" far kamu masih lama nggak di kafe ?" mas Ibnu menelponku
" enggak sih mas.nanti jam 5 udah pulang.kenapa mas ?" tanyaku
" ya udah nanti langsung pulang ya.jam 7 kamu ikut mas ke kondangan.temen mau nikahan "
"ih nggak mau ah.fara nggak ada baju bagus mas " aku berkata jujur.memang aku tidak memiliki baju yang bagus.apalagi kalau harus menemani mas ibnu.di jamin aku akan terlihat seperti Upik abu.
" nggak usah di pikirin semua udah di siapin mamah " dia bersuara di sebrang telpon
" ta...tapi mas " aku jadi nggak enak.kok ibu bisa sebaik itu segala nyiapin baju aku yang hanya karyawan tidak penting ini.pikirku
" nggak ada tapi tapian.kalo udah selesai cepet pulang " suaranya sarat akan perintah
" oh...oke " ucapku pasrah
untung hari ini aku tidak ada jadwal kuliah.
sudah jam 5 ternyata.aku bergegas beberes beberapa barang sebelum pulang.susi sudah datang.dan aku langsung meluncur pulang
" gimana bagus kan ?" ibu meneliti aku yang berdiri di depannya.menggunakan gaun panjang berwarna hitam yang menurutku sangat bagus sekali.aku sendiri bahkan tidak percaya kalau aku adalah farannisa bayhaqi.si gadis kampung
tadi saat sampai di rumah.ternyata ibu sudah menyiapkan semuanya.bahkan ada tukang make-up juga.
" ya ampun...ini beneran fara Bu ? kok fara pangling ya " aku begitu takjub dengan dengan gadis cantik yang ada dalam cermin di depanku.
" iya dong.kamu kan emang cantik far.udah yuk keluar,Ibnu sudah nunggu di luar " ibu menarik tanganku .
di ruang tamu ku lihat mas Ibnu sudah rapi dengan setelan jas yang sangat pas sekali pada tubuhnya.sejenak aku terpesona oleh anak dari bosku ini dia terlihat begitu memukau padahal tidak sedang bergaya.
ugh....kenapa jantungku senam ya.liat mas ibnu.rasanya pengen peluk
stop Fara jangan ngayal terlalu tinggi.nanti kalo jatoh sakit
" Fara sudah siap nih ib " suara ibu membangunkan ku dari khayalan konyolku.eh.....tapi tunggu.kenapa baju mas Ibnu sama kayak bajuku ya ?
" sssttt udah jangan bengong aja.jadi berangkat nggak ? " pertanyaan ibunya membuat mas Ibnu yang sedang meneliti penampilanku gelagapan.
masak sih aku secantik itu.sampe mas Ibnu nggak kedip gitu.ih PD banget sih gw haha.....
" eh....em.. udah siap kok mah.yuk far berangkat " jawab mas Ibnu sibuk merapikan jas dan memasukan ponselnya ke saku.kemudian segera berjalan meninggalkan aku di belakang
"eit tunggu dulu dong.komenin dulu hasil kerja mamah " ibu bisa ini ada ada saja.
" cantik " tanpa mikir mas Ibnu langsung menjawab .
" ck.kalau itu sih udah pasti.yang lain dong ?" protes ibu
" untuk malam ini kamu terlihat memukau.oke mari kita tunjukan kecantikan seorang farannisa pada dunia haha.." ucapan mas Ibnu Sontak membuat wajahku jadi panas.belum cukup sampai disitu.dia juga mengulurkan tangannya padaku.
OMG....aku nggak mimpi kan ?
" tunggu apalagi ? udah sana berangkat " ibu mendorong ku pelan ke arah mas Ibnu.
" malam ini kamu akan bantu aku untuk nggak terlihat menyedihkan di pesta pernikahan mantanku oke "
" siap bos.tapi nggak gratis ya hehe "
" beres.kamu mau aku kasih apa ?" kepalanya menengok kearah ku.
" em... sebenernya laptop ku udah sering rusak sih " ucapku pelan
" oke.nanti aku beliin laptop " ucapnya enteng
emang kalo sultan mah gampang....
