " mau gw anterin ?" tanyanya " em nggak deh kak makasih.gw bareng temen kok.ini lagi nungguin " tolakku halus " beneran ?" " iya.udah kakak duluan aja nggak papa" " gw temenin deh sampe temen Lo dateng" dia turun dari motor nya dan menghampiri aku. " eh nggak usah repot-repot kak.paling bentar lagi Dateng " ucapku tak enak. "udah nggak papa " dia sudah duduk di kursi panjang yang sama denganku " tumben biasanya Lo bawa motor."ujarnya " hah " kok dia tau sih aku suka bawa motor.apa dia merhatiin aku ya ? " Lo.biasannya kan selalu bawa motor ?" ulangnya "oh iya.tadi di ajakin bareng temen sih.makanya nggak bawa motor " " oh...gitu ya " " he'em.eh itu dia temen gw udah Dateng " ucapku saat melihat mobil mas Ibnu mendekat. tiin kaca mobil terbuka " ayo " ucap mas Ibnu masih di balik kemudi.aku mengangguk.dan berbalik menatap kak Edo. " kak silahkan kalo mau pulang. gw juga udah mau pulang.makasih ya udah nemenin " "oke.santai.ya udah gw balik ya.mari bang duluan " dia sempatkan menyapa mas Ibnu sopan " iya" di balas dengan lambaian tangan oleh mas Ibnu. aku segera masuk mobil dan mobil melaju ke kafe. " kamu di kafe sampe tutup far ?" tanya mas Ibnu di perjalanan " iya mas.mas Ibnu pulang aja nanti Fara naik ojol pulangnya. " ya iya lah aku pulang.masak iya nungguin kamu sampe pulang.bisa mati bosan aku " jawabnya membuat aku malu sendiri. lagian PD banget kamu far sampe kepikiran mas Ibnu mau nungguin segala. " kamu betah kerja di sini ?" " Alhamdulillah sampai saat ini betah si mas " " bagus deh kalo gitu.aku perhatiin kayaknya kamu banyak temen cowok ya ? " tanyanya lagi " hah....em nggak juga sih mas.cuma emang ada beberapa sih.tapi ya cuma temen biasa kok.nggak ada yang lebih. " oh kirain ada yang spesial gitu ?" "kalo buat sekarang belum sih " tak terasa kami sudah sampai di kafe.aku turun dengan mas ibnu.katanya dia ngecek kafe. " ehem ehem.. roman romanya ada yang ...." masuk ke dapur aku di sambut dengan ke jahilan mas Erik yang tadi memang melihat aku datang bersama mas Ibnu.dia senyum senyum sambil mengangkat sebelah alisnya " apaan deh " jawabku sebel. nggak jelas banget kan nih orang. sore menjelang malam seperti ini adalah waktu sibuk,karena pasti kafe rame oleh pengunjung yang kebanyakan anak muda. kami semua dengan cekatan mengerjakan tugas masing masing. tak terasa sudah waktunya tutup.kami bersiap untuk pulang.teman teman yang lain bersiap pulang ke mes yang ada di dekat sini hanya dengan jalan kaki sedang aku masih memesan ojol. " far Lo berani kan nunggu sendiri.kita udah mau jalan nih" ucap indah salah satu teman ku "iya nggak papa .ini orangnya udah Deket kok " kataku " oke kita duluan ya.da " pamit mereka.aku mengangguk sekitar 5 menit menunggu akhirnya ojek pesanan ku datang juga. " mbak Fara ya ?" tanya driver nya " iya " jawabku sambil menerima helm .kemudian memakainya dan langsung meluncur. **** " guess kita ngerjain tugasnya di rumah denisa ya hari ini " ujar Abdul teman satu kelompok ku " sippp .siapin cemilan yang banyak ya den " ucap Cici. "beres.udah yuk cabut keburu sore nih " ajak denisa kami meluncur menuju ke rumah denisa dengan menggunakan kendaraan masing masing. di sela sela mengerjakan tugas kami juga mengobrol. " eh far kemaren gw liat Lo di anterin cowok cakep.siapa tuh cowok Lo ya?." tanya denisa menghentikan kunyahan di mulutku. " oh itu.bukan kok,dia anak bos gw " " ah masak ? mau gitu dia nganterin elo ?" Sekarang giliran Cici. " heem.dia mau ketemu temen nya.dosen juga di kampus kita" "ada gitu bos nganterin karyawan nya.kecuali dia suka sama Lo " ucap abdul.aku melotot " jangan ngaco deh Lo " gerutuku " ih ini anak nggak percaya.gw jamin deh tuh cowok ada rasa sama Lo " ucapnya lagi. " gw Aminin deh kalo emang beneran " kata Cici dan denisa " ck.udah lah nggak usah di omongin.lanjut ah " aku pura pura sibuk melanjutkan tugasku. tak terasa sudah 3 jam kami