" hei bro....dateng Lo ?" sapa salah seorang laki laki muda di acara ini
" Dateng dong.masak nggak,kan dapet undangan" jawab mas Ibnu
" wes siapa nih ?" tanya yang lain
" pasangan gw malam ini dong.kenalin dia Fara "
" wah gercep juga lo.udah move on.hai gw Indra ,ini rafi.,ini Andi .dan yang paling tua ini Andra " dia mengenalkan para cowok yang lainnya
" eh s****n gw sama kayak elo ya " Andra menoyor kepala Indra.
" ya kan duluan elo 10 menit dari gw "
"hai " aku menyapa mereka
" far Lo beneran pacarnya Ibnu ?" tanya Rafi
"em..."aku bingung mau jawab apa. ku lirik mas Ibnu minta bantuan .untung dia tanggap
" gw kan udah bilang dia pasangan gw.yuk far cari makan dulu atau mau ucapin selamat dulu sama pengantinnya ?"sambil membawa ku menjauh dari gerombolan para cowok cakep tadi
" makan dulu ya mas.aku udah lapar "
"oke "
jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.sejujurnya aku bosan berada di antara teman teman mas ibnu.mereka entah mengobrol apa tentang pekerjaan.atau apalah itu aku nggak tau.
tapi mas Ibnu nggak membiarkan aku menjauh darinya.dia terus menggenggam tangan ku.takut aku hilang katanya.
" mas pulang yuk.udah malem "bisikku
"udah mau pulang ?" tanyanya
" he'em" aku mengangguk.
" kita ke pelaminan dulu ya " ajaknya.kemudian pamit pada teman temannya
" bro gw balik dulu deh.fara besok mau kuliah"
kami naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat pada pengantin.
" Ibnu " ucap mempelai wanita pelan
" hai selamat ya.semoga pernikahan kalian bahagia.
" thanks " jawab mempelai pria sedangkan si wanita hanya diam saja.
" selamat ya mas,mbak.semoga pernikahannya langgeng.ucapku tulus.
"makasih " lagi lagi si pria yang jawab
" oya.. hampir lupa.doain ya cepet nyusul.kenalin ini Fara pasangan gw "
sekejap si wanita tampak tak percaya,tapi kemudian dia menampilkan senyum manisnya
lalu kami segera turun dari pelaminan kemudian gegas meninggalkan tempat itu.
****
hari ini aku ke kampus di antar mas ibnu.katanya dia mau ketemu teman yang kebetulan adalah dosen di kampusku.aku sudah menolak tapi dia bilang sekalian jalan.
babu rasa ratu ya jadinya
" makasih ya mas udah anterin aku. " ucapku sebelum keluar dari mobilnya.
" oke.nanti pulangnya bareng aku lagi ya aku mau ke kafe soalnya" katanya
" emang mas Ibnu lama di sini ? aku lama loh selesainya "
"it's ok.aku mau nongkrong sama temen.mumpung lagi senggang "
" ok . aku masuk dulu kalo gitu "
aku berjalan di koridor dengan santai.tapi.....
kok mereka pada liatin aku sih ? apa ada yang salah ya sama penampilanku ?
ku teliti diriku.
nggak ada yang aneh kok
berjalan sesantai mungkin,tapi masih di liatin.saat aku tengok ke belakang ternyata ada mahluk tampan yang sedang berjalan santai di belakang ku.
oh ini to yang jadi perhatian.kirain aku.ugh..padahal udah salting
" mas ngapain ngikutin aku ?" tanyaku padanya
" siapa ? aku ?" Jawabnya polos
" ya iyalah siapa lagi coba " ucapku sebel
" ye kamu jangan kepedean ya " dia menyentil keningku
" AW...sakit mas.tega banget sih " gerutu ku sambil mengusap kening
"kan aku udah bilang mau ketemu teman.dosen.dan ruangannya di sana " tanganya menunjuk arah depan.
iya juga ya
" oh...ya udah sana duluan " usirku dia melenggang pergi meninggalkanku di belakang.
benar saja,setelah dia pergi menjauh.orang orang sudah tidak memperhatikan aku lagi.
hahaha.
aku menertawakan diri ku sendiri.bisa bisanya berfikir jadi bahan perhatian orang.
sadar fara.kamu itu cuma Upik abu yang beruntung karena bisa kuliah di sini.itu juga beasiswa.jadi mana mungkin kan
aku menggetok kepalaku pelan.kemudian buru buru menuju ke kelasku
___tbc