di rumah denisa .dan akhirnya selesai juga tugas kami.kini waktunya pulang.aku harus segera pulang karena lanjut ke kafe. " den gw balik duluan ya.gw mau kerja soalnya " aku pamit pada tuan rumah. " oke far ti ati ya Lo di jalan " pesannya " oke.guess gw duluan ya " tak lupa aku pamit pada yang lainnya " oke sampe ketemu besok ya " " bay " aku pergi meninggalkan rumah denisa.kupacu motor matikku sedikit kencang.tidak enak kalau telat lama lama.tapi di tengah perjalanan tiba tiba motor ku mati. " duh kenapa lagi nih motor ?" keluhku aku bingung dan nggak tau harus berbuat apa.setelah berpikir sejenak aku lalu mengeluarkan hp dari dalam tas dan menelpon seseorang. Tut...Tut...Tut " halo " " em mas." aku sebenarnya ragu untuk meminta bantuannya " Fara .kamu kenapa ?" suara di seberang sana terdengar " mas...bisa minta tolong nggak ?" ucapku ragu " far kamu kenapa ? kamu nggak papa kan ?!" suaranya terdengar khawatir.aku sedikit tersenyum mendengar suara nya. tiba tiba ada rasa hangat di hatiku " motor ku mogok." ucapku " hah kok bisa ? terus kamu dimana ?" " aku lagi di jalan .....mau ke kafe.tapi tiba tiba mogok." jelasku. " oke kamu tunggu di situ.aku kesana sekarang " lalu dia menutup telpon. ku pandangi hpku yang sudah menghitam "oke aku tunggu di sini.jangan lama" ucapku seperti orang bodoh.karena berkata pada ponsel yang sudah mati. setengah jam kemudian bruk suara pintu mobil tertutup saat sang pengemudi sudah keluar dari mobilnya.dia tidak sendiri ada orang lain juga yang keluar dari mobilnya.mungkin montir dari bengkel. "mas " sapaku " Hem " jawabnya. " mas tolong di periksa ya." perintah nya pada orang tersebut " iya.tunggu sebentar ya mbak.mas " dia dengan sigap memeriksa motor ku.tak berapa lama " ini aki nya tekor mas " ucapnya " terus gimana pak ?" " sebenernya masih bisa.tapi di engkol mbak" " tapi masih mau jalan kan ?" "iya masih " jawabnya membuat aku lega. "pak gimana kalo di bawa ke bengkel aja.sekalian di ganti aki nya." itu suara mas Ibnu. " eh.tapikan masih bisa mas.lagian aku juga mau ke kafe " ujarku " nggak papa hari ini kamu libur dulu.aku udah bilang mama kalau motor mu mogok " " ya tapi tapi....aku.."aku hanya bisa menghela nafas saat mas Ibnu sudah masuk ke mobil.dan menghidupkan mesin " pulang nggak ?" " ck" aku cemberut.masuk ke mobil. " brak " aku sengaja menutup pintu dengan kencang " eh nanti kalo mobilku rusak.mau ganti ?" dia sudah membawa mobilnya melaju. " ya lagian mas tuh nyebelin tau.aku udah sering bolos kerja mas nggak enak sama yang lain " " oh kalau itu nggak usah di pikirin " katanya. iya situ nggak ngerasain jadi aku sih.nggak enak tau nggak di sukain sama temen kerja itu. "iya nggak bisa gitu dong mas.aku tuh nggak enak aja sama yang lain.seolah olah akutuh di anak emaskan.padahal Kitakan sama sama kerja" bukan kepedean ya.tapi memang aku merasa mereka memperlakukan aku dengan sangat baik.sampe kadang aku di ajak ke acara keluarga juga loh kalau kalian tau. " ya udah aku bakal bilang mama buat jadiin kamu anak emas beneran .mau nggak ?" " hah " apaan lagi nih orang.pikirku " iya .mau nggak ?" " hah " aku hanya bisa mengeluarkan kata itu. "apan sih dari tadi cuma hah...hah..kamu mau nggak di jadiin anak emas beneran sama mama ?" katanya lagi " hah em ya nggak bisa...nggak mau ...nggak usahlah.aku lebih seneng biasa aja.sama kayak yang lain " ucapku pelan entah ini jawaban bener apa salah mobil masih melaju dengan pelan " Fara.....kamu mau nggak jadi istriku ?" click. dunia ini.waktu ini kurasakan seperti berhenti berputar.sama seperti aku yang menghentikan nafas yang sedang ku hirup saat ini.seketika aku menoleh pada sosok yang dengan santainya malah tersenyum padaku. apa dia tidak tau kalau aku kesulitan bernapas " mau ya.nikah sama aku " ucapan nya memaksa aku untuk bernapas lagi " hah...." ___ tbc
